Dari Indonesia Ke Banjarbaru

Indonesia » Kalimantan Selatan » BanjarbaruSidang pembaca yang budiman, berawal dari sebuah pertanyaan yang masuk ke buku tamu pakacil.com ini, serta pertanyaan lain yang masuk melalui form kontak via email tentang Kota Banjarbaru, rasanya tak salah bagi saya untuk kali ini kembali bercerita tentang kota ini, Kota Banjarbaru.

Karenanya, sebelum cerita ini dimulai, ada baiknya sidang pembaca yang budiman mengatur posisi duduk, kasihani pinggangnya. Silakan atur jarak pandang dari monitor, kasihani matanya. Bagi yang belum mengambil air minum, silakan diambil. Terakhir, mohon kepada sidang pembaca untuk membaca dengan tenang, jangan melakukan tindakan² yang tidak semestinya, misalnya membaca ini sambil nyetir atau sambil main futsal. Here we go….

Bukannya Abang Pesimis, Neng...

entahlahabang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!!
iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.

jadi bumerang bagaimana? optimis itu kan baik, masih sodaraan sama prasangka baik. kalau abang melarang optimis, bisa jadi dapat diartikan abang menyuruh untuk berprasangka buruk. gak boleh gitu bang !!!
sabar neng, sabaaar… bukannya abang menyuruh neng berprasangka buruk. lagi pula prejudice itu gak bagus buat hati dan kesehatan, salah-salah juga bisa mengganggu kehamilan dan janin bagi yang lagi hamil. mungkin yang lebih tepat abang minta neng untuk tak berprasangka sama sekali, baik atau buruk.

Mari Egois di Banjarbaru

Bukannya menolak inisiatif yang baik bagi lingkungan kami tersebut, namun saya nilai, segala sesuatu di perumahan kami sudah cukup bagus, dan masih sangat layak, baik itu jalan, drainase, penerangan jalan umumnya, dll. Lebih baik alokasi dana yang ada digunakan untuk hal lain di Banjarbaru yang lebih pantas dan lebih perlu. Lebih baik menggunakan skala prioritas. Namun, setelah gerah dengan pembangunan bundaran lutju, serta kemudian ditingkatkan menjadi tugu, yang menurut informasi saya dapat, akan dijadikan tugu yang ada jam-nya (macam jam gadang di Sumatera Barat itu mungkin), saya kian gerah. Kegerahan ini terkait dengan kronologis pembangunan ini, yang juga sudah saya ceritakan secara ringkas pada komentar saya pada tulisan Pak Ben tersebut. …

Memey itu Namanya Nurkamilah

Namun… *naah, sudah ada aroma gak enak nih* pada saat ajang Pemilihan Nanang Galuh Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, ternyata bukanlah Memey yang mewakili Galuh Banjarbaru, melainkan seorang gadis lain yang bernama Mutia Ananda, putri tercinta Hj. Zubaidah, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Nanang-Galuh Banjarbaru, yang sama sekali tak pernah mengikuti seleksi tingkat Banjarbaru. Kiamaaaaat… Kok bisa ??? … Begini alasannya, menurut Penyelenggara … …

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain