<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pakacil Banjarbaru &#187; Personal</title>
	<atom:link href="http://pakacil.com/category/personal/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pakacil.com</link>
	<description>Berbagi cerita dari sebuah sudut di Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Jun 2010 11:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Interview with Pakacil (Part II + Klarifikasi)</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-ii-klarifikasi</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-ii-klarifikasi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 11:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[duta tv banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[interview pakacil]]></category>
		<category><![CDATA[Pakacil]]></category>
		<category><![CDATA[smart fm banjarmasin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[<p><p class="wp-caption-text">tuu... saya sudah tampak depan kan?</p>Sore hari, waktu itu, saya terima telpon dari nomor yang belum saya simpan. Ternyata tujuan telpon tersebut adalah mengundang dan meminta kesediaan saya untuk ikut tapping program terkait penggunaan internet.</p> <p>Sementara tidak ada bentrok jadual, maka saya nyatakan kesediaan. Cuma yang menjadi permasalahan waktu itu adalah saya tidak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_943" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-943" title="Interview with Pakacil" src="http://pakacil.com/file/2010/06/interview-2.jpg" alt="Interview with Pakacil" width="250" height="188" /><p class="wp-caption-text">tuu... saya sudah tampak depan kan?</p></div>Sore hari, waktu itu, saya terima telpon dari nomor yang belum saya simpan. Ternyata tujuan telpon tersebut adalah mengundang dan meminta kesediaan saya untuk ikut <em>tapping</em> program terkait penggunaan internet.</p>
<p>Sementara tidak ada bentrok jadual, maka saya nyatakan kesediaan. Cuma yang menjadi permasalahan waktu itu adalah saya tidak mendapatkan informasi yang jelas format acara yang akan dilaksanakan.</p>
<p>Karena itulah, sebagai bentuk antisipasi sejumlah kemungkinan, saya mengajak <a href="http://manusiasuper.wordpress.com">manusiasuper</a> dan <a href="http://www.ichal.web.id">ichal</a> untuk berhadir pada waktu dan tempat yang telah disampaikan.</p>
<p>Sesuai jadual, pagi jam 11.00 wita kami sudah berada di tempat, salah satu hotel swasta di Banjarmasin. Baru di lokasi itulah saya mendapatkan informasi yang jelas, bentuk program yang akan dilaksanakan. Sementara itu, kru Duta TV dan Smart FM Banjarmasin ternyata masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan teknis.<br />
<span id="more-942"></span><br />
<span class="kutip">&#8220;kalau bisa diikat&#8221;</span>Sebelum tapping dilaksanakan, hanya satu hal yang sanggup membuat saya berpikir keras dan akhirnya sibuk merogoh kantong dan tas, bermenit-menit hanya untuk itu. Pesannya sebetulnya biasa saja, yakni &#8220;<em>kalau bisa rambutnya diikat dulu deh</em>&#8230;&#8221;. Persoalannya saya lupa dimana meletakkan ikat rambut. Sekian waktu baru saya ingat, ternyata ikat rambut itu ada di tangan, melingkar dengan indahnya bersama jam tangan yang selalu saya kenakan di tangan kanan.</p>
<blockquote class="note"><p>Melalui program tersebut, ada hal yang harus saya luruskan, yakni sewaktu disebutkan bahwa saya adalah duta blogger dari salah satu provider. Hal tersebut tidak tepat, karena saya bukan duta apapun dari insitusi apapun.</p></blockquote>
<p>Program semacam di atas sebenarnya membuat saya kadang agak sulit menahan diri untuk tidak berbuat atau berucap tanpa sensor. Semisal sewaktu host menyampaikan iklan menu baru di hotel tersebut, yakni sate daging yang saya lupa namanya, dengan enteng saya bilang, &#8220;maaf, saya tak makan daging&#8221;. Dari pada saya disuruh makan daging itu? ya lebih baik bilang terus terang. Paling tidak, ada hikmah dari hal macam itu, yakni kalau ngundang saya untuk acara apapun memang lebih baik juga disediakan menu yang bukan daging. Atau kalau Anda tega, biarkan saja saya hanya bisa memandangi daging, opsi ini dijamin lebih hemat.</p>
<p>Setelah selesai, saya bersama manusiasuper dan ichal melanjutkan dengan acara makan siang, dan percayalah, saya harus bertepuk tangan atas kepiawaian mereka memilih posisi duduk.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_hayal.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Niat mau nonton pelem di bioskop, dibatalkan, karena sewaktu masih berada di lokasi saya telpon sebentar itu bioskop dan bertanya pelem apa yang tengah tayang. Ternyata idak ada yang menarik minat bersama.</p>
<p><img class="aligncenter" title="www.pakacil.com" src="http://pakacil.com/file/img/line.gif" alt="www.pakacil.com" width="252" height="9" /></p>
