|
www.pakacil.com
Sebuah media personal yang bisa
memuat banyak hal, apa saja dan tidak terikat pada tema tertentu.
Pengunjung diperkenankan untuk
memberikan komentar atas tulisan yang ada, namun komentar yang sama
sekali tidak terkait isi akan dipindah ke buku tamu
Maaf, pertamax dan sejenisnya akan
langsung dihapus!
not ads. by Pakacil |
|
Sidang pembaca yang budiman, berawal dari sebuah pertanyaan yang masuk ke buku tamu pakacil.com ini, serta pertanyaan lain yang masuk melalui form kontak via email tentang Kota Banjarbaru, rasanya tak salah bagi saya untuk kali ini kembali bercerita tentang kota ini, Kota Banjarbaru.
Karenanya, sebelum cerita ini dimulai, ada baiknya sidang pembaca yang budiman mengatur posisi duduk, kasihani pinggangnya. Silakan atur jarak pandang dari monitor, kasihani …
abang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!!
iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.
jadi bumerang bagaimana? optimis itu kan baik, masih sodaraan sama prasangka baik. kalau abang melarang optimis, bisa jadi …
Bukannya menolak inisiatif yang baik bagi lingkungan kami tersebut, namun saya nilai, segala sesuatu di perumahan kami sudah cukup bagus, dan masih sangat layak, baik itu jalan, drainase, penerangan jalan umumnya, dll. Lebih baik alokasi dana yang ada digunakan untuk hal lain di Banjarbaru yang lebih pantas dan lebih perlu. Lebih baik menggunakan skala prioritas.
Namun, setelah gerah dengan pembangunan bundaran lutju, serta kemudian ditingkatkan menjadi tugu, yang menurut informasi saya dapat, akan dijadikan tugu yang ada jam-nya (macam jam gadang di Sumatera Barat itu mungkin), saya kian gerah. Kegerahan ini terkait dengan kronologis pembangunan ini, yang juga sudah saya ceritakan secara ringkas pada komentar saya pada tulisan Pak Ben …
Namun… *naah, sudah ada aroma gak enak nih* pada saat ajang Pemilihan Nanang Galuh Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, ternyata bukanlah Memey yang mewakili Galuh Banjarbaru, melainkan seorang gadis lain yang bernama Mutia Ananda, putri tercinta Hj. Zubaidah, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Nanang-Galuh Banjarbaru, yang sama sekali tak pernah mengikuti seleksi tingkat Banjarbaru. Kiamaaaaat…
Kok bisa ??? …
Begini alasannya, menurut Penyelenggara …
|

Iklan Layanan Masyarakat dalam rangka PEMILUKADA Kalimantan Selatan 2010 © www.pakacil.com
|