<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pakacil Banjarbaru &#187; Mengitari Banjarbaru</title>
	<atom:link href="http://pakacil.com/category/mengitari-banjarbaru/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakacil.com</link>
	<description>Berbagi cerita dari sebuah sudut di Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2010 11:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dari Indonesia Ke Banjarbaru</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2010/dari-indonesia-ke-banjarbaru</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2010/dari-indonesia-ke-banjarbaru#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 18:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[rute perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sidang pembaca yang budiman, berawal dari sebuah pertanyaan yang masuk ke buku tamu pakacil.com ini, serta pertanyaan lain yang masuk melalui form kontak via email tentang Kota Banjarbaru, rasanya tak salah bagi saya untuk kali ini kembali bercerita tentang kota ini, Kota Banjarbaru.</p> <p>Karenanya, sebelum cerita ini dimulai, ada baiknya sidang pembaca yang budiman ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2010/02/ke_banjarbaru.jpg" alt="Indonesia » Kalimantan Selatan » Banjarbaru" title="Kota Banjarbaru" width="117" height="150" class="alignleft size-full wp-image-877" />Sidang pembaca yang budiman, berawal dari sebuah pertanyaan yang masuk ke buku tamu pakacil.com ini, serta pertanyaan lain yang masuk melalui form kontak via email tentang Kota Banjarbaru, rasanya tak salah bagi saya untuk kali ini kembali bercerita tentang kota ini, Kota Banjarbaru.</p>
<p>Karenanya, sebelum cerita ini dimulai, ada baiknya sidang pembaca yang budiman mengatur posisi duduk, kasihani pinggangnya. Silakan atur jarak pandang dari monitor, kasihani matanya. Bagi yang belum mengambil air minum, silakan diambil. Terakhir, mohon kepada sidang pembaca untuk membaca dengan tenang, jangan melakukan tindakan² yang tidak semestinya, misalnya membaca ini sambil nyetir atau sambil main futsal. <em>Here we go&#8230;.</em><br />
<span id="more-873"></span><br />
Dari Indonesia ke Banjarbaru&#8230;</p>
<p>Untuk mencapai dan/atau menuju Banjarbaru, sangat sangat mudah, berikut informasinya melalui masing-masing jalur:<br />
• Menuju Banjarbaru melalui <a title="jalur darat ke Banjarbaru" href="#jalur_darat">Jalur Darat</a><br />
• Menuju Banjarbaru melalui <a title="jalur udara ke Banjarbaru" href="#jalur_udara">Jalur Udara</a><br />
• Menuju Banjarbaru melalui <a title="jalur laut ke Banjarbaru" href="#jalur_laut">Jalur Laut</a><br />
cekidot  &#8230;  <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_berkuda.gif' alt=':kuda:' class='wp-smiley' /> </p>
<h3><a name="jalur_darat">Menuju Banjarbaru lewat Jalur Darat</a></h3>
<p><img src="http://pakacil.com/file/2010/02/jalur_darat.png" alt="jalur darat" title="ke Banjarbaru lewat jalur darat" width="85" height="68" class="alignright size-full wp-image-874" />Karena Banjarbaru terletak di Pulau Kalimantan, maka memang hanya dapat ditempuh dari mereka yang ada di Kalimantan Saja. Kalimantan Selatan sendiri berbatasan langsung dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. <span style="color: #999999;">*jangan salahkan saya kalau nilai geografi Anda jelek kalau tidak tau hal ini*.</span></p>
<p>Banjarbaru <strong>sangat mudah ditempuh melalui jalur darat</strong>. Karena Banjarbaru berada pada perlintasan utama Propinsi Kalimantan Selatan, dengan jalan A. Yani sebagai poros jalan utama, jalan negara ceritanya. Pendek kata, asal sudah memasuki wilayah Kalimantan Selatan (kecuali dari Kab. Kotabaru yang merupakan pulau terpisah), maka akses ke Banjarbaru melalui jalan darat dipastikan mudah dah dah dah.</p>
<p>Sementara Banjarmasin, ibu kota Propinsi Kalimantan Selatan, dapat ditempuh dalam waktu ±45 menit dari Banjarbaru. Tapi tenang, kemacetan yang biasa terjadi di Banjarmasin tidak akan ditemukan di Banjarbaru. Kecuali ada truk terguling dan menghalangi seluruh badan jalan. Di darat, Banjarbaru berbatasan langsung dengan Kota Banjarmasin, Kab. Banjar (ibukotanya: Martapura) dan Kab. Tanah Laut (beribukota Pelaihari).</p>
<h3><a name="jalur_udara">Menuju Banjarbaru lewat Jalur Udara</a></h3>
<p><img src="http://pakacil.com/file/2010/02/jalur_udara.png" alt="jalur udara" title="ke Banjarbaru melalui jalur udara" width="85" height="68" class="alignleft size-full wp-image-875" />Bagi mereka yang menggunakan jalur udara, semisal pesawat, heli, balon udara atau karpet ajaib, juga <strong>sangat mudah menuju Kota Banjarbaru</strong>, karena bandar udara utama di Kalimantan Selatan, yakni Bandara Syamsuddin Noor berada di Kota Banjarbaru !!!</p>
<p>Jarak tempuh dari Bandara Syamsuddin Noor ke pusat Kota Banjarbaru (-bukan puser Kota Banjarbaru !!!) berkisar ±15 &#8211; 20 menit melalui jalur darat, yakni jalan utama propinsi Kalimantan Selatan. Sebegitu pula lah jarak tempuh dari bandara ke rumah saya. Pernah juga saya coba dari rumah ke bandara, hanya ditempuh dalam waktu 10 menit. Setelah itu saya tak berani lagi, takut dapat bonus nginap di rumah sakit.</p>
<p>Karenanya, bagi Anda yang tidak berada di Kalimantan dan ingin menggunakan jalur udara, selama ada penerbangan menuju Banjarmasin (di rute penerbangan disebutkan Banjarmasin), maka dipastikan pesawat tersebut akan mendarat di Banjarbaru. Kalau tidak ada, ya terpaksa menggunakan penerbangan yang connecting, atau nyambung, kalau istilah saya naik bis sih biasanya &#8216;ngecer&#8217;. </p>
<h3><a name="jalur_laut">Menuju Banjarbaru lewat Jalur Laut</a></h3>
<p><img src="http://pakacil.com/file/2010/02/jalur_laut.png" alt="jalur laut" title="menuju Banjarbaru melalui jalur laut" width="85" height="68" class="alignright size-full wp-image-876" />Banjarbaru tidak memiliki daerah laut atau sungai yang dapat dijadikan jalur transportasi. Karenanya, jika ingin ke Banjarbaru melalui jalur laut haruslah melalui pelabuhan laut di daerah lain. Pelabuhan laut yang terdekat dengan Kota Banjarbaru berada di Banjarmasin, yakni pelabuhan Trisakti. Sementara yang dari daerah Sulawesi, biasa menggunakan pelabuhan di Batu Licin yang kalau ditempuh dari Banjarbaru masuk dalam hitungan jam.</p>
<p>Setelah sandar di Pelabuhan Trisakti, perjalanan ditempuh ke Banjarbaru melalui jalur darat yang biasanya melalui &#8220;jalan tol&#8221;. Tapi jangan bayangkan dengan jalan tol di jawa, di sini gratis. Jarak tempuh dari Pelabuhan Trisakti ke pusat Kota Banjarbaru berkisar ±45-60 menit. Kalau nekad, bisa ditempuh dalam ±20-30 menit. Namun untuk melakukan ini, saya sarankan untuk melengkapi diri dengan asuransi jiwa yang dilengkapi dengan klausul KO akibat kecerobohan.</p>
<h3>Ilustrasi Menuju Banjarbaru</h3>
<p>Misalnya saja saya dari Malang, Jawa Timur, maka akan ada rute sebagai berikut:<br />
01. Udara =  Malang » Surabaya » Banjarbaru<br />
02. Laut = Malang » Surabaya » Banjarmasin » Banjarbaru</p>
<p>Kalau misalnya dari Bandung, maka rute yang paling pendek adalah:<br />
• Bandung » Jakarta » Banjarbaru<br />
Dulu ada direct flight dari Bandung ke Banjarbaru, sekarang sepertinya sudah tidak ada.<br />
Untuk lewat laut, terakhir saya naik kapal rute Jakarta &#8211; Banjarmasin itu pada tahun 1991, dan waktu itu makan waktu 3 hari 2 malam.</p>
<p>Kalau misalnya dari Makassar, maka rutenya adalah:<br />
• Makassar » Banjarbaru (<em>direct flight</em>)</p>
<p><img alt="pakacil" src="/file/img/line.gif" title="pakacil" class="aligncenter" width="252" height="9" /><br />
Sidang pembaca yang budiman, demikianlah tulisan kali ini, semoga tulisan kali ini dapat memberikan informasi yang berguna dan menuntun sidang pembaca ke jalan yang benar menuju Banjarbaru.</p>
<blockquote class="note"><p>Jika sidang pembaca berkenan, sudilah <del>silalahi</del> untuk berbagi informasi, baik melalui komentar atau tulisan tersendiri, bagaimana kiranya rute ke kota tempat tinggal dari bandara dan/atau dari pelabuhan terdekat. Siapa tau berguna&#8230;<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_hayal.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Mohon maaf, untuk saat ini, tulisan ini masih sebatas informasi yang siapa tau berguna, belum ada pikiran untuk menyertakan voucher berupa tiket perjalanan menuju Banjarbaru pada tulisan ini. Saya masih banyak pikiran.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_kuda_ee.gif' alt=':kudaee:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika mau ngulang baca rute perjalanan ke Banjarbaru, silakan klik tiap rute berikut ini:<br />
• <a title="jalur darat ke Banjarbaru" href="#jalur_darat">Jalur Darat</a> • <a title="jalur udara ke Banjarbaru" href="#jalur_udara">Jalur Udara</a> • <a title="jalur laut ke Banjarbaru" href="#jalur_laut">Jalur Laut</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2010/dari-indonesia-ke-banjarbaru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukannya Abang Pesimis, Neng&#8230;</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/bukannya-abang-pesimis-neng</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/bukannya-abang-pesimis-neng#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 16:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[dprd banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[pesimis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=797</guid>