<blockquote><p>Sambungan dari tulisan sebelumnya, <a href="http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-i">Interview with Pakacil (Part I)</a></p>
<p><strong>Jadi, bagaimana ini, dapat kita teruskan?</strong><br />
yaaa&#8230; terserah saja, suka-suka saya saja lah.. tergantung mood</p>
<p><strong>lho, bagaimana sih Anda ini sebenarnya?</strong><br />
lhah&#8230; apanya yang bagaimana? memang benar terserah saya kan? yang nanya saya, yang jawab ya juga saya sendiri. interview part I itu kan sekedar buah dari kebuntuan ide. akhirnya ya saya putuskan untuk diakhiri saja.</p>
<p><strong>artinya ini bukanlah interview yang sebenarnya? begitu?</strong><br />
benar sekali, dan sayapun sama sekali tidak menyebutkan bahwa ini adalah interview yang sebenarnya.</p>
<p><strong>Ini berarti, kita..?</strong><br />
ya&#8230; kita adalah orang yang sama, selain sama secara fisik, juga sama² linglung.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_getok.gif' alt=':bakbuk:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>- The End -</p></blockquote>
<p>Sudah, tidak ada sambungan apa-apa lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-ii-klarifikasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Interview With Pakacil (Part I)</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-i</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-i#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 11:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[interview]]></category>
		<category><![CDATA[money politics]]></category>
		<category><![CDATA[Pakacil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=932</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pada suatu hari di Banjarbaru, lebih kurang pukul 10.00 wita, bertempat di sebuah ruangan kerja yang merupakan ruang dimana saya biasa beraktivitas.</p> <p>Berikut merupakan transkrip Interview with Pakacil atas beberapa isu/tema, yang sedapat mungkin saya muat semirip mungkin dengan adanya. Tentu sangat harus dimaklumi jika tidak plek sama 100%. Sepertinya temanya memang bergerak kesana-kemari. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2010/06/interview.jpg" alt="interview with pakacil" title="interview with pakacil" class="alignleft size-full wp-image-933" />Pada suatu hari di Banjarbaru, lebih kurang pukul 10.00 wita, bertempat di sebuah ruangan kerja yang merupakan ruang dimana saya biasa beraktivitas.</p>
<p>Berikut merupakan transkrip <em>Interview with Pakacil</em> atas beberapa isu/tema, yang sedapat mungkin saya muat semirip mungkin dengan adanya. Tentu sangat harus dimaklumi jika tidak plek sama 100%. Sepertinya temanya memang bergerak kesana-kemari. Tapi tidak masalah, karena ini memang interview ringan saja, tidak fokus pada topik tertentu.</p>
<p><strong>Selamat pagi Pakacil, maaf kalau dirasa menggangu. Bagaimana kabar Pakacil hari ini?</strong><br />
selamat pagi juga. yang penting menurut saya, saya dalam keadaan baik² saja, entahlah menurut orang lain. dan, tidak masalah, saya tidak merasa terganggu. santai saja.<br />
<span id="more-932"></span><br />
<strong>Oh ya, tumben Pakacil sudah bangun jam segini, menurut kabar, Pakacil jarang sekali bangun pagi, benar begitu?</strong><br />
hahahaha&#8230; siapa yang bilang begitu. yang harus dimengerti adalah ada perbedaan yang jelas antara sudah bangun dan belum tidur. menurut saya jam tidur itu semata-mata persoalan teknis, persoalan jam biologis yang tiap orang bisa berbeda.</p>
<p><strong>Bagaimana Pakacil, kita lanjutkan saja? Oh ya, dipanggil Pakacil atau apa?</strong><br />
hehehe&#8230; persolan lanjutkan sudah selesai. pilpres dan pilgub sudah selesai. hehehe&#8230; maaf ngelantur, baiklah, tak masalah kalau kita teruskan. dan tidak masalah, pakacil saja juga boleh, tak masalah.</p>
<p><strong>Apa kesibukan Anda akhir-akhir ini?</strong><br />
nah, sebetulnya setelah rentetan aktivitas selesai, saya kini sibuk mencari kesibukan. walaupun sebenarnya saya tak mengerti betul apa itu artinya sibuk dan kesibukan. terus²an tidurpun mungkin bisa diartikan sebagai tengah sibuk tidur.</p>
<p><strong>Bagaimana pendapat Anda tentang Pemilukada di Kalimantan Selatan yang baru berlalu?</strong><br />
sederhana saja, masyarakat telah menentukan pilihannya. siapapun itu harus dihargai. out-put dari proses politik itulah yang kini harus kita kawal bertahun-tahun ke depan. itu saja.</p>
<p><strong>Apa pendapat Anda tentang isu money politics yang berkembang?</strong><br />
hahaha&#8230; bicara money politic adalah seperti bicara hantu, dan saat ini saya tidak tertarik bicara soal hantu. yang pasti, saya dan banyak orang tidak bisa membendung jika memang praktik itu ada. lagi pula, ada atau tidaknya praktik itu bukanlah menjadi masalah. setiap kandidat akan berusaha dengan berbagai cara untuk meraih kemenangan. saya lebih tertarik pada sisi masyarakat, memilih dengan pertimbangan yang sehat atau karena transaksi ekonomi recehan.</p>
