
29/09/2009
Sudut Lain
Dalam rangka memeriahkan sering padamnya aliran listrik di Banjarbaru, pakacil.com menyelenggarakan sebuah sayembara kelistrikan dengan judul Sayembara Kelistrikan PLN Kalselteng. Sebagaimana sayembara-sayembara lainnya, sayembara ini juga memberikan hadiah menarik dan khas Kalimantan Selatan. Sayembara ini terbuka untuk umum dan AMAT SANGAT MUDAH untuk diikuti, bahkan tanpa harus memiliki kemampuan menulis, apalagi kemampuan scripting, kemampuan edit gambar, kemampuan meramal sekalipun apalagi kemampuan macam mendiang Mak Erot. Karena sayembara ini sangat mudah. Silakan baca informasi detil berikut : …

27/09/2009
Asal Jepret
Kadang kala, di tengah perjalanan sang pengemudi kelotok keluar dari tempatnya biasa mengemudi, dan berdiri di haluan kelotok. Mungkin untuk ngobrol dengan orang lain yang ada di depan atau lainnya. Kalau sudah demikian, maka kemudi kelotok akan dipegang oleh kaki si pengemudi. Namun, teknik mengemudi kelotok macam ini memang tak pernah terliat dalam lalu lintas air yang padat, semisal di beberapa sungai di Banjarmasin, apalagi di Banjarbaru. Untuk kasus Banjarbaru, alasannya sih jelas, karena tidak memiliki sungai besar. …

25/09/2009
Personal
Walhasil, selesai acara pemakaman, saya langsung keliling beberapa wilayah di pusat Kota Banjarbaru untuk nyari cendol. Sialnya, beberapa tempat yang diidentifikasi sebagai penjual cendol ternyata masih tutup. Berbekal informasi dari seorang kawan, saya menuju tempat terakhir. Benar saja, saya melihat sebuah toples berisi cendol, berwarna hijau menggiurkan. Tak lama lagi akan berakhir pencarian cendol yang melelahkan pada ini hari, demikian saya membatin. Harapan timbul kembali. Dengan langkah pasti, saya mendekat. Dengan suara dan intonasi jelas plus disertai senyum terkembang, saya menyampaikan pada sang penjual, “…mba, tolong es cendolnya, dibungkus ya, 2 (dua)…”. Dengan tak kalah jelas suara dan intonasi, juga plus disertai senyum, sang penjual menjawab, “maaf mas, gula merahnya habis…”. Glekkk….. …

17/09/2009
Personal
Saat tulisan ini saya publikasikan, tak lama lagi ramadhan 1430 berlalu, syawal pun menjelang. Saya selalu teringat ujaran guru saya dulu, bahwa tak semua orang berhak ber-hari raya. Makna dari ucapan beliau adalah, bahwa tak semua orang berhak merasa menang dan fitrah dalam arti yang sesungguhnya. Hari raya hanyalah bagi mereka yang sukses dalam ramadhan saja yang berhak. Bukanlah sesuatu yang ekstrim, namun itu semua beliau sampaikan dalam kerangka motivasi untuk selalu berusaha lebih baik dalam ramadhan. Karena itulah, mungkin kita, terutama saya pribadi hanya bisa berdoa dan berusaha untuk melakukan yang terbaik, dan kalau bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Semoga… …