		<description><![CDATA[<p>abang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!! iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.</p> <p>jadi bumerang bagaimana? optimis itu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/10/entahlah.jpg" alt="entahlah" title="entahlah" width="67" height="100" class="alignleft size-full wp-image-798" /><span style="color: #0060ff;">abang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!!</span><br />
iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">jadi bumerang bagaimana? optimis itu kan baik, masih sodaraan sama prasangka baik. kalau abang melarang optimis, bisa jadi dapat diartikan abang menyuruh untuk berprasangka buruk. gak boleh gitu bang !!!</span><br />
sabar neng, sabaaar&#8230; bukannya abang menyuruh neng berprasangka buruk. lagi pula prejudice itu gak bagus buat hati dan kesehatan, salah-salah juga bisa mengganggu kehamilan dan janin bagi yang lagi hamil. mungkin yang lebih tepat abang minta neng untuk tak berprasangka sama sekali, baik atau buruk.<br />
<span id="more-797"></span><br />
<span style="color: #0060ff;">makin gak jelas nih abang&#8230;</span><br />
kalau dipikir-pikir ya cukup jelas lah neng, coba neng pikir baik-baik&#8230; mmm&#8230; begini neng..</p>
<p><span style="color: #0060ff;">begini gimana? awas kalau ganti jadi begitu !</span><br />
duh, neng kalau galak gitu kok malah tambah manis sih&#8230;</p>
<p><span style="color: #0060ff;">halahh baaaang, model rayuan jaman perjuangan sudah gak model&#8230;  ini sudah jaman benwit bang, ingaat&#8230;</span><br />
iya deh neng, tapi bener kok, abang berani sumpah pramuka kalau neng gak percaya.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">ya sudah, mau ngomong apa tadi&#8230;</span><br />
begini neng, coba kita telaah pelan-pelan. dari 25 orang anggota DPRD Kota Banjarbaru periode 2009-2014 yang baru dilantik Jumat (9/10) kemarin itu, lebih dari separo adalah orang baru dan secara kualitatif pun dipertanyakan. kita bisa lacak dari rekam jejak mereka selama ini kan?</p>
<p><span style="color: #0060ff;">tapi kan mereka sudah hasil final. hasil pilihan rakyat dalam sistem demokrasi yang kita anut. itulah faktanya.</span><br />
bener neng, tidak ada yang menafikan itu. tapi tentu saja sistem ini tak bisa memberikan jaminan masalah kualitas. hal ini masih pula terkait dengan sistem internal partai. bagaimana pola rekrutmen mereka, penentuan caleg dan lain-lain sebagainya.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">oke&#8230; lantas korelasinya dengan optimisme itu apa? jangan-jangan ini hanya penegasan atas tipikal orang putus asa, yang cuma bisa bicara</span><br />
sebelum itu neng, abang masih merasa geli, waktu kemarin pas pelantikan ada yang marah-marah hanya karena <a href="http://pakacil.net/index.php/Banjarbaru/Jika-Tak-Dapat-Kursi.html">gak dapat tempat duduk</a>. lantas abang merasa takjub, waktu kemarin hari senin, hari pertama mereka ngantor, sudah ada yang <a href="http://pakacil.blogspot.com/2009/10/tentang-pemecah-rekor-bolos-pertama.html">berani bolos</a>. tapi kalau soal rebutan posisi sih bagi abang biasa neng, namanya juga politik, sudah kodratnya memperebutkan kekuasaan, misalnya apa yang dilakukan oleh <a href="http://pakacil.net/index.php/Banjarbaru/Kelompok-16-Kuasai-DPRD-Banjarbaru.html">kelompok 16</a> itu, bagi abang semuanya adalah permainan.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">fokus bang, fokuuuus&#8230;</span><br />
hehehe&#8230; iya ya.. cuma maksud abang, walaupun itu semua hanyalah snapshot ringan, tapi paling tidak ada sebuah gambaran minim tentang kompetensi moral, tanggung jawab, rasionalitas dll. walau ini masih sangat dini, tapi jangan lupa neng, DPRD Banjarbaru ini bukanlah DPR-RI. kita kan bisa dengan mudah mengetahui rekam jejak ke-25 orang itu, selanjutnya tinggal korelasikan dengan apa yang mereka lakukan saat ini. hasilnya, klop lah sudah sebuah gambaran sederhana tentang apa yang mungkin bakal terjadi. belum lagi ditambah faktor kurang sukanya abang bicara soal-soal pada skala besar macam DPR-RI itu, cukuplah kiranya berkutat di tingkat bawah, tapi jelas riil dan dekat dengan kehidupan kita.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">tapi itu semua masih belum juga menjawab kenapa kita tak usah optimis. kongkrit dikit kalau ngomong kenapa sih bang&#8230;</span><br />
hehehe.. iya neng, maaf, biasa ngomong sampai bebusa-busa soalnya, walau gak bakal lolos jadi penyiar. eh&#8230; iya, fokus ya&#8230; begini neng, abang khawatir, kalau kita terlampau optimis bahwa anggota DPRD Banjarbaru periode 2009-2014 ini akan membawa perubahan positif yang signifikan, namun kemudian pada kenyataan adalah sebaliknya, bukankah itu bisa menjadi bumerang. bisa kecewa sendiri nanti. jika kekecewaan macam ini terus berlanjut, maka secara perlahan kita memproduksi apatisme. manakala titik apatis ini sudah dicapai, ya sudah, ini namanya kecelakaan sejarah.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">memangnya, seberapa persen sih mereka yang kira-kira mampu mengusung perubahan pada periode ini?</span><br />
itu dia, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yang pada tataran personal memiliki jumlah anggota yang relatif lebih qualified lebih banyak saja, pada banyak pembahasan penting hanya beberapa orang yang memang memiliki komitmen. sisanya entah macam mana dan melakukan apa.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">naaah.. tuu kaaaan, abang sudah buruk sangka namanya. sebagaimana abang bilang tadi, ini memang masih terlampau dini. kita lihat sajalah nanti, semuanya kan berproses, mungkin perlu waktu untuk melakukan adjusment. siapa tau ada bakat atau kompetensi terpendam yang selama ini kita tidak tau.</span><br />
ahh&#8230; pesimis sih abang kalau untuk itu&#8230;</p>
<p><span style="color: #0060ff;">naah, kan bener, ternyata abang memang pesimis. katanya tadi bukannya pesimis, tapi sekedar untuk tidak optimis. menelan ludah sendiri itu namanya&#8230;</span><br />
mmm&#8230; ehhh&#8230; nggganuu&#8230; nganu, maksud abang kita lihat nanti saja lah&#8230;</p>
<p><span style="color: #0060ff;">ih&#8230; bener nih gak pesimis? yakiiin?</span><br />
mmm.. neng, pergi cari gorengan aja yuk? lumayan sambil minum teh panas&#8230;.</p>
<p><span style="color: #0060ff;">duuuh, yang mengalihkan perhatian. tapi&#8230; sepertinya kalau kita pesimis menarik juga lho bang, serius ini&#8230;</span><br />
heh?!? maksudnya apa nih neng?!?</p>
<p><span style="color: #0060ff;">begini bang, kalau memang memiliki mental yang positif sebagai wakil rakyat, alias wakilnya kita-kita ini, menghadapi orang-orang yang pesimis terhadap kinerjanya cuma ada satu jalan, gak ada jalan lain selain itu&#8230;</span><br />
jalan apa itu?</p>
<p><span style="color: #0060ff;">yaaa&#8230; tinggal buktikan saja kalau mereka memang pantas, sudah, gitu aja. tidak ada cara lain untuk mejawab pesimisme publik kecuali dengan bukti. tapi syaratnya ya itu tadi, harus memiliki sikap dan mental positif ! </span><br />
iya&#8230; ya&#8230; tapi, apa neng yakin kalau mereka semuanya memiliki mental dan sikap positif?</p>
<p><span style="color: #0060ff;">sudah ah, gak usah diperpanjang lagi&#8230; males&#8230;</span><br />
lho&#8230; kok gitu sih&#8230;<br />
<img src="http://pakacil.com/file/emo_ngupil.gif" alt="pakacil serius" title="pakacil serius" width="45" height="37" class="alignnone size-full wp-image-409" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/bukannya-abang-pesimis-neng/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Egois di Banjarbaru</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/mari-egois-di-banjarbaru</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/mari-egois-di-banjarbaru#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 13:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[egois]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Bukannya menolak inisiatif yang baik bagi lingkungan kami tersebut, namun saya nilai, segala sesuatu di perumahan kami sudah cukup bagus, dan masih sangat layak, baik itu jalan, drainase, penerangan jalan umumnya, dll. Lebih baik alokasi dana yang ada digunakan untuk hal lain di Banjarbaru yang lebih pantas dan lebih perlu. Lebih baik menggunakan skala prioritas. Namun, setelah gerah dengan pembangunan bundaran lutju, serta kemudian ditingkatkan menjadi tugu, yang menurut informasi saya dapat, akan dijadikan tugu yang ada jam-nya (macam jam gadang di Sumatera Barat itu mungkin), saya kian gerah. Kegerahan ini terkait dengan kronologis pembangunan ini, yang juga sudah saya ceritakan secara ringkas pada komentar saya pada tulisan Pak Ben tersebut. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/09/aku.gif" alt="aku" title="aku" width="85" height="136" class="alignleft size-full wp-image-676" /><span style="color: #800000;"><span style="color: #0000ff;">&#8220;&#8230;sifat egois itu perlu dan sangat menguntungkan  /  apalagi untuk hidup di jaman edan seperti sekarang ini  /  sebab jika di jaman edan ini kita hidup tanpa mementingkan diri sendiri  /  percayalah, susah untuk bisa senang&#8230;&#8221;</span> </span> Demikian sabda Doel Sumbang pada lagu &#8216;Aku&#8217;.</p>