<p><strong>Maksudnya, Anda tidak mempermasalahkan praktik tersebut atau malah menyalahkan masyarakat? dalam hal ini pemilih. Apa pula dengan maksud recehan itu?</strong><br />
pertama soal recehan. anggap saja kita memilih karena dibayar uang sejumlah 100ribu. maka kita sudah terbeli selama 5 tahun hanya sekitar senilai 50 rupiah perhari. ini adalah penghinaan besar, manakala sebenarnya harga diri itu tak terbeli. saya tidak menyalahkan pemilih, persolannya adalah ada sistem yang tidak jalan, ada contoh yang tidak benar, dll. ini semua kompleks, tidak bisa selesai dalam 1 kali pemilu. dari pada bicara money politics, lebih baik bicara bagaimana mencerdaskan para pemilih dalam tempo sesingkat-singkatnya. itu jauh lebih penting.</p>
<p><strong>Oke, kita sudahi masalah itu. Bagaimana pendapat Anda tentang isu-isu yang akhir-akhir ini mengemuka di tengah masyarakat?</strong><br />
hahaha&#8230; isu yang mana dulu yang dimaksudkan? karena banyak isu yang beredar. satu-satunya isu yang dapat saya pastikan kebenarannya serta saya gemari adalah isu lagunya Ebiet G. Ade. hahaha&#8230;.</p>
<p><strong>Hahaha&#8230; sepertinya Anda penggemar Ebiet. Baiklah, isu nasional, atau bahkan mungkin isu internasional</strong><br />
tidak, tidak, jangan. saya bukanlah seseorang yang tau apalagi mengerti tentang semua hal, apalagi saya bukan superman. saya sangat memiliki keterbatasan dan mustahil bisa bicara tentang semua hal. indonesia ini terlalu luas buat saya. banyak ahli yang bisa bicara sesuai dengan kapasitasnya, selebihnya, saya hanya bisa menyampaikan harapan. itu saja.</p>
<p><strong>Baiklah. mmm&#8230; paling tidak, bagaimana tanggapan Anda tentang heboh video yang katanya mirip selebritis Indonesia itu?</strong><br />
hahahaha&#8230; ini lagi, bagi saya ini adalah persoalan amat sangat klasik. pembunuhan pertama di dunia ini adalah karena persoalan terkait hasrat atau nafsu. tau cerita tentang habil dan qabil kan? nah, apa yang harus saya kagetkan? tidak ada. bagi saya, itu adalah persoalan pemahaman dan penempatan saja. memahami dan menempatkan otak, hati dan kelamin. itu saja. sebagaimana guru saya pernah bilang.</p>
<p><strong>Maksudnya?</strong><br />
begini, otak itu letaknya di kepala, dekat dengan mata dan telinga. maka seyogyanya respon pertama dari apa yang kita lihat dan dengar adalah datang dari otak. kita harus cerna. lantas turun ke bawah, ke hati, dan masuk lebih dalam. hal tersebut kita renungkan menggunakan hati, sebab itulah hati letaknya jauh tersembunyi, agar dalam perenungan tidak banyak gangguan. baru kemudian hasil akhirnya serahkan pada kelamin. yang walaupun letaknya sangat terbuka, tidak macam otak dan hati, namun justru tantangannya lebih besar, yakni kapan harus menggunakannya atau kapan harus menunjukkannya. yang tentu saja tidak pada setiap waktu dan kesempatan.</p>
<p><strong>Mungkin bisa diperjelas, apa maksud Pakacil sebenarnya?</strong><br />
hahaha.. saya mohon maaf kalau kurang jelas, karena saya sendiri kadang bingung bagaimana membahasakannya. yang jelas maksudnya adalah, jika semuanya itu sudah sesuai, maka tidak akan ada masalah. tapi jika muncul masalah, artinya ada sesuatu yang tidak benar pada otak, hati dan kelamin. bisa jadi ini bahasa simbol.</p>
<p><strong>Jika ditilik dari perspektif hukum, bagaimana menurut Pakacil?</strong><br />
hahaha&#8230; soal hukum serahkan pada ahlinya, dan itu bukan saya. bagi saya, yang penting sudah terbukti bukan saya, selesai perkara. hahaha&#8230; lagi pula saya tidak tertarik pada masalah itu. biarlah mekanisme hukum berjalan.</p>
<p><strong>Anda percaya pada mekanisme hukum?</strong><br />
bukan soal saya percaya atau tidak. melainkan aparat dan proses penegakan hukum dapat dipercaya atau tidak. jalankan dulu proses hukum, untuk apapun itu, baru kemudian dapat kita putuskan untuk percaya atau tidak. jadi, kalau ada aparat penegak hukum yang bilang percayakanlah pada hukum, maka bagi saya itu ucapan yang terlampau dini, mendahului waktu dan mendahului proses. sebab kepercayaan itu akan lahir dari proses, dengan sendirinya.</p>
<p>===<br />
Sampai disini, telpon saya berbunyi, lantas saya melakukan pembicaraan dengan seseorang dan belahan lain di pulau Kalimantan ini, sehingga intervew terhenti sejenak. Tentu saja setelah saya mohon ijin sebentar untuk melakukan pembicaraan via telpon.<br />
===</p>
<p>Perbincangan berlanjut setelah saya selesai menerima telpon, dengan beragam topik lainnya, yang nanti akan termuat pada <strong>Interview with Pakacil (Part II)</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2010/interview-with-pakacil-part-i/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kali ini Saya Grogi</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2010/kali-ini-saya-grogi</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2010/kali-ini-saya-grogi#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 May 2010 21:27:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[grogi]]></category>
