Sepak bola pertama yang menyesakkan

Euro 2008 sudah resmi berakhir beberapa jam yang lalu. Spanyol menjadi jawara kali ini. Banyak momen tercipta, banyak suka cita dan air mata duka tertumpah. Gempita tidak hanya ada di negara penyelenggara namun juga di ragam belahan dunia lainnya. Akibat euro ini, sambil menyiapkan seporsi mie goreng + orak-arik telur di dapur pada paruh pertandingan, aku teringat pada permainan sepak bola pertamaku.

Bukan PS. Rajawali Muda, sebuah klub tempat bernaungku pada kisaran tahun 1987-1988 yang membuatku terkenang. Bukan kepala Om Basuki (sang pelatih) nan botak itu yang membuatku tersenyum sendirian. Tak pula posisi mendadak sebagai winger kanan yang harus berlari kencang lalu menusuk jantung pertahanan lawan yang membuatku sesak. Tapi sungguh, permainan sepak bola pertamaku membuatku sesak nafas.

Cara mencari jalan keluar

PakacilLelaki itu masih muda, masih belasan tebakanku, datang bersama bapaknya. Malam itu (tadi malam), aku tengah duduk sendirian di pelataran parkir salah satu pusat orang jualan di Simpang Empat Banjarbaru. Soal nangkring ini kadang memang sekedar menyambung silaturahmi dengan kelakukan dulu, yang cukup hobi duduk sendirian dari sore hari sampai jam 10 malam di alun-alun Kota Malang, atau juga tidur lelap di trotoar jalan pinggir sungai seberang Sabilal Muhtadin. Lelaki itu sibuk diantara jejeran sepeda motor yang terparkir.

Kriuk Saluang Basanga

Penggemar ikan, baik itu ikan laut atau sungai (-utamanya sungai sih) mungkin patut mencoba menu ini kalau belum pernah mencicipinya. Ikan ini adalah ikan (iwak) Saluang (Rastora). Paling enak (-bagiku) kalau digoreng cenderung kering, karena kalau dimakan akan terasa sedikit (-bahkan banyak) kriyuk-kriyuk, mirip kerupuk. Bahkan, entah kenapa seorang rekan yang berada di Makassar …

Sesama pulisi dilarang saling mendahului

Kapolsek Batulicin dengan membawa serta 15 orang anak buah mendatangi Mapolres Tanah Bumbu dan langsung menyerbu ke ruangan Kanit Pelayanan Pengaduan dan Penegakkan Disiplin (P3D) Polres Tanah Bumbu, Aiptu H Pardede, karena tidak terima tiga dari lima anggota yang urinenya positif mengandung narkoba dihajar oleh sang Kanit. Sial bagi Pardede, kursi yang dilemparkan oleh Kapolsek Batulicin tepat mengenai kepalanya. =info=

pakacil pusingPakacil cuma bisa bilang :
emm… gimana ya.. emm.. anuu.. emm… errr… fpyuhhh… !

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com