<p>Bagaimana tidak enak? Entah kenapa 1 &#8211; 2 hari ini kok ya terpikir untuk egois saja terkait suatu hal di Banjarbaru ini. Apalagi jika kemudian membaca tulisan <a href="http://borneojarjua2008.wordpress.com/">Pak Ben</a> tentang tugu baru di Banjarbaru, yang berjudul <a href="http://borneojarjua2008.wordpress.com/2009/09/07/tugu-di-bundaran-mini-walikota-banjarbaru/">Tugu di Bundaran Mini Walikota Banjarbaru</a> itu, sepertinya nampak kian mempertegas niat saya untuk egois saja terkait suatu hal di Banjarbaru ini. Behh&#8230; rugi rasanya kalau tak egois. Kok bisa?<br />
<span id="more-675"></span><br />
Begini hal ihwalnya &#8230;<br />
Sudah bertahun-tahun, setiap penyusunan dan pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan juga kadang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah &#8211; Perubahan (APBD-P) saya mendapat pertanyaan yang sama dan juga selalu saya berikan jawaban yang sama.</p>
<p><span class="kutip">&#8220;bukannya saya menolak, tapi&#8230;&#8221;</span>Saya ditanya apakah kiranya yang dapat dibangun atau diperbaiki di lingkungan tempat tinggal saya, biar nanti dilaksanakan oleh Pemko Banjarbaru melalui instansi atau dinas terkait. Atas pertanyaan itu, saya kerap menjawab tidak dan/atau terima kasih. Untuk hal ini, saya yakin, sombong sedikit tentu Tuhan tak marah.</p>
<p>Bukannya menolak inisiatif yang baik bagi lingkungan kami tersebut, namun saya nilai, segala sesuatu di perumahan kami sudah cukup bagus, dan masih sangat layak, baik itu jalan, drainase, penerangan jalan umumnya, dll. Lebih baik alokasi dana yang ada digunakan untuk hal lain di Banjarbaru yang lebih pantas dan lebih perlu. Lebih baik menggunakan skala prioritas.</p>
<p>Namun, setelah gerah dengan pembangunan bundaran lutju, serta kemudian ditingkatkan menjadi tugu, yang menurut informasi saya dapat, akan dijadikan tugu yang ada jam-nya (<em>macam jam gadang di Sumatera Barat itu mungkin</em>), saya kian gerah. Kegerahan ini terkait dengan kronologis pembangunan ini, yang juga sudah saya ceritakan secara ringkas pada komentar saya pada tulisan Pak Ben tersebut.</p>
<p>Sementara itu, jika saya berjalan menyusuri sejumlah wilayah di Banjarbaru ini, ada daerah yang jalannya jauh lebih baru dan bagus jika dibandingkan dengan tempat tinggal kami, mendapatkan pengaspalan lagi sementara di tempat kami belum. Atau misalnya mengetahui ratusan juta dana untuk bantuan modal koperasi di Banjarbaru yang masih belum dapat digunakan karena suatu hal yang menurut saya sederhana. Masih banyak hal lain jika ditelaah jauh lebih dalam.</p>
<p>Dana untuk membangun tugu itu misalnya, dapat digunakan untuk membeli peralatan yang mendukung bank darah di Banjarbaru, sehingga untuk ngambil stok darah jika diperlukan kita tak mesti ke Martapura lagi. Soal darah inipun pernah saya sampaikan langsung kepada Wakil Walikota Banjarbaru, saat bertemu beliau di Banjarmasin beberapa waktu lampau, namun nampaknya saya juga harus mengerti konstelasi politik lokal yang ada.</p>
<p>Lantas&#8230; apa salah jika saya egois saja? Bukankan menguntungkan bagi pembangunan tempat tinggal kami, lagi pula bukan untuk kepentingan kantong sendiri kok&#8230; tentu bisa dimaklumi-lah&#8230; Kita gunakan hukum rimba saja. Toh paling tidak masih banyak stok apologi dan justifikasi yang tersedia. Bisa gunakan berbagai jalur yang tersedia, musrenbang (musyawarah rencana pembangunan), pos dana bantuan, dll.</p>
<p>Lagi pula, sejumlah orang mungkin sudah mencap saya egois kok&#8230; kan saya tinggal kasih pembenaran, biar tak timbul fitnah. Tak perlu dibahas kalau cap itu timbul karena tidak memperhatikan kondisi secara utuh, saya terima saja, toh sama-sama tak bikin kenyang.</p>
<p>Namun sialnya, Doel Sumbang diakhir lagunya yang berjudul &#8220;aku&#8221; itu juga bilang:</p>
<blockquote class="alert"><p>&#8230;Maka dari itulah aku berpesan wahai kaum yang muda-muda juga yang tua-tua. Mari kita pelihara sifat egois itu baik-baik. Percayalah, <strong>iblis akan selalu beserta kita</strong>&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/mari-egois-di-banjarbaru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memey itu Namanya Nurkamilah</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/memey-itu-namanya-karmila</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/memey-itu-namanya-karmila#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 04:15:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[nanang galuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Namun… *naah, sudah ada aroma gak enak nih* pada saat ajang Pemilihan Nanang Galuh Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, ternyata bukanlah Memey yang mewakili Galuh Banjarbaru, melainkan seorang gadis lain yang bernama Mutia Ananda, putri tercinta Hj. Zubaidah, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Nanang-Galuh Banjarbaru, yang sama sekali tak pernah mengikuti seleksi tingkat Banjarbaru. Kiamaaaaat… Kok bisa ??? … Begini alasannya, menurut Penyelenggara … ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-654" title="karmila_ilust" src="http://pakacil.com/file/2009/08/balada_karmila_ilust.gif" alt="karmila" width="76" height="125" />Kali ini bukan soal insiden padamnya aliran listrik saat upacara resmi peringatan hari jadi Kalimantan Selatan di Banjarbaru tempo hari yang membuat saya tertarik, soalnya kejadian macam ini sudah biasa dan tak membuat kami cengeng dan/atau disiarkan melalui jaringan nasional kalau cuma soal mati lampu, macam di beberapa daerah dibagian lain negeri nan indah ini.</p>
<p>Bukan pula karena lagu Farid Hardja yang beken itu.. oouooo.. karmila&#8230; oouooo.. karmila&#8230;, tapi kali ini kisah seorang gadis yang bernama asli Nurkamilah dan juga memiliki nama bukan sebenarnya, Memey.<br />
<span id="more-653"></span><br />
Kenapa saya tertarik dengan Memey? naaah&#8230; ini tentu ada kisahnya, ada asal muasalnya. Sebab pertama tentu karena saya adalah seorang lelaki tulen yang sempat hafal Dasa Dharma Pramuka tapi kurang telaten menabung.</p>
<p>Sebab kedua adalah, karena Memey bagi saya adalah representasi dari sebuah kinerja sistem. Sebab ini menjadi sebab utama dan terutama ketertarikan saya.  *sekali-kali meletakkan sebab utama pada urutan kedua tak masalah toh?*</p>
<p>Berawal dari sebuah ajang bernama <strong>Pemilihan Nanang Galuh</strong> tingkat Kota Banjarbaru, Memey menjadi pemenang dan dinobatkan menjadi Galuh untuk tingkat Kota Banjarbaru. Selamat &#8230;</p>
<p>Mafhumnya, Memey dan juga Nanang Banjarbaru terpilih, akan mewakili Kota Banjarbaru pada Pemilihan Nanang-Galuh tingkat Propinsi Kalimantan Selatan. Selamat lagi&#8230;</p>
<p><span class="kutip">&#8220;&#8230;Kok bisa begitu ?!?…&#8221;</span>Namun&#8230; *naah, sudah ada aroma gak enak nih* pada saat ajang Pemilihan Nanang Galuh Tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, ternyata bukanlah Memey yang mewakili Galuh Banjarbaru, melainkan seorang gadis lain yang bernama Mutia Ananda, putri tercinta Hj. Zubaidah, Ketua Panitia Penyelenggara Pemilihan Nanang-Galuh Banjarbaru, yang sama sekali tak pernah mengikuti seleksi tingkat Banjarbaru. Kiamaaaaat&#8230;</p>
<p>Kok bisa ??? &#8230;<br />
Begini alasannya, menurut Penyelenggara &#8230;</p>
<blockquote><p><strong>Tidak memiliki waktu</strong> antara ajang tingkat Banjarbaru dan Kalimantan Selatan, sehingga keikutsertaan Mutia dan Ade Khomaini (Nanang Banjarbaru terpilih) adalah melalui <strong>jalur umum</strong>, yakni melalui agensi. Mutia dan Ade berasal dari agensi yang sama.</p></blockquote>
<p>oke&#8230; kalau itu alasannya maka &#8230;</p>
<ol>
<li> Saya sangat <span style="color: #0000ff;">mempertanyakan kinerja Dinas Pariwisata</span>, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Banjarbaru. Apakah sama sekali tidak memiliki informasi tentang pelaksanaan ajang ini ditingkat propinsi yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun itu?</li>
<li> Hal lain yang tercermin dari kejadian ini adalah, munculnya sebuah pertanyaan lain, bagaimana sebenarnya <span style="color: #0000ff;">kualitas perencanaan kerja</span> yang dilakukan oleh Disparpora Kota Banjarbaru?</li>
<li> Melalui jalur umum?  Pada sisi lain propinsi sudah menjelaskan bahwa mereka yang bersaing di provinsi adalah hasil penjaringan di tingkat kabupaten/kota. <span style="color: #0000ff;">Siapa yang melakukan kebohongan</span>? Apakah propinsi yang tetap menerima jalur umum? atau Banjarbaru yang mengatakan bahwa yang dikirim oleh Banjarbaru itu merupakan hasil penjaringan?</li>
</ol>