		<category><![CDATA[Telkom Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Telkomsel Kalimantan Selatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=924</guid>
		<description><![CDATA[Benar teman, saya tidak membuat-buat, sudah sekian lama saya tidak menengok halaman milik sendiri ini, apalah lagi login ke halaman dashboard. Kali ini benar-benar membuat saya grogi, entah kenapa, saya sama sekali tidak mengerti. Yang jelas, walau dagdigdug-nya tidak sedahsyat sewaktu menghadap calon mertua, tetap saja ada perasaan yang berbeda. Heran. ah… itu gambar di atas sekedar ruangan tempat saya berada sehari-hari, yang pintu masuknya berjarak sekitar 3.5m dari pintu kamar tidur saya. Itu gambar dalam keadaan setengah beres dan tidak beres, sebelum menyelesaikan layanan bagi salah satu perpustakaan daerah di Kalimantan Selatan.  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benar teman, saya tidak membuat-buat, sudah sekian lama saya tidak menengok halaman milik sendiri ini, apalah lagi login ke halaman <em>dashboard</em>. Kali ini benar-benar membuat saya grogi, entah kenapa, saya sama sekali tidak mengerti. Yang jelas, walau dagdigdug-nya tidak sedahsyat sewaktu menghadap calon mertua, tetap saja ada perasaan yang berbeda. Heran &#8230;<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">Begitu sudah login, banyak yang harus dilakukan, tidak hanya mengahapus itu banyaknya SPAM, update sekian plugin yang ternyata banyak yang harus diupdate. dst&#8230; dst&#8230; nanti pada gilirannya akan langsung membalas komentar kawan-kawan yang ada.<br />
<img class="size-full wp-image-925 aligncenter" title="Pakacil Banjarbaru" src="http://pakacil.com/file/2010/05/showtime_1.jpg" alt="Pakacil Banjarbaru" width="500" height="188" /><br />
<span id="more-924"></span><br />
ah&#8230; itu gambar di atas sekedar ruangan tempat saya berada sehari-hari, yang pintu masuknya berjarak sekitar 3.5m dari pintu kamar tidur saya. Itu gambar dalam keadaan setengah beres dan tidak beres, sebelum menyelesaikan layanan bagi salah satu perpustakaan daerah di Kalimantan Selatan. Layanan untuk online dan offlinenya. Terima kasih saya kepada Telkom Indonesia, c.q. Telkom Banjarbaru atas kepercayaannya.</p>
<p>Selain itu, bersama <a href="http://manusiasuper.wordpress.com" target="_blank">manusiasuper</a>, saya berkeliling sejumlah sekolah di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nekad bicara soal internet sehat dan blogging, kerja sama dengan Telkomsel Kalimantan Selatan. Walau kadang pada beberapa kesempatan, akibat kesibukan, saya terpaksa membiarkan <strong>manusiasuper</strong> sendiri berada ditengah-tengah para siswi.</p>
<p>Tahukan teman, apakah yang paling menyenangkan? ya itu&#8230; berada di tengah-tengah para siswi-siswi SMA. Terima kasih saya untuk Telkomsel Kalimantan Selatan atas hal ini.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_kedipan.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_926" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-926" title="Sosialisasi Internet Sehat Bersama Telkomsel" src="http://pakacil.com/file/2010/05/showtime_2.jpg" alt="Sosialisasi Internet Sehat Bersama Telkomsel" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Itu Saya yang lagi Sosialisasi Internet Sehat &amp; Blogging Bersama Telkomsel</p></div>
<p>Dalam kaitannya dengan hal ini, respon dan atensi yang luar biasa terhadap substansi, saya berikan nilai tertinggi kepada SMKN 2 Banjarmasin. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Pada sebuah kesempatan lain, saya akhirnya sempat juga tak mampu menahan diri dan akhirnya &#8220;meledak&#8221; dan lantas bicara apa adanya. Kejadian ini saat saya berada di SMAN 1 Banjarmasin. Bukan karena malamnya saya hanya tidur dan beristirahat selama satu jam, namun lebih karena sikap. Dari awal kegiatan, yang dimulai oleh pihak Telkomsel, lantas wakil kepala sekolah mereka sendiri, sungguh miris saya menyaksikannya. Secara otomatis saya teringat jaman SMA dulu, senakal-nakalnya kami, rasanya tidak mempertontonkan sikap seperti itu.</p>
<p>Namun, sudahlah&#8230; semoga saja semua berubah menjadi lebih baik, toh tidak ada jaminan kalau sayapun lebih baik dari mereka. Saya pun bergegas keluar ruangan setelah sesi saya berakhir, terduduk sendiri dengan sedikit penyesalan, kenapa sampai harus &#8220;meledak&#8221;.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_kesel.gif' alt=':hehh:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Waktu terus berjalan, Banjarbaru juga tetap seringkali panas menyengat.<br />
