Pakacil mengucapkan…

  Selama beberapa waktu Pakacil tidak akan menulis di weblog ini, bukan karena mudik atau tidak ada koneksi internet. Melainkan karena berkosentrasi pada momen lebaran, kumpul-kumpul keluarga dan kawan-kawan. yang mungkin cukup lama tak bersua dan bercengkrama. Karena berdasarkan kebiasaan, semua persoalan harus ditunda untuk yang satu itu.

  Namun, Pakacil masih berusaha meluangkan waktu untuk merespons komentar atau pesan yang masuk ke weblog ini, hanya saja tidak membuat tulisan baru.

jangan khawatir, ini hanya sementara *mode super pd : on*

Selamat Idul Fithri
 

Sungguh Tega

“Keterangan beberapa saksi, jatah raskin untuk satu rukun tetangga (RT) yakni RT 7 sebanyak satu ton sama sekali tidak disalurkan. Padahal warga di RT-RT lainnya menerima raskin yang memang menjadi hak mereka,” ujar Hendri, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Banjarbaru tentang penyelewengan raskin oleh oknum kelurahan LUU. = info =

Pakacil
teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya… teganya…
Gantung saja pelakunya kalau terbukti
 

PDAM Intan, Jangan Sampai Lupa !

Kepada Yth. :
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan
di tempat,

Dengan hormat,

{mosimage}Mohon jangan sampai lupa menutup kembali galian yang baru saja dilakukan. Tolong perhatikan betul-betul itu rekanan yang melakukan pekerjaan. Jangan sampai nanti seenaknya meninggalkan pekerjaan tanpa merapikan. Maaf, ini bukan berprasangka buruk, tapi sudah kejadian, ini buktinya …

Perlu diketahui, di Banjarbaru itu sudah terbiasa mengembalikan sesuatu sebagaimana awalnya dalam sebuah pekerjaan. Jalan aspal kalau dibolongi ya kembalikan lagi, jangan macam galian untuk pipa PDAM tempo hari yang sampai hari ini belum dibenahi.
 

Antara mereka yang datang

{mosimage}Hari ini, untuk kesekian kalinya pada ramadhan kali ini, dan sebagaimana beberapa ramadhan terakhir ini, sejumlah perempuan yang tak muda, berjalan dan berkeliling ke sejumlah wilayah (utamanya perumahan).
“… ding, nang wajibnya ding… ” atau “..ding, barang aja ding ‘ai…”   yang kurang lebih berarti  “…dik, yang wajibnya dik…” atau “…dik, terserah adik saja…”
 

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com