Pakacil Banjarbaru

www.pakacil.com memberikan layanan delivery. Tulisan akan dikirim langsung ke email Anda dengan bantuan FeedBurner.
Untuk memastikan, konfirmasi registrasi akan dikirim melalui email Anda. Terima kasih.

Daftarkan email di sini:

Yang Barusan Ngomen...

01/03/2010 @ 06:36 wita

Tawar Menawar Harga Pas

2 orang itu, yang satu pembeli, yang satu lagi penjual. Tempat kejadian perkaranya adalah sebuah kios. Saya juga ada di situ. Posisi saya juga jadi pembeli, sehingga total pembeli jadi ada 2. Sementara satu orang lagi asyik tertidur. Itu sodaranya yang sedang jadi penjual, jadi total penjual sebenarnya ada 2. Tapi sudahlah, ini soal antara penjual yang sedang bangun dan pembeli yang bukan saya.

Tangannya memegang roti, tangan itu pembeli maksudnya. Bertanyalah ia, tentu kepada penjual, “berapa ini harganya?”. Lalu itu penjual menyahut dengan santai, “itu ada harganya, di bungkusnya”. Lantas saya interupsi-lah itu penjual dengan pesanan 2 kotak minuman dingin dan 2 pak barang yang selalu disertai peringatan pemerintah minus peringatan DPR-RI itu. Interaksi mereka berlanjut. 2 orang itu. Bukan saya. saya cuma mendengar dan memperhatikan.

23/02/2010 @ 17:16 wita

Terpaksa Merubah Rencana

salaman © www.pakacil.comSaya mampir ke kantor polsek yang terdekat dengan rumah target dan melakukan sedikit pembicaraan dengan bapak/ibu polisi yang ada di Polsek tersebut. Melalui sebuah pengaturan dan berbagai alasan, targetnya adalah harus berhasil mendatangkan target ke kantor polsek dengan prinsip ada masalah yang harus diselesaikan. Antara dua saja, kalau tidak saya, maka target yang bermasalah. Soal ini tergantung situasi di lapangan.

Namun, setelah selesai melakukan cross check alamat target, saya jadi pesimis bahwa rencana di atas itu akan berhasil. Analisis tersebut di dasarkan pada salah satu kata pada nama komplek alamat target. Sederhananya, saya sangat tidak yakin kalau pak polisi berani. Terlebih lagi apa yang disampaikan oleh sopir taksi pada saya. Sopir yang mengantarkan saya itu bilang …

17/02/2010 @ 01:19 wita

Kereta Api Kalimantan Masih Aman

Pemerintah masih mengkaji wacana pembangunan jalur transportasi kereta api lintas Kalimantan hingga 20 tahun ke depan. “Tadinya, paling tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah, namun masih akan terealisasi tahun 2030. Tetapi studi kelayakannya diharapkan jangan terlalu lama,” kata Usman Ja’far, anggota DPR RI, usai rapat dengar pendapat di Komisi IV.
Marah? kesel? merasa ditaruh belakangan? Oww… tidak… tidak perlu.
Saya justru sedikit merasa lega, karena di Kalimantan tidak akan terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api, setidaknya hingga 20 tahun yang akan datang. Lumayan, masih aman.

13/02/2010 @ 00:45 wita

Piring

“Bu, Amin mau burung itu, yang di atas pohon itu. Amin suka”.
“Min, kasihan kan kalau dia ditangkap. Apalagi Amin belum punya sangkarnya”.

“Kan bisa di kamar Amin, biar bisa jadi teman Amin”.
“Kau ini Nak, kan dia lebih suka dan bebas seperti itu dari pada dikurung, sama seperti kita, manusia”.

“Bapak artinya juga tidak suka dikurung ya Bu ?”
Sang ibu tertegun sejenak. Sesaat pandangannya menerawang. Jauh menembus dinding papan rumah sewaan ia dan anaknya yang satu-satunya itu. “Sudahlah Min. Kamu lapar kan ? Ibu masak dulu ya”.

Anak kecil yang bernama Amin itu kini berlari menuju lapangan di mana ia biasa berkumpul dengan teman sebaya. Menghabiskan waktu kecil dengan begitu bahagia. Syaifullah Aminuddin, begitu nama lengkapnya. Dengan bangga ia menceritakan arti namanya kepada orang-orang yang ditemuinya, apabila mereka menanyakan nama lengkapnya.