Banjarbaru juga tengah menyongsong Pemilukada. ah&#8230; ramainya&#8230;.</p>
<div id="attachment_927" class="wp-caption alignleft" style="width: 260px"><img class="size-full wp-image-927" title="Visi-Misi Walikota Banjarbaru" src="http://pakacil.com/file/2010/05/showtime_3.jpg" alt="Visi-Misi Walikota Banjarbaru" width="250" height="188" /><p class="wp-caption-text">Nonton Calon Walikota</p></div>
<p>Setelah malam sebelumnya, sekitar jam 23.30 WITA,  mendapat telpon dari seorang Calon Walikota Banjarbaru, saya bergerak menuju sebuah lokasi dengan membawa setumpuk kertas. Lantas duduk manis menyaksikan finalisasi. 01.30 wita, dini hari, pulang ke rumah.</p>
<p>Esok harinya, akhirnya saya memilih untuk menghadiri pemaparan visi-misi Calon Walikota Banjarbaru, bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Banjarbaru. Tuu&#8230; disamping ada foto saya yang lagi nonton.</p>
<p>Dua kali lagi, agenda menyaksikan dan memperhatikan debat kandidat bakal kepala daerah Kota Banjarbaru. Tak sampai 1 bulan lagi, masyarakat Banjarbaru akan memilih pemimpinnya. Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru untuk 2010-2015. Sementara saya hanya tetap berusaha untuk menjadi saya. Salah satunya saya yang secara perlahan-lahan sudah kehilangan rasa grogi berada di area dashboard blog sendiri.</p>
<p>Saya yang tetap berusaha mempertahankan apa yang saya yakini:<br />
Jika berada pada sebuah sistem yang rusak/tidak benar, maka perbaikilah. Kalau tak sanggup maka tinggalkanlah. Kalaupun masih tak sanggup, maka hancurkanlah (rekonstruksi).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2010/kali-ini-saya-grogi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terpaksa Merubah Rencana</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2010/terpaksa-merubah-rencana</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2010/terpaksa-merubah-rencana#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 09:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Guskar]]></category>
		<category><![CDATA[karawang]]></category>
		<category><![CDATA[nakjaDimande]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=901</guid>
		<description><![CDATA[<p>Saya mampir ke kantor polsek yang terdekat dengan rumah target dan melakukan sedikit pembicaraan dengan bapak/ibu polisi yang ada di Polsek tersebut. Melalui sebuah pengaturan dan berbagai alasan, targetnya adalah harus berhasil mendatangkan target ke kantor polsek dengan prinsip ada masalah yang harus diselesaikan. Antara dua saja, kalau tidak saya, maka target yang bermasalah. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-756" title="Pakacil dan Guskar lagi Salaman © www.pakacil.com" src="http://pakacil.com/file/2009/09/salaman.jpg" alt="salaman © www.pakacil.com" width="83" height="100" />Saya mampir ke kantor polsek yang terdekat dengan rumah target dan melakukan sedikit pembicaraan dengan bapak/ibu polisi yang ada di Polsek tersebut. Melalui sebuah pengaturan dan berbagai alasan, targetnya adalah harus berhasil mendatangkan target ke kantor polsek dengan prinsip ada masalah yang harus diselesaikan. Antara dua saja, kalau tidak saya, maka target yang bermasalah. Soal ini tergantung situasi di lapangan.</p>
<p>Namun, setelah selesai melakukan cross check alamat target, saya jadi pesimis bahwa rencana di atas itu akan berhasil. Analisis tersebut di dasarkan pada salah satu kata pada nama komplek alamat target. Sederhananya, saya sangat tidak yakin kalau pak polisi berani. Terlebih lagi apa yang disampaikan oleh sopir taksi pada saya. Sopir yang mengantarkan saya itu bilang &#8230;<br />
<span id="more-901"></span><br />
&#8220;duh&#8230; sulit kalau taksi Jakarta masuk daerah Karawang. Bisa-bisa harus berurusan dengan polisi&#8221;, ucap pak sopir yang duduk di depan, sewaktu saya ajak dia jalan-jalan ke Karawang dari Depok. Jelas sudah, rencana di awal tulisan ini tidak mungkin dilakukan. Akan jatuh korban yang tidak perlu hanya demi mengejar rencana &#8220;bikin korban&#8221;.</p>
<p style="text-align: center;"> <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/pakacil_laugh.gif' alt=':pakacil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-902" title="nakjaDimande &amp; Guskar" src="http://pakacil.com/file/2010/02/bundo_guskar.jpg" alt="nakjaDimande &amp; Guskar" width="197" height="196" />Sabtu siang, saya meluncur dari Banjarbaru dan pada Sabtu malamnya langsung menghadiri sebuah acara di Antam, nun jauh di Ibukota sana. Pada minggu sore saya meluncur dari Depok menuju Karawang. Sepanjang perjalanan, saya kerap kali melakukan komunikasi dengan seorang <em>partner in crime</em>, untuk memastikan keberadaan target di lokasi. Karena gak lucu aja, begitu sampai ternyata malah yang bersangkutan tidak ada di rumah. Memangnya Banjarbaru &#8211; Martapura, yang bisa ditempuh kurang dari 10 menit !!!</p>