<p>Setidaknya sudah 2 hari ini sebagian media massa di Kalsel mengangkat kejadian ini, namun belum terlihat ulasan tentang pertanyaan ketiga di atas itu.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-411" title="hehehe..." src="http://pakacil.com/file/emo_pentung.gif" alt="hehehe..." width="122" height="32" />Sialnya atau mantapnya, saya yang memang tak pernah suka terhadap ajang macam ini, atau ajang putri-putrian dan miss-miss-an, seolah-olah mendapat durian runtuh, untuk kian tak menyukai ajang macam ini. ckckckck&#8230; tak salah mungkin kalau kali ini saya merasa sangat beruntung dengan kejadian ini.</p>
<blockquote class="note"><p><img class="alignleft" title="applaus" src="http://pakacil.com/file/emo_tepuktangan.gif" alt="applaus" width="48" height="32" /></p>
<p>Pada sisi lain, saya turut merasa bangga dengan sikap yang diambil oleh Nurkamilah (Memey, -nama panggilannya) yang memutuskan untuk mengembalikan gelar dan semua hadiah yang telah diterimanya kepada penyelenggara. Salut &#8230;</p></blockquote>
<p>Sungguh&#8230; jika misalnya ada semacam penalti dari propinsi untuk Banjarbaru atas kejadian ini, misalnya saja Banjarbaru dilarang untuk mengikuti ajang Pemilihan Nanang-Galuh tingkat Propinsi Kalimantan Selatan tahun depan, maka saya akan termasuk salah seorang yang akan sangat super duper ikhlas menerimanya. Bahkan saya sangat berharap harus ada putusan yang bersifat punishment atas hal ini.</p>
<p>Sebagai pribadi atau individu, dan atas dasar pandangan subyektif, saya memang sudah dari sana-nya tak suka atas ajang macam ini. Namun, dalam kapasitas sebagai warga Banjarbaru, saya merasa malu&#8230;<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-391" title="emo_geleng" src="http://pakacil.com/file/emo_geleng.gif" alt="emo_geleng" width="32" height="32" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/memey-itu-namanya-karmila/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RT Terkotor di Kota Banjarbaru</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/rt-terkotor-di-kota-banjarbaru</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/rt-terkotor-di-kota-banjarbaru#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 16:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[kotor]]></category>
		<category><![CDATA[RT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=522</guid>
		<description><![CDATA[Bagi saya bukan persoalan adipura atau tidaknya, tapi persoalan budaya akan kebersihan lingkungannya yang sangat penting. Adipura itu cuma sekedar bonus, door prize. Tapi jika budaya itu sudah terbangun, maka yang akan diuntungkan bukan orang lain, tapi masyarakat sendiri. Apalagi saya termasuk orang yang meyakini bahwa 2 hal utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan dan kesehatan. Karena itulah, saya merasa perlu adanya sebuah sistem yang secara sistemik perlahan-lahan mampu membangun kultur peduli akan kebersihan lingkungan. Bukan berarti Banjarbaru tidak bersih. Justru karena bagi saya Banjarbaru ini bersih, karenanya perlu terus di jaga dan ditingkatkan. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_523" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img src="http://pakacil.com/file/2009/06/bakar_sampah.jpg" alt="membakar sampah" title="bakar sampah" width="250" height="188" class="size-full wp-image-523" /><p class="wp-caption-text">membakar sampah</p></div>Suatu pagi di Sragen, sebuah daerah yang terkenal akan pelayanan publiknya di negeri ini, saya saat itu bersama dengan salah satu kepala kantor di Banjarbaru tengah menikmati sarapan di salah satu warung di ruas jalan utama Kota Sragen.Mata saya tanpa sengaja melihat seorang pemilik toko yang asyik menyapu jalan. Tidak hanya menyapu halaman tokonya saja, tapi benar-benar menyapu jalan raya, sampai dengan median jalan.</p>
<p>Sekeluarnya dari warung, sembari berjalan menuju Kantor Bupati Sragen yang menjadi tujuan, sebuah snapshot kecil itu terus membayangi saya. Bahkan sampai saat ini. Karena bagi saya hal itu bercerita tentang banyak hal. Terutama tentang sebuah budaya. Itulah salah satu hal yang membuat saya kemudian terbayangkan sesuatu untuk Kota Banjarbaru, tempat tinggal saya.<br />
<span id="more-522"></span><br />
Dalam sebuah perbicangan sampai jam 2 pagi beberapa hari kemarin dengan seorang rekan yang kebetulan dari Pemko Banjarbaru, saya melontarkan sebuah ucapan.</p>
<p>&#8220;<span style="color: #0000ff;">Kalau saja saya yang menjadi Walikota Banjarbaru, maka saya cukup mengeluarkan dana tak lebih dari 50 juta rupiah pertahun. Untuk terus menjaga dan meningkatkan kebersihan Kota Banjarbaru ini, di seluruh wilayahnya</span>.&#8221;</p>
<p>Apalagi Banjarbaru baru saja memperoleh Adipura yang konon merupakan lambang pencapaian di bidang kebersihan wilayah itu. Sebagaimana kata orang bijak,  *<span style="color: #808080;">karena saya turut menyampaikannya, maka bisa jadi saya juga bijak ya?</span>*, mempertahankan itu jauh lebih sulit dari pada meraihnya.</p>
<p>Bagi saya bukan persoalan adipura atau tidaknya, tapi persoalan budaya akan kebersihan lingkungannya yang sangat penting. Adipura itu cuma sekedar bonus, <em>door prize</em>. Tapi jika budaya itu sudah terbangun, maka yang akan diuntungkan bukan orang lain, tapi masyarakat sendiri. Apalagi saya termasuk orang yang meyakini bahwa 2 hal utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan dan kesehatan.</p>
<p>Karena itulah, saya merasa perlu adanya sebuah sistem yang secara sistemik perlahan-lahan mampu membangun kultur peduli akan kebersihan lingkungan. Bukan berarti Banjarbaru tidak bersih. Justru karena bagi saya Banjarbaru ini bersih, karenanya perlu terus di jaga dan ditingkatkan.</p>
<p>Kembali ke soal duit 50 juta tadi ya &#8230;</p>
<p>Begini sodara-sodara&#8230; dengan dana itu, saya *<span style="color: #808080;">kalap&#8230; membayangkan sudah jadi Walikota Banjarbaru</span>* akan membuat sebuah program RT Terbersih dan RT Terkotor se-Kota Banjarbaru. Program yang dilakukan secara kontinyu alias terus menerus saban tahun, bahkan bisa jadi 1 tahun itu 2 kali.</p>
<p>Bagi saya, penekanan utama justru pada pengumuman atau publikasi <strong>RT paling kotor</strong> tersebut, yang dapat menjadi semacam <em>shock therapy</em> bagi mereka yang memperolehnya. Jangan salah, bukan berarti RT yang memperoleh predikat terkotor ini tidak memperoleh hadiah ya&#8230; sebab mereka juga akan diberikan hadiah dalam bentuk piagam dan publikasi gratis. Apalagi tidak semua ketua RT itu memiliki peluang macam Manohara, yang selalu mendapat publikasi luas dan berhasil membuat saya bosan melihat wajahnya di tipi.</p>
<blockquote><p>Menggunakan konsep <span style="color: #0000ff;">reward and punishment</span>, itulah dasarnya, terutama pada bagian punishment-nya itu, bukan mustahil dapat membentuk sebuah budaya peduli akan kebersihan. Apalagi publikasi tentang mereka yang paling bersih tentu sudah biasa, maka kemudian yang diperlukan adalah langkah yang tidak biasa.</p></blockquote>
<p>Apakah ada implikasinya? owhh&#8230; tentu, tentu ada. Terutama bagi mereka yang mendapatkan predikat sebagai RT paling kotor di Banjarbaru.</p>
<p>Bisa jadi Ketua RT-nya akan merasa pusing-pusing, mual-mual, mengalami gangguan tidur, bibir pecah-pecah, serta gangguan pencernaan *<span style="color: #808080;">lho&#8230; perasaan kok ngawur ya? jelas sekali kalau ini ngawur</span>*. Cuma maksud saya adalah, rasa malu, yaa&#8230; malu. Karena program macam ini dapat menimbulkan rasa malu pada pihak-pihak tertentu. Tapi sebagaimana prinsip yang saya anut, bermasalah dengan 1 orang untuk membangkitkan 99 orang lainnya itu adalah sebuah hal yang wajar. Riak kecil untuk kepentingan yang lebih besar itu tak masalah. Kalau memang harus demikian, lagi pula kita tak mungkin menyenangkan seluruh orang, itu hanya sebuah utopia.<br />
<span class="kutip">Ada perbedaan yang sangat jelas antara malu akibat kesalahan sendiri dan dipermalukan</span></p>
<p>Lagi pula, ada perbedaan yang sangat jelas antara malu akibat kesalahan sendiri dan dipermalukan. Sementara program ini bukanlah untuk mempermalukan, tapi menimbulkan efek malu.</p>
<p>Namun kemudian, juga tetap diperlukan adanya <em>guideline</em> yang rigid tentang mekanisme penilaian agar tidak bias. Inilah jalan tengah agar tidak muncul riak-riak yang tidak perlu atau bahkan mungkin resistensi dari kelompok tertentu. Guideline ini memberikan batasan atau parameter yang jelas, bagaimana sebuah RT itu dikatakan kotor. Tentu pula menggunakan sistem indeks yang dapat mengakomodir perbedaan kondisi wilayah RT yang ada di Banjarbaru. Karena tidak bisa dipungkiri, secara normatif, tentu lebih mudah mengelola kebersihan dan kerapian lingkungan kompleks perumahan dari pada yang bukan.</p>
<p>Seusai saya menyampaikan apa yang ada dalam pikiran saya tentang hal itu, tiba-tiba beliau menyahut,&#8230; &#8220;&#8230;kalau tidak salah, kalau bisa itu akan direncanakan mulai tahun 2010&#8230;&#8221;.</p>
<p>Saya jelas kaget dan senang, ternyata ada pikiran yang sama, dan kemudian pada suatu siang, iseng-iseng saya kontak Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Ruang Kota Banjarbaru, Bapak Drs. Hilman Karim, MM., untuk sekedar bertanya tentang kebenaran bahwa ada pemikiran dan konsep sejenis di Banjarbaru.</p>
