
29/07/2009
Sudut Lain
Joged lebih asyik Neng, dari pada kita pusing ikut memikirkan sesuatu yang jauh di luar jangkauan kita saat ini. Soalnya banyak orang sekarang lagi banyak ribut Neng, abang lagi gak mut ngikutinnya. Neng gak percaya? Ini serius Neng… jarang-jarang abang serius macam ini. Kalau Neng tak percaya, tengok saja berita-berita itu. Ambil contoh itu KPU Neng.. yang ada akhirnya abang jatuh kasian sama Pak Hafidz Ansyari. Bukan karena abang dulu pernah ketemu dan mengadakan acara bareng beliau tentang pemilu, lantas kemudian abang jadi kasihan. Ini cuma persoalan perasaan saja Neng, abang memang lagi sentimentil. Makanya, bagi abang lebih baik Pak Hafidz nanti setelah pelantikan presiden mengundurkan diri saja. Biar ada KPU baru, dan memiliki waktu yang sangat panjang untuk mempersiapkan dan melaksanakan pemilu 2014, biar gak macam Pak Hafidz yang sangat kepepet waktunya. …

26/07/2009
Sudut Lain
Cuma kali ini saya memang bermaksud untuk ngobrol sedikit soal barang yang ada pada beliau, yang selalu menemani kemanapun beliau itu pergi. Topi. Hanya topi saja, bukan cambuk yang juga selalu tergantung dipinggangnya itu. Mungkin pada awalnya yang memperkenalkan topi itu untuk dikenakannya justru adalah seorang petualang yang kebetulan bekerja untuk mencari salib coronado, atas perintah seorang kolektor. Saat itu Om Indy ini masih muda, dan menjadi seorang anggota Pramuka Ada yang menarik dari topi Indiana Jones ini, bagaimanapun Indiana terlempar, seringkali topinya tetap erat berada di kepala. Namun, jika kemudian terlepas, selalu saja dapat ditemukan untuk dikenakannya kembali. …

23/07/2009
Personal
Sebabnya sederhana saja, karena saya mau bikin kalung dari peluru. Soalnya waktu itu lagi trend para senior di lingkungan rumah saya pakai kalung peluru, walau sama sekali bukanlah komplek perumahan tentara. Sebagaimana biasanya, mereka lantas menjadi contoh bagi para junior-juniornya yang masih SD itu *termasuk saya*. Karena di lingkungan rumah saya dulu, gaulnya itu nyampur antara yang tua dan muda, cuma kadang kala yang kecil-kecil ini jadi semacam bahan praktik. Nanti deh, kapan waktu saya cerita bagaimana kami yang masih SD digunduli berjamaah oleh para senior yang sudah SMA. Kali ini, saya mau cerita soal membuat kalung peluru yang gagal total saja dulu ya… …

23/07/2009
Personal
“Bapak, ibu dan rekan-rekan sekalian. Mau tidak mau kita memang harus meningkatkan disiplin. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk itu. Misalnya saja, setiap upacara bendera setiap Senin itu, jika ada siswa yang datang terlambat untuk mengikuti upacara, maka ia akan dipersilakan untuk menempati barisan kehormatan“.
Itulah sekelumit yang dapat saya ingat dalam salah satu pidato saya, waktu masih SMA dulu. Karena, setidaknya pas jaman saya yang jadi Ketua OSIS *mode bangga*, selalu mengadakan lomba pidato yang diikuti oleh perwakilan tiap kelas. Tapi OSIS yang resmi lho yaa.. Organisasi Siswa Intra Sekolah, bukan OSIS tak resmi, Organisasi Siswa Incar Siswi.
Dalam salah satu ajang lomba pidato, saya memang menyebutkan soal upacara bendera berjamaah. Jaman saya dulu memang begitu, kalau terlambat mengikuti apel Senin, maka akan ditempatkan pada barisan tersendiri dan akan menjadi tontonan kawan-kawan satu sekolah. Maksudnya biar jangan jadi tuntunan, cukup tontonan.