<p>Karena sudah dikabarkan, bahwa saya akan menjadi seorang kurir pengantar kue oleh <a title="Seorang dokter gigi nun jauh di Bukit nan Tinggi" href="http://nakjadimande.com/" target="_blank"><strong>Bundo nakjaDimande</strong></a>, makanya kemudian itu kue yang saya bawa dari Banjarbaru, saya bagi dua saja di Depok. Tujuannya tentu saja supaya tidak membuat beliau berbohong secara tidak sengaja.<br />
<span class="blok">Proses perencanaan ini sudah diceritakan Bundo pada <a title="katanya bundo, guskar gusar..." href="http://nakjadimande.com/2010/02/22/guskar-gusar/">halaman ladang jiwa beliau</a></span><br />
Sore hari, saya sampai di Karawang, di depan rumah <a title="_blank" href="http://guskar.com"><strong>Guskar</strong></a>. Saya pencet itu bel beberapa kali, tak ada yang keluar. Saya pergi ke tetangga Guskar, tanya apa itu benar rumah Guskar. Benar kata mereka. Akhirnya ya sudah, saya telpon saja, bilang kalau pengantar kue sudah datang. Guskar muncul dan membukakan pintu lantas mempersilakan masuk. Untung saya dipersilakan masuk, bayangkan saja kalau beliau tiba-tiba bertanya, &#8220;cuma ngantar titipan kue dari Bundo kan?&#8221;<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_no.gif' alt=':nono:' class='wp-smiley' /><br />
<span class="blok">Guskar juga sudah bercerita tentang <a title="Guskar bilang, kurirnya sudah datang" href="http://guskar.com/2010/02/22/kurirnya-sudah-datang/">kejadiannya pada PadebloganKyaine beliau</a></span><br />
Setelah lebih dari pukul 19.00 WIB, saya masih mengenakan celana pendek dan kaos, meluncur meninggalkan kediaman Guskar, untuk kembali ke Jakarta dengan membawa serta sebuah buku hadiah dari Guskar. Untungnya, sewaktu diperjalanan menuju Karawang, sudah berkatalah saya kepada itu pak sopir yang duduk di depan, yang pegang kemudi supaya lancar jalannya, &#8220;bos&#8230; tunggu aja ya sebentar, nanti saia ikut balik ke Jakarta. Cuma aturan mainnya kita sepakati dulu, itu argo kita matikan saja. Lumayanlah, dari pada situ pulang sendirian, bengong, gak ada temen ngobrol?&#8221;. Pak Sopir bilang setuju sama itu penumpang. Sudah tau kan siapa penumpangnya?</p>
<p style="text-align: center;"> <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/pakacil_laugh.gif' alt=':pakacil:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Perjalanan kali ini memang mengalami banyak perubahan. Tadinya benar² berniat dan berencana untuk juga meluncur ke Sumatera. Namun tiba² arah akan dirubah ke Malang, sehingga jalur berubah dari Karawang langsung ke Bandung untuk istirahat sebentar lantas terus ke Malang. Namun, dalam perjalanan menuju Karawang, saya mendapatkan kabar yang konsekuensinya harus langsung pulang ke Banjarbaru. Akhirnya rute berubah dengan serta merta, langsung kembali ke Jakarta sehabis menyerbu Karawang. Karena dari dulu memang tak begitu suka keliling ibukota, jadinya saya hanya tiduran di kamar hotel menunggu waktu untuk bersua lagi dengan para pramugari.</p>
<p>Terima kasih kepada <a title="Seorang dokter gigi nun jauh di Bukit nan Tinggi" href="http://nakjadimande.com/" target="_blank">Bundo nakjaDimande</a>, atas segala bantuannya. Ijinkanlah saia untuk mengingat-ingat janji saya, apakah berjanji untuk <span style="text-decoration: underline;">tidak ngerjain bundo</span>, ataukah berjanji <span style="text-decoration: underline;">tidak akan ngerjain bundo dengan cara yang sama</span>. Karena memang pengertian dua hal ini jauh berbeda.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_pikirkan.gif' alt=':think:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terima kasih dan permohonan maaf kepada <a title="Pemilik PadebloganKyaine - Satu Blog Seribu Hikmah" href="http://guskar.com" target="_blank">Guskar</a>. Jika memang Guskar marah, mohon kutuk saya biar banyak rejeki buat bisa jalan-jalan ke banyak kawan-kawan. Itu saja&#8230;<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_getok.gif' alt=':bakbuk:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekarang, saya sudah di rumah lagi&#8230;</p>
<p style="text-align: right;"><span class="init">B</span>anjarbaru lagi<br />
setelah 2 hari ditinggalkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2010/terpaksa-merubah-rencana/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>dan pada akhirnya &#8230;</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2010/dan-pada-akhirnya</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2010/dan-pada-akhirnya#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 19:30:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[dampak sistemik]]></category>