<p>Beliau, Pak Hilman, menyampaikan bahwa benar ada konsep yang beliau miliki tentang hal sejenis dan sekaligus berharap agar bisa direalisasikan pada tahun yang akan datang. Saking senangnya saya, tak lagi bertanya lebih jauh macam apa detil konsep yang beliau miliki. Cukuplah saya senang bahwa akan ada sebuah sistem yang mampu terus menjaga dan meningkatkan kebersihan Banjarbaru ini, serta secara perlahan dapat menumbuhkan budaya positif secara komunal.</p>
<p>Apalagi saya meyakini, bahwa efek positif yang ditimbulkan oleh hal macam ini jauh lebih banyak dari pada tidaknya *<span style="color: #888888;">yang cuma rasa malu itu saja</span>*, dan efek positif itu tidak hanya soal kebersihan dan kesehatan. </p>
<p>Kalau tidak salah, sudah ada pula daerah yang melakukan hal sejenis, paling tidak yang saya ketahui adalah Kota Sukabumi, dengan program Kelurahan Terbersih dan Terkotornya.<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-415" title="tepuk tangan dulu" src="http://pakacil.com/file/emo_tepuktangan.gif" alt="tepuk tangan dulu" width="48" height="32" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/rt-terkotor-di-kota-banjarbaru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjarbaru</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2009 01:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjarbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Namun kali ini, saya tidak akan bicara banyak soal Banjarbaru. Tidaklah saya akan kesana-kemari berbicara tentang kota ini. Tidak akan bicara soal rencana Banjarbaru yang akan dijadikan pusat pemerintahan propinsi Kalimantan Selatan, tidak akan bicara soal Lembaga Pemasyarakatan kelas I yang sedianya akan dibangun di Banjarbaru, tidak akan bicara persoalan birokrasi ataupun kondisi sosial politik di Banjarbaru. Tulisan ini termuat dalam kategori Mengitari Banjarbaru, dan salah satu sudut yang akan saya kitari kali ini adalah Banjarbaru di dunia maya. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kota Banjarbaru, atau pendeknya saja, <strong>Banjarbaru</strong>, yang merupakan sebuah kota yang terletak di perlintasan utama di Propinsi Kalimantan Selatan, merupakan tempat tinggal saya saat ini, dan bahkan saya harapkan untuk selamanya. Ada rasa tak berdaya jika harus keluar dari kota ini. Konon pula Banjarbaru selalu berbenah dan berusaha untuk selalu menjadi yang terbaik di Kalimantan Selatan. Sebuah ambisi yang positif. Sebagai warga Banjarbaru, rasanya mustahil bagi saya untuk tidak mendukung dan mengamini keingingan tersebut.</p>
<blockquote><p>Namun kali ini, saya tidak akan bicara banyak soal Banjarbaru. Tidaklah saya akan kesana-kemari berbicara tentang kota ini. Tidak akan bicara soal rencana Banjarbaru yang akan dijadikan pusat pemerintahan propinsi Kalimantan Selatan, tidak akan bicara soal Lembaga Pemasyarakatan kelas I yang sedianya akan dibangun di Banjarbaru, tidak akan bicara persoalan birokrasi ataupun kondisi sosial politik di Banjarbaru.</p></blockquote>
<p style="text-align: left;">Tulisan ini termuat dalam kategori <strong>Mengitari Banjarbaru</strong>, dan salah satu sudut yang akan saya kitari kali ini adalah Banjarbaru di dunia maya.<br />
<span id="more-490"></span><br />
<img class="aligncenter" title="Developing Banjarbaru" src="http://banjarbaru.net/images/banjarbaru_1.jpg" alt="" width="500" height="124" /></p>
<p>Bukan tentang Banjarbaru di dunia maya yang terkait dengan Pemerintah Kota-nya atau Pemko, tapi dunia maya Banjarbaru yang lahir dan tumbuh dari masyarakatnya.</p>
<p><strong>Direktori Usaha Online Banjarbaru</strong></p>
<div id="attachment_491" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-491" title="www.banjarbaru.net" src="http://pakacil.com/file/2009/06/banjarbaru_net.jpg" alt="www.banjarbaru.net" width="200" height="196" /><p class="wp-caption-text">www.banjarbaru.net</p></div>
<p>Ini merupakan sebuah media khusus untuk mempublikasikan usaha atau bisnis warga Banjarbaru dalam format sebuah direktori usaha online. Seluruh pelaku usaha di Banjarbaru diberikan kesempatan untuk memasukkan data usaha pada direktori tersebut.</p>
<p>Media yang dapat diakses melalui alamat <a href="http://banjarbaru.net" target="_blank">www.banjarbaru.net</a> ini memberikan fasilitas secara gratis kepada seluruh pelaku usaha di Kota Banjarbaru, atau pada seluruh warga Banjarbaru yang ingin mempublikasikan usahanya. Pada media tersebut tersedia ragam klasifikasi usaha yang mungkin sesuai dengan bidang usaha masing-masing pelaku usaha di Banjarbaru.</p>
<p>Jadi, jika Anda merupakan seorang pemilik usaha di Banjarbaru, dalam klasifikasi apapun, selama tidak bertentangan dengan hukum, sangat dipersilakan untuk menggunakan media tersebut secara gratis. <del>selama pengelolanya sanggup terus membiayai.</del></p>
<p><strong>Forum Diskusi Online Kota Banjarbaru</strong></p>
<div id="attachment_492" class="wp-caption alignleft" style="width: 208px"><img class="size-full wp-image-492" title="www.banjarbaru.org" src="http://pakacil.com/file/2009/06/banjarbaru_org.jpg" alt="www.banjarbaru.org" width="198" height="236" /><p class="wp-caption-text">www.banjarbaru.org</p></div>
<p>Banjarbaru, konon berniat untuk menjadi kota pendidikan di Kalimantan Selatan. Sebuah niat mulia. Pendidikan dapat dilakukan tentu tidak hanya secara formal. Pendidikan dalam arti luas tentu dapat menggunakan media yang sangat beragam pula. Salah satunya yang ada adalah media dalam bentuk Forum Diskusi Online Kota Banjarbaru.</p>
<p>Forum online ini memungkinkan bagi warga Banjarbaru di manapun berada untuk saling tukar pendapat <del>dan pendapatan</del> tentang ragam hal terkait Banjarbaru.</p>
<p>Bahkan, jika ada bukan orang Banjarbaru, namun menginginkan untuk terlibat, tentu sama sekali tidak ada larangan. Kenapa tidak? hanya saja secara umum forum tersebut memang dimaksudkan untuk  Banjarbaru.</p>
<p>Jadi, jika Anda adalah orang Banjarbaru yang ingin berbagi bersama secara online, maka Forum diskusi online Kota Banjarbaru tersebut dapat diakses secara langsung melalui alamat <a href="http://banjarbaru.org" target="_blank">www.banjarbaru.org</a>.</p>
<p><strong>Banjarbaru Online News</strong></p>
<div id="attachment_493" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-493" title="www.banjarbaru.com" src="http://pakacil.com/file/2009/06/banjarbaru_com.jpg" alt="www.banjarbaru.com" width="200" height="97" /><p class="wp-caption-text">www.banjarbaru.com</p></div>
<p>Nah.. kalau yang satu ini merupakan sebuah media informasi tentang Kota Banjarbaru, semacam koran onlinenya Kota Banjarbaru yang menggunakan sistem jurnalisme publik atau citizen journalism. Warga Banjarbaru yang tergabung di dalamnya dapat menginformasikan ragam hal tentang Kota Banjarbaru. Singkatnya, yang jadi wartawan media tersebut adalah warga Banjarbaru sendiri.</p>
<p>Media dari dan untuk warga Banjarbaru tersebut dapat diakses melalui alamat www.banjarbaru.com</p>
<p>Namun, menurut pengelolanya, sampai tulisan ini dipublikasikan (pada Juni 2009 ini) media tersebut masih dalam tahap akhir pematangan. Karena untuk membangun sebuah media online berbasis jurnalisme publik memang memerlukan perhatian dan persiapan khusus.</p>
<p>Semoga saja media ini akan dapat diluncurkan dalam waktu tak lama lagi.</p>
<p><strong>Blogger Banjarbaru Menulis (BBM)</strong></p>
<div id="attachment_494" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-494" title="Blogger Banjarbaru Menulis" src="http://pakacil.com/file/2009/06/banjarbaru_blogger.jpg" alt="Blogger Banjarbaru Menulis" width="200" height="214" /><p class="wp-caption-text">Blogger Banjarbaru Menulis</p></div>
<p>Kalau dengan yang satu ini, mungkin blogger Kalimantan Selatan yang tergabung dalam <a href="http://kayuhbaimbai.org" target="_blank">Komunitas Kayuh Baimbai</a> tentu sudah mengenalnya, karena BBM atau Blogger Banjarbaru menulis memang merupakan Sub-Komunitas Kayuh Baimbai untuk wilayah Kota Banjarbaru. Sebagaimana <a href="http://seribusungai.org" target="_blank">Blogger Seribu Sungai</a> untuk wilayah Kota Banjarmasin.</p>
<p>Selain merupakan sebuah aggregator blog bagi para anggotanya, media BBM juga memberikan informasi seputar aktifitas blogger Banjarbaru yang tergabung dalam Komunitas Kayuh Baimbai.</p>
<p>Hanya dengan mengunjungi <a href="http://blog.banjarbaru.org" target="_blank">www.blog.banjarbaru.org</a>, kita sudah dapat memperoleh informasi tentang posting terbaru rekan-rekan blogger dari Banjarbaru yang tergabung dalam BBM dan Kayuh Baimbai. Media BBM ini dimiliki dan dikelola oleh rekan-rekan Blogger Banjarbaru, pihak Banjarbaru Online hanya menyediakan sub-domain dan hosting saja.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Apalagi ya &#8230;</p>
<p>Mungkin itu dulu, walau sebetulnya banyak lagi media online yang dimiliki oleh mereka dari Banjarbaru, namun saya hanya bicara dan berbagi tentang media yang diperuntukkan untuk Banjarbaru secara keseluruhan, dan bukan perorangan serta media yang dikelola secara nirlaba. Kalau ada informasinya, mungkin dapat ditambahkan dan tentu saja selain media resmi milik pemerintah.</p>