		<category><![CDATA[hibernasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pakacil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Ijinkan saya menyapa kawan semua, melalui tulisan pertama setelah hibernasi sekian lama. Terima kasih dan penghargaan yang luar biasa, bagi kawan yang berkunjung ke tempat ini. Permohonan maaf yang luar biasa, dari saya untuk teman semua, saya tak sempat berkunjung. semoga saja saya tidak dimakzulkan dari silaturahmi yang telah ada. Doa saya, semoga teman semua dalam keadaan yang terbaik …  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="init">J</span>arum jam dinding sudah menunjukkan lebih dari pukul 2 dini hari. Hujan di luar sana, agak dingin terasa di dalam sini, dalam ruangan ini, tempat di mana biasa saya berada. Banjarbaru, 1 Februari 2010. Demikian kalender sebutkan dalam angka dan nama.</p>
<p><span style="color: #900000;">&#8220;Hello darkness, my old friend. I&#8217;ve come to talk with you again. Because a vision softly creeping. Left its seeds while I was sleeping, and the vision that was planted in my brain, still remains. Within the sound of silence&#8230;&#8221;</span>, demikian alunan lirik The Sound of Silences yang dibawakan Simon &amp; Garfunkel, menemani saya malam ini.</p>
<p>Ya &#8230; di luar masih tedengar suara hujan meski tak selebat semula. Mungkin berbanding lurus, dingin di dalam sini pun terasa berkurang. The Dance yang dibawakan Garth Brooks kini menemani saya. <span style="color: #900000;">&#8220;And now I&#8217;m glad I didn&#8217;t know. The way it all would end the way it all would go. Our lives are better left to chance. I could have missed the pain&#8230;&#8221;</span>, katanya bernyanyi.<br />
<span id="more-847"></span><br />
<span class="init">F</span>acebook, 16 Januari 2010 # 09:01am<br />
<span style="color: #003156;">memulai kembali aktivitas online lewat fesbuk, semoga kawan semua dalam keadaan yang terbaik&#8230; ; ijinkan saya untuk bernyanyi terlebih dahulu untuk kawan semua&#8230; &#8220;mister toyyib&#8230; mister toyyib&#8230; why you&#8217;re not go home &#8211; go home, your children&#8230; your children&#8230; , calling calling on your name&#8230;&#8221;</span></p>
<p>Itulah langkah pertama saya untuk kembali menapaki jejaring di dunia maya. Sebuah pembiasaan lagi, melalui update status facebook yang juga saya tinggalkan. Sebelum kembali sepenuhnya mengakrabi blog dan melakukan blogwalking. Karena blogging bagi saya memerlukan lebih dari sekedar waktu. Tapi kalau cuma update status facebook, <em>maaf-maaf</em>, sambil e&#8217;e juga bisa.</p>
<p>ah,  sebentar &#8230; saya istirahat sejenak.<br />
Atlantic Star tengah melantunkan I&#8217;ll Remember You<br />
<del datetime="2010-01-31T18:30:03+00:00">membuat ingat warung makan Atlantik dan anaknya pemilik warung, manis&#8230;</del><br />
&#8230; &#8230; &#8230;</p>
<p><span class="init">R</span>upanya sudah pukul 02.36 wita sekarang. Hujan di luar sana sepertinya kian lebat. Bukankah ini malam yang indah, teman? Saya yakin, kucing-kucing saya pun tengah bengong entah di sudut mana. Mungkin pula kini mereka tertidur, lelap kekenyangan setelah sekitar pukul 01.30 dikasih makan. Jadual makan mereka ikut yang punya. Sama tak teraturnya.</p>
<p><em>duh&#8230; permisi ke belakang sebentar, kebelet pipis</em> &#8230;<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-848" title="pemadam" src="http://pakacil.com/file/2010/02/pemadam.gif" alt="pemadam" width="100" height="30" /><br />
&#8230; &#8230; &#8230;<br />
&#8230; &#8230; &#8230;<br />
sudahhh&#8230; legaaa &#8230;</p>
<p><span class="init">S</span>ebagaimana yang sudah, setelah hibernasi akibat terkena <strong><a href="http://wiki.pakacil.com/index.php/Dampak_sistemik" title="Pengertian, penjelasan dan teknik analisa dampak sistemik">dampak sistemik</a></strong> dari ragam hal, kali ini tampilan halaman yang ada di sini juga mengalami sedikit perubahan. Hanya sebagai penyegaran. Mulai dengan adanya aksen kepala burung enggang yang terlihat samar pada header, siluet lawung yang tergradasi. Entahlah, saya tak tau, apakah kerumunan orang-orang di atas itu masih tau tentang burung enggang dan lawung. Semoga sejarah akan memaafkan kita.</p>
<p><span style="color: #900000;">&#8220;I will dance so freely, holding on to no one. You can hold me only, if you too will fall. Away from all these useless fears and chains&#8221;</span>, kali ini  Josh Groban menyapa melalui Let Me Fall &#8230; lembut, sangat lembut. <span style="color: #900000;">&#8220;There&#8217;s a moment when fear And dreams must collide&#8221;</span>, katanya pula.<br />
&#8230;</p>
<p><span class="init">P</span>akacil.com ;  1 Februari 2010  # lewat dari pukul 3 dini hari</p>
<blockquote><p>Ijinkan saya menyapa kawan semua, melalui tulisan pertama setelah hibernasi sekian lama. Terima kasih dan penghargaan yang luar biasa, bagi kawan yang berkunjung ke tempat ini. Permohonan maaf yang luar biasa, dari saya untuk teman semua, saya tak sempat berkunjung. semoga saja saya tidak dimakzulkan.<br />
Doa saya, semoga teman semua dalam keadaan yang terbaik &#8230;</p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-849" title="pakacil nyanyi" src="http://pakacil.com/file/2010/02/nyanyi.gif" alt="pakacil nyanyi" width="33" height="56" />Sebagai persembahan awal, ijinkanlah saya menyanyikan lagu untuk kawan semua, lagu Indonesia dengan cita rasa internasional, sudah globalized ceritanya, yang berjudul Bang Toyyib<br />
<span style="color: #003156;">&#8220;mister toyyib… mister toyyib… why you’re not go home – go home, your children… your children… , calling calling on your name…”.</span></p>
<p>dan pada akhirnya &#8230; selamat berjumpa &#8230;   <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_peluk.gif' alt=':peluk:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><span class="init">B</span>anjarbaru, pada suatu rentang waktu<br />
hujan di luar sana sudah berhenti<br />
semoga hangat perlahan menyeruak<br />
salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2010/dan-pada-akhirnya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebelum, Saat dan Sesudah Hari H</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2009/sebelum-saat-dan-sesudah-hari-h</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2009/sebelum-saat-dan-sesudah-hari-h#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 12:12:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[adik]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Hari H kedua. Adik saia yang laki-laki dan seorang Guru SMA itu, bersanding bersama isterinya dan juga kedua orang tua mempelai dalam balutan busana dan tempat nuansa adat Banjar. Sekitar pukul 09.00 wita, prosesi resepsi dimulai. 13 Desember 2009 Acara hari itu membuat saia sadar, ternyata selama ini saya tak memiliki kemeja untuk setelan formal. Isi lemari saya sebagian besar adalah kaos, dan saya lebih suka pakai celana pendek sedikit dibawah lutut. Beruntung dua hari sebelumnya sempat beli kemeja, karena saia satu-satunya yang tak dapat batik seragam untuk keluarga dan diminta orang tua untuk mengenakan pakaian lain yang bentuknya ada deh… ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_830" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img src="http://pakacil.com/file/2009/12/akad-nikah.jpg" alt="11 Desember 2009" title="akad nikah" width="150" height="112" class="size-full wp-image-830" /><p class="wp-caption-text">11 Desember 2009</p></div>Jum&#8217;at, 11 Desember 2009, bertepatan dengan tanggal 24 Dzulhijjah 1430 H, ucapan <em>sah</em> dari saksi dan <em>barakallah</em> dari mereka yang hadir mengiringi perubahan secara resmi status adik kandung saya dari seorang lajang menjadi seorang suami.</p>
<p>Beruntung, setelah beberapa hari sebelumnya kembali drop, H1-1 saya kembali fit. Pada beberapa hari sebelumnya, untuk sebuah urusan di Pemko Banjarbaru saja saya terpaksa minta bantuan pada <a href="http://aap.adacerita.com" target="_blank" title="Abahnya Najmy">Aap</a> untuk mengurusinya.</p>
<p>Rencananya, setelah akad nikah, adik saia itu harus pulang dulu ke rumah, tidak langsung berada di rumah isterinya. Namun, oleh saya yang terakhir pulang dari rumah adik ipar saya, itu adik saya putuskan untuk ditinggal saja, biarkan saja disitu bengong gak bisa ganti baju. &#8220;lho&#8230; nanti bagaimana pulangnya dia?&#8221; tanya sodara sepupu saia. &#8220;ah.. biarlah, dia sudah besar, bisa mikir sendiri&#8221;, jawab saia.<br />
<span id="more-826"></span><br />
Benar saja, siang-siang dia pulang ke rumah naik motor isterinya, masih pakai baju buat akad nikah. Karena memang tak bawa pakaian ganti. Adik saia protes, kenapa dia ditinggalkan sendiri. Saya sih jawab enteng saja, &#8220;lho&#8230; sekali seumur hidup saja saia punya kesempatan garap kamu begitu. sayang sekali kalau dilewatkan&#8221;.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_ngakak.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Jumat-Sabtu, 11-12 Desember 2009</h3>
<p>Saia dan seorang paman inspeksi gedung lokasi resepsi perkawinannya adik saya yang laki-laki dan satu-satunya itu. Baru datang ke gedung saja, hampir membuat saya ngomel. Itu beberapa buah tenda ternyata sudah dipasang. Masalahnya adalah lepas dari siteplan yang sudah saia rencanakan. Bilangnya mau pasang tenda sore, ternyata pagi sudah dipasang.</p>
<p><div id="attachment_831" class="wp-caption alignright" style="width: 260px"><img src="http://pakacil.com/file/2009/12/naik_gajah.jpg" alt="saya naik gajah" title="naik_gajah" width="250" height="188" class="size-full wp-image-831" /><p class="wp-caption-text">luar biasa! saya naik gajah!</p></div>Melihat kondisi obyektif di lapangan, terpaksa saya putuskan untuk melakukan sejumlah perubahan teknis. eits&#8230; tak lupa main-main dulu sejenak.</p>
<p>Berhubung di lokasi ada tamannya, dan ada patung gajah. Itu anak kelas 2 