<p>Sebenarnya, 2 (dua) dari media online tentang Banjarbaru tersebut, yakni direktori usaha Banjarbaru dan Forum Diskusi Online Banjarbaru, sebenarnya telah ada sejak 2007, namun entah kenapa rasanya masih kurang maksimal dimanfaatkan. Mau memanfaatkan media itu atau tidak sungguh adalah sebuah pilihan dan hak mutlak tiap orang, sementara saya hanya berusaha untuk melakukan dan memberikan apa yang mampu saya lakukan dan berikan untuk Banjarbaru, kota yang saya diami dan cintai ini. Tidak lebih. <del>Paling cuma nitip satu dua link</del>.</p>
<p>Akhirnya, bagi mereka yang ingin melalui jalan singkat menuju seluruh media online tentang Kota Banjarbaru melalui sebuah halaman berikut :</p>
<div id="attachment_496" class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-496" title="Banjarbaru Online" src="http://pakacil.com/file/2009/06/banjarbaru_online1.jpg" alt="Banjarbaru Online" width="200" height="282" /><p class="wp-caption-text">Banjarbaru Online</p></div>
<p style="text-align: center;"><a href="http://banjarbaru-online.com" target="_blank">www.banjarbaru-online.com</a></p>
<p style="text-align: center;"> <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjarbaru jadi Daerah Broker? Kenapa Tidak!</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-jadi-daerah-broker-kenapa-tidak</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-jadi-daerah-broker-kenapa-tidak#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 18:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Broker]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Banjarbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=461</guid>
		<description><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seseorang yang kebetulan menjadi seorang kepala bagian di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Dalam obrolan sampai pagi tersebut, beliau bertanya, &#8220;&#8230;dari mana sebenarnya sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Banjarbaru yang nampak terus mengingkat itu? Padahal Banjarbaru tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan dan tidak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan seseorang yang kebetulan menjadi seorang kepala bagian di salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan. Dalam obrolan sampai pagi tersebut, beliau bertanya, &#8220;&#8230;dari mana sebenarnya sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Banjarbaru yang nampak terus mengingkat itu? Padahal Banjarbaru tidak memiliki sumber daya alam yang dapat diandalkan dan tidak sebesar Kota Banjarmasin&#8230;&#8221;</p>
<p>Berawal dari pertanyaan itulah obrolan berkembang ke banyak sisi, termasuk tentu saja isu-isu seputar <a href="http://walikota.net" target="_blank">pemilihan walikota Banjarbaru 2010</a> nanti, soal ini memang selalu menarik bagi sebagian orang di Banjarbaru. Obrolan lebih mengarah pada diskusi dalam bentuk studi kasus beberapa hal di kabupaten beliau dan di Banjarbaru, sepanjang yang saya tahu tentu saja.<br />
<span id="more-461"></span><br />
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 175px"><img alt="Menuju Kota Banjarbaru" src="http://id.banjarbarukota.go.id/images/tobjb.jpg" title="menuju kota banjarbaru" width="165" height="248" /><p class="wp-caption-text">Menuju Kota Banjarbaru</p></div>Banjarbaru, menurut laporan profile ekonomi Kota Banjarbaru yang saya miliki, sebagian besar PAD-nya ditumpukan pada Pajak dan Retribusi Daerah, memang harus terus berbenah. Pada kesempatan obrolan itulah, saya sampaikan kembali kepada beliau sebuah usul usil saya untuk menjadikan Banjarbaru ini sebuah <em>daerah broker</em> di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Sebenarnya, celetukan &#8216;daerah broker&#8217; ini juga pernah saya sampaikan kepada salah satu pejabat eselon II di Kota Banjarbaru, yang saat ini masih aktif. Alasannya sederhana, karena Banjarbaru tidak memiliki potensi dalam bentuk sumber daya alam sebagaimana daerah lain di Kalimantan Selatan, tidak pula memiliki luasan wilayah sebagaimana daerah lain di Kalsel ini. Bahkan saya pribadi merasa sangat bersyukur Banjarbaru tidak memiliki SDA dalam bentuk batu bara misalnya, atau ada luasan lahan yang memungkinkan dijadikan perkebunan sawit.</p>
<p>Bagi saya keunggulan Banjarbaru justru dimiliki oleh posisi geografisnya. Saya sangat sepakat dengan hal ini yang juga telah berulang kali disampaikan oleh <a href="http://id.banjarbarukota.go.id" target="_blank">Pemko Banjarbaru</a> sendiri. </p>
<p>Ya&#8230; Kota Banjarbaru terletak di perlintasan utama propinsi Kalimantan Selatan dengan akses bandara yang ada di Banjarbaru, serta akses yang sangat mudah menuju pelabuhan dari Banjarbaru. Mengingat 2 (dua) hal tersebut itulah, ketiadaan SDA dan posisi geografis, saya mengusulkan agar Banjarbaru dijadikan <em>daerah broker</em> di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Saya tidak begitu peduli dengan istilah, kalaupun istilah daerah broker dirasa terlampau <em>jalanan</em>, maka silakan saja bagi yang senang berdebat soal istilah untuk onani dengan macam-macam istilah. Karena saya bicara substansi.</p>
<p>Banjarbaru dan posisinya, memungkinkan Banjarbaru untuk menjadi gerbang dan etalase bagi Kalimantan Selatan. Contoh yang akan saya berikan hanya untuk dua hal. Banjarbaru dapat menjadi sentra etalase produk kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Tentang hal ini bisa jadi akan terdapat dua format, yakni lokasi dan event. Banjarbaru dapat mengambil inisiatif. </p>
<p>Namun untuk hal ini, jangan bicara soal keuntungan bagi Kota Banjarbaru secara instan, karena kita tidak bicara soal membuat mie instant atau main sulap. Apa yang dibicarakan adalah sebuah proses dan efek domino yang akan ditimbulkannya bagi Kota Banjarbaru. </p>
<p>Contoh kedua yang saya sampaikan adalah dalam bidang pariwisata. Tentu saja hal ini didasarkan pada kepedulian saya pribadi tentang seni budaya Kalimantan Selatan. Banjarbaru, dalam benak saya harus dapat mengambil inisiatif sebagai daerah pelestarian dan pengembangan budaya Banjar. Lagi-lagi efek domino atas hal ini</p>
<blockquote><p>Banjarbaru tidak perlu memiliki segala sesuatu untuk berkembang, namun Banjarbaru dapat menggunakan kelemahan tersebut menjadi sebuah kekuatan. Banjarbaru dapat menggunakan keunggulan daerah lain di Kalimantan Selatan untuk kepentingannya.
</p></blockquote>
<p>Dan secara normatif, sebagaimana mafhumnya ragam ide lainnya, tentu saja pengelolaan dan pengembangan yang tepat menjadi kunci utama. Pengelolaan tidak dapat dijadikan semacam rutinitas belaka. Tidak cukup dijadikan sekedar dijadikan program rutin Pemerintah Kota Banjarbaru, karena dalam implementasinya memerlukan kegesitan pengelolaan dan pengembangan.</p>
<p>Obrolan sampai pagi dengan salah satu kepala bagian di hulu sungai itu juga kian menyakinkan saya. bahwa sebenarnya peluang untuk menjadikan Banjarbaru sebagai etalase Kalimantan Selatan, mengingat berbagai kendala yang mereka miliki. Keuntungan sebenarnya tidak hanya akan dimiliki oleh Banjarbaru, namun daerah lain di Kalimantan Selatan. <em>Simbiosis mutualisme</em>-lah.<br />
<img src="http://pakacil.com/file/emo_mikir.gif" alt="pakacil mikir" title="pakacil mikir" width="32" height="32" class="alignnone size-full wp-image-405" /><br />
Jika ada yang mengatakan bahwa pemikiran ini telampau mentah, maka akan saya katakan iya, benar. Pada dasarnya ini adalah sebuah stimulus bagi saya pribadi untuk selalu concern dengan perkembangan Banjarbaru. Saya juga selalu berusaha mengkomunikasikan ragam hal tentang Banjarbaru dengan sejumlah unsur di Banjarbaru, terlepas dari dipakai ataupun tidak. Dipakai yang syukur, tidak dipakai pun tidak masalah.</p>
<p>Pemikiran mentah ini memang harus dipikirkan lebih jauh, lagi pula sebenarnya telah ada konsep² lebih mendetail tentang hal yang tersebut diatas, namun tetap saja masih memerlukan analisa yang lebih dalam. Karenanya, kalau ada yang mau ikutan memikirkan yaa lebih bagus, mengkritisi juga oke bahkan perlu. Namun dalam perhatian utama saya, tetap harus mengacu pada dua kunci utama, yakni proses dan efek domino.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-jadi-daerah-broker-kenapa-tidak/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPT Rangkap di Banjarbaru</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/dpt-rangkap-di-banjarbaru</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/dpt-rangkap-di-banjarbaru#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 08:13:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Pemilih Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<p>&#8220;lagi dimana?&#8221; &#8220;dirumah Pak, tapi belum mandi&#8230;&#8221;, salah satu jawaban aneh saya, padahal orang tak menanyakan apakah saya sudah mandi atau belum &#8220;kalau begitu mandi, dan langsung ke sini&#8230;&#8221; &#8220;ke mana Pak?&#8221; &#8220;ke rumah&#8230;&#8221; &#8220;oke&#8230;&#8221;.</p> <p>Saya berbegas mandi dan kemudian meluncur ke tempat tujuan yang tentu saja sebelumnya telah berpakaian lengkap dan rapi jali. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;lagi dimana?&#8221;<br />
&#8220;dirumah Pak, tapi belum mandi&#8230;&#8221;, salah satu jawaban aneh saya, padahal orang tak menanyakan apakah saya sudah mandi atau belum<br />
&#8220;kalau begitu mandi, dan langsung ke sini&#8230;&#8221;<br />
&#8220;ke mana Pak?&#8221;<br />
&#8220;ke rumah&#8230;&#8221;<br />
&#8220;oke&#8230;&#8221;.</p>
<p>Saya berbegas mandi dan kemudian meluncur ke tempat tujuan yang tentu saja sebelumnya telah berpakaian lengkap dan rapi jali. T-Shirt Aruh Blogger serta celana pendek sedikit di bawah lutut. Sebagaimana biasa, saya berjumpa di sisi rumah sembari duduk-duduk dan ngobrol. Namun kali ini agak serius.<br />
<span id="more-237"></span>&#8220;sudah perhatikan daftar pemilih tetap (DPT) di sini?&#8221; tanya beliau.<br />
&#8220;sudah, ada pemilih yang rangkap&#8230;&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;apa ini memang ada permainan?&#8221;<br />
&#8220;entahlah, mana saya tau. Mungkin hanya kesalahan teknis yang menimbulkan kekesalan&#8221;.<br />
&#8220;soalnya di beberapa titik di Banjarbaru ini sudah pasti ada daftar pemilih yang rangkap&#8221;.</p>
<p>Saya kembali menatap daftar pemilih pada salah satu TPS itu dengan cara seksama dan menelusuri satu persatu nama yang rangkap beserta alamatnya. Hasilnya hanya ada 1 (satu) nama yang memiliki alamat sama namun nomor induk kependudukan (NIK) atau nomor KTP yang berbeda. Selebihnya sama. Asumsi saya, ini cuma kesalahan teknis, mungkin karena proses copy-paste.</p>
<p>Ada hal-hal yang sudah jelas, bahwa distribusi kartu suara ke tiap-tiap TPS tergantung pada jumlah pemilih terdaftar. Aturan menyebutkan bahwa kartu suara cadangan hanya sejumlah 2% dari pemilih terdaftar pada TPS bersangkutan. Jika ada pemilih tetap yang rangkap namun sudah dilaporkan jumlahnya, maka kartu suara itu jelas lebih dari 2% dari kartu suara cadangan.</p>
<p>&#8220;apa mungkin akan terjadi mobilisasi pemilih dengan modus perpindahan lokasi pemilih? Karena proses itu dimungkinkan&#8221;</p>
<p>&#8220;bisa jadi Pak, tapi rasanya tidak. Karena hal itu sangat beresiko. Yang terbaik sekarang adalah melaporkan hal ini secara resmi kepada KPU Banjarbaru. Secara resmi Pak, bukan lisan atau informal. Kalau bisa laporan tertulis&#8221;.</p>
<p>&#8220;ya, ini akan segera dilaporkan&#8221;</p>
<p>Rupanya persoalan carut marut daftar pemilih tetap ini juga terjadi di Banjarbaru. Namun persentasenya kecil, tidak terlalu signifikan, asumsi saya ini bukanlah sebuah usaha terstruktur untuk melakukan hal-hal tertentu oleh pihak-pihak tertentu pula. Hanya sekedar kesalahan teknis. Tidak akan sampai mengganggu proses pemilu di Banjarbaru secara keseluruhan, apalagi secara nasional. Penyelesaiannya sangat mudah.</p>
<p>Namun di balik itu, ada hal yang saya nilai cukup strategis dan urgen untuk dilakukan oleh Pemerintah Republik ini. Yakni pemberlakuan nomor indentitas tunggal atau SIngle Identification Number (SIN), terkait sistem administrasi kependudukan warga negara Indonesia yang selama ini telah didengungkan. Karena sistem administrasi kependudukan yang valid inilah yang akan dapat mengantisipasi berbagai hal.</p>
<p>Makanya, kalau saya jadi Walikota Banjarbaru, salah satu langkah strategis pertama yang saya lakukan adalah mengurusi administrasi kependudukan ini biar ketahuan semua data penduduk Banjarbaru. Itu kalau saya jadi Walikota, karena saya tak mau jadi anggota DPRD.</p>
<p> <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_berkuda.gif' alt=':kuda:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/dpt-rangkap-di-banjarbaru/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS Publik Banjarbaru Bermasalah?</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/sms-publik-banjarbaru-bermasalah</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/sms-publik-banjarbaru-bermasalah#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 21:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[SMS publik banjarbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Februari lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru meluncurkan sebuah layanan baru. Hasil kerja sama Pemerintah Kota Banjarbaru dengan PT Telkom Kalimantan Selatan ini adalah sebuah bentuk Layanan SMS Pengaduan Pemerintah Kota Banjarbaru. Namun ternyata, tak lama sejak peluncuran sistem tersebut dan sampai akhir-akhir ini masih ada saja suara ketidakpuasan tentang layanan SMS Publik Pemko Banjarbaru ini.</p> ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Februari lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru meluncurkan sebuah layanan baru. Hasil kerja sama Pemerintah Kota Banjarbaru dengan PT Telkom Kalimantan Selatan ini adalah sebuah bentuk Layanan SMS Pengaduan Pemerintah Kota Banjarbaru. Namun ternyata, tak lama sejak peluncuran sistem tersebut dan sampai akhir-akhir ini masih ada saja suara ketidakpuasan tentang layanan SMS Publik Pemko Banjarbaru ini.</p>
<p>Layanan SMS ini menggunakan nomor premium <strong>7006 </strong>dengan menggunakan kata kunci (<em>keyword</em>) untuk hal-hal yang ingin disampaikan kepada Pemko Banjarbaru, baik berupa informasi, pengaduan, saran dan kritik. Setidaknya ada dua hal utama yang menjadi perhatian utama dan menghiasi berita tentang Banjarbaru di media massa cetak.</div>
<p><span id="more-230"></span></p>
<div style="text-align: justify;">2 (dua) hal utama tersebut adalah:</div>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Hanya mampu melayani 1 operator, dalam hal ini layanan CDMA milik telkom, yakni Flexi</li>
<li style="text-align: justify;">Tarif lebih tinggi dari tarif SMS normal, yakni Rp 500,- untuk tiap SMS yang dikirimkan ke layanan tersebut</li>
</ul>
<div style="text-align: justify;">
<div id="attachment_532" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px"><img class="size-full wp-image-532" title="sms_publik_7006" src="http://pakacil.com/file/2009/03/sms_publik_7006.jpg" alt="Layanan SMS Publik" width="225" height="199" /><p class="wp-caption-text">Layanan SMS Publik</p></div>
<p>Melalui sebuah penjelasan, Pemerintah Kota Banjarbaru mengatakan bahwa pada awalnya mereka tidak mengetahui tentang kedua hal tersebut diatas, sementara pada kesempatan lain, PT. Telkom  melalui Kancatel Banjarbaru menyatakan bahwa kedua hal tersebut telah disampaikan pada saat pertemuan dalam pembahasan terkait dengan pihak Pemko Banjarbaru. Ini bukanlah 2 hal yang berbeda, tapi 2 hal yang bertentangan.</p>
<p><em>Siapa yang benar</em>? ahh&#8230; bagi saya tidak penting ! Tidak perlu mencari siapa yang salah dalam kejadian ini. Karena ada satu cerita yang mungkin ada kaitannya.</p>
<p>Beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga memberikan layanan SMS Publik bagi warganya. Hal yang sama dengan yang kini dilakukan. Bedanya adalah, layanan SMS publik yang pernah digunakan, memakai nomor reguler, yakni <strong>0811516767</strong>.</p>
<p>Penggunaan nomor reguler ini tentu saja dengan alasan, yakni <strong>untuk menghindari apa yang kali ini diributkan</strong> oleh sebagian masyarakat dan unsur di Pemko Banjarbaru sendiri itu.<br />
<img src="/mambots/editors/fckeditor/editor/images/smiley/msn/wink_smile.gif" alt="" /></p>
<p>Saat itu, layanan SMS Publik tersebut ditangani oleh Kantor Telematika (-saat ini sudah digabungkan dengan Dinas Perhubungan menjadi DISHUBKOMINFO Banjarbaru-). Sementara kali ini, urusan SMS Publik ini berada di bawah koordinasi Bagian Organisasi, Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru.</p>
<p>Setahu saya, beberapa tahun yang lalu (-dan mungkin sampai dengan saat ini-), jika ingin menggunakan nomor premium -<em>seperti 7006 tersebut</em>- agar dapat melayani oleh seluruh layanan operator selular, maka mau tidak mau harus bekerja sama dengan seluruh layanan operator seluler yang ada. Masing-masing operator tersebut akan memberikan nomor yang sama antara satu dan lainnya. Misalnya menggunakan nomor 7006, maka seluruh operator harus memberikan nomor 7006.</p>
<p>Sehingga pada kenyataannya, tetap saja setiap operator hanya melayani jaringannya sendiri, dan terpisah dari layanan operator lain. Hanya saja nampak samar dan terlihat sama, karena seluruh layanan operator memberikan nomor yang sama.</p>
<p>Kendala yang ada pada beberapa tahun yang lalu adalah, Telkomsel misalnya, hanya menyediakan 1 (satu) nomor untuk wilayah Kalimantan. Entahlah bagaimana dengan operator lainnya. Sehingga sangat sulit untuk mendapatkan nomor yang sama untuk semua operator, apalagi saat ini, jumlah operator seluler yang melayani wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru sudah kian banyak. Nomor dari layanan Telkomsel ini  kalau tidak salah pernah digunakan oleh Pemprop. Kalimantan Selatan dan Pemko Banjarmasin. Kalau salah ya.. <em>maaph</em>&#8230;<br />
<img src="/mambots/editors/fckeditor/editor/images/smiley/msn/teeth_smile.gif" alt="" /></p>
<p>Belum lagi masalah tarif, namanya saja sudah nomor <em>premium</em>, yang umumnya memang dipatok lebih tinggi dari pada nomor reguler. Dapat dibayangkan jika nomor itu nomor <em>pertamax </em>atau <em>avtur</em>. Lha.. memang ada?<br />
<img src="/mambots/editors/fckeditor/editor/images/smiley/msn/whatchutalkingabout_smile.gif" alt="" /></p>
<p>Namun, persolan tarif ini bagi saya sangat relatif. Toh keperluannya adalah keperluan SMS publik. Ini berarti hanya mereka yang benar-benar perlu untuk menggunakannya saja yang mengirim SMS. Jadi tak akan jadi SMS iseng macam, &#8220;<em>hi&#8230; pa kabar? lama ga ketemu nih</em>&#8230;&#8221; atau macam ini, &#8220;<em>hei, sepi nih, sms-an yuk&#8230;.</em>&#8220;.</p>
<p>Akhirnya benar kata orang-orang bijak, bahwa <strong>pengalaman adalah guru terbaik</strong>. <span style="text-decoration: line-through;">Karena saya turut mengatakannya, maka bisa jadi saya juga dapat dikatakan bijak</span>.</p>
<p>Jelas bahwa Pemko Banjarbaru sendiri, -termasuk kita-kita ini- harus banyak mengevaluasi dari apa yang telah dilakukannya sendiri. Jangan sampai terulang, apa yang dulu dihindari justru dilakukan saat ini. Selain itu perlunya mempertimbangkan dan mengetahui banyak sisi sebelum membuat keputusan yang memiliki implikasi kepada publik dan pemko sendiri.</p>
<p><em>Sudah ahh&#8230; mau nyari ketupat dulu&#8230;.</em></p>
<p><span style="color: #c0c0c0;"> <span style="text-decoration: line-through;">dan yang tak kalah penting adalah, kepada Pemko Banjarbaru, segeralah rubah password standar/default untuk mengakses sistem layanan SMS tersebut, karena sangat mudah ditebak, siapa tau disalahgunakan oleh orang-orang iseng karena mempublikasikan alamat sistem tersebut sebenarnya sangat tidak perlu, malah memancing rasa ingin tahu</span>.<br />
</span><br />
<span style="text-decoration: underline;">Informasi Layanan SMS Publik Pemko Banjarbaru</span></p>
<blockquote><p>• Layanan Kesehatan<br />
Ketik :  <strong>bjbkes</strong> <em>isi pesan</em><br />
Contoh :  bjbkes Dimana tempat cabut gigi yang tidak sakit?</p>
<p>• Layanan Pendidikan<br />
Ketik :  <strong>bjbdik</strong> <em>isi pesan</em><br />
Contoh :  bjbdik Tolong soal UAN jangan sulit-sulit, nanti sulit lulus</p>
<p>• Layanan Perijinan<br />
Ketik :  <strong>bjbijin</strong> <em>isi pesan</em><br />
Contoh :  bjbijin Mohon ijin pasang spanduk caleg di depan rumah Walikota Pak? Boleh?</p></blockquote>
<p>Kirimkan SMS ke <strong>7006</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/sms-publik-banjarbaru-bermasalah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjarbaru di Kepala Saya (02)</title>
		<link>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-di-kepala-saya-02</link>
		<comments>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-di-kepala-saya-02#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 22:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mengitari Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Banjarbaru, dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi pusat kota pemerintahan propinsi Kalimantan Selatan, sementara status ibukota tetap berada di Banjarmasin. Tidak masalah soal status, karena secara de facto nantinya pusat pemerintahan -yg jelas beserta manusianya- akan beraktifitas di Banjarbaru. Perpindahan manusianya ini yang menjadi perhatian utama saya. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: left;">Kembali tentang kota tercinta saya, Banjarbaru, setelah sebelumnya berbagi sedikit cerita melalui <a href="http://pakacil.net/index.php/Mengitari-Banjarbaru/Banjarbaru-di-Kepala-Saya-01.html" target="_blank">Banjarbaru di Kepala Saya edisi 01</a>. Banjarbaru yang pasti akan kian ramai dan bisa saja menjadi sesak, jauh lebih sesak dari pada yang mungkin pernah saya bayangkan.</p>
<p><a href="http://hariesaja.info/2008/08/banjarbaru-itu-seksi-dan-romantis/" target="_blank">Banjarbaru yang seksi dan romantis </a>tanya Harie <span style="text-decoration: line-through;">nan fitri</span>, atau kota yang <a href="http://amed.wordpress.com/2007/02/08/banjarbaru-dan-lampu-merah-satu-satunya/" target="_blank">cuma memiliki 1 lampu merah</a> kata Amed., tapi <a href="http://amed.wordpress.com/2008/11/16/banjarbaru-dan-lampu-merah-digital/" target="_blank">sudah jadi digital</a> itu lanjutnya. Banjarbaru yang mungkin gemar <a href="http://borneojarjua2008.wordpress.com/2009/02/20/banjarbaru-bongkar-sejarah-kotanya/" target="_blank">membongkar sejarah</a> kotanya, kata Pak Ben. Tapi jelas, <a href="http://aap.banjarbaru.com/Tahun_2008/murjani-yang-tak-pernah-sepi.aap" target="_blank">Murjani itu tak pernah sepi</a> kata Aap.</p>
<p>Namun pasti Banjarbaru akan kian ramai, dan itu tak lama lagi.</p></div>
<p style="text-align: left;"><span id="more-228"></span><em>Banjarbaru bukanlah sebuah kota kecil,</em> demikian kata seorang teman dari Departemen Pendidikan Nasional sana, sewaktu saya mengajaknya berputar sebentar di tengah malam di Banjarbaru setelah pagi hari mengantarkannya melakukan pemeriksaan pada sebuah kabupaten di Kalsel ini. Ah, ada bangga terasa, tapi jelas tak terucap, karena memang saya mencintai daerah ini.</p>
<div style="text-align: left;">
<p>Banjarbaru, dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi pusat kota pemerintahan propinsi Kalimantan Selatan, sementara status ibukota tetap berada di Banjarmasin. Tidak masalah soal status, karena secara <em>de facto</em> nantinya pusat pemerintahan -<em>yg jelas beserta manusianya</em>- akan beraktifitas di Banjarbaru. Perpindahan manusianya ini yang menjadi perhatian utama saya.</p>
<p>Dasar pemikiran yang sama saya gunakan saat berbicara tentang sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Banjar yang masih berada di Banjarbaru. Sudah cukup sering saya berucap bahwa jika saya menjadi walikota, saya tidak akan pernah berusaha untuk menganjurkan instansi-instansi tersebut untuk pindah dari Banjarbaru. Bahkan kalau perlu, instansi lainnya berkantor di Banjarbaru saja dan sedapat mungkin akan saya berikan lahan. Yang jadi masalah, kapan saya jadi Walikotanya.</p>
<p>Dasar pemikiran tersebut adalah soal perpindahan manusia yang kemudian akan diiringi oleh banyak faktor ke lingkungan barunya di Banjarbaru sini. Baik itu persoalan ekonomi, sosial budaya dan lain-lain. Secara ekonomi Banjarbaru jelas diuntungkan dengan kian banyaknya perpindahan manusia dengan pekerjaan jelas ke Banjarbaru. Sosial budaya? saya tak begitu khawatir, karena Banjarbaru adalah daerah paling heterogen di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Gunakan hitungan sangat sederhana saja, misalnya 1 orang pegawai makan siang seharga Rp 5000,-, maka jika ada 100 orang pegawai Pemprop yang makan siang, akan ada tambahan Rp 500.000,- uang berputar di Banjarbaru. Setelah dipotong keuntungan -anggap saja misalnya 5%- atau senilai Rp 25.000,- dan sisanya dibelanjakan bahan masakan oleh pemilik warung di Pasar Banjarbaru, uang tersebut akan terus berputar-putar. Ini hitungan yang teramat sederhana dan teramat kasar, tapi paling tidak itulah gambaran yang ada di kepala saya tentang Banjarbaru dan pusat Kota Pemerintahan Prop. Kalimantan Selatan nantinya. Belum lagi efek tak langsung dari mereka yang berurusan di pusat pemerintahan propinsi Kalimantan Selatan.</p>
<p>Kalau soal lainnya, sebuah Lembaga Pemasyarakatan alias Lapas Kelas I juga tengah di bangun di Banjarbaru. Nah, nantinya akan banyak napi baru yang menjalani pendidikan -kalau istilah saya- di Banjarbaru, baik napi pindahan atau pendatang baru. Soal makannya juga bisa bawa untung bagi Banjarbaru. Tak percaya? Nah, kalau soal ini agak panjang. Jangan kaget kalau baru tau persoalan makan rekan-rekan napi ini menyangkut proses pengadaan barang/jasa <span style="text-decoration: line-through;">yang saya pernah juga teken kontraknya</span>.</p>
<p>Banjarbaru jelas akan kian sangat ramai. Kota yang berdempet erat dengan Martapura, ibukotanya Kabupaten Banjar ini memiliki warnet yang banyak. Apalah lagi orang jualan pulsa, jelas lebih banyak dari pada penjual pisang goreng. Seorang General Manager (GM) jaringan ritel nasional tak lama lalu juga pernah bercerita bahwa mereka tengah melakukan analisa dan negosiasi untuk buka cabang baru di Banjarbaru. Jelas mereka melihat ada potensi di Banjarbaru.</p>
<p><em>Apalagi ya&#8230;</em></p>
<p>Oh ya, sementara ini ada kabar Banjarbaru juga akan dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) regional. Heh??? Banjarbaru akan menjadi penampung sampah dari sebagian wilayah Kab. Banjar, Banjarmasin dan Banjarbaru sendiri? waduhh.. nanti dulu kalau yang ini. Konon kabarnya Pemerintah Kota Banjarbaru juga tengah memikirkan serius persoalan ini. Saya tidak tau, lagi mikir-mikir nolak atau mikir-mikir untuk menerima. Beda halnya dengan perempuan, kalau menyatakan pikir-pikir dulu pada seorang lelaki, maka hampir dapat dipastikan itu adalah cara halus sebuah penolakan.</p>
<p>Namun yang jelas, secara pribadi saya menerawang, kalau semua didasarkan pada kondisi obyektif, dengan analisa yang kredibel serta menganut azas win-win solution, serta jelas tidak merugikan masyarakat, apapun keputusannya saya mendukung.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p><em>nah, berhubung download-an saya selesai, maka sementara cukup sampai di sini dulu</em>.</p>
<p>Saya tetap akan bercerita tentang Banjarbaru di kepala saya pada edisi berikutnya.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/mengitari-banjarbaru/2009/banjarbaru-di-kepala-saya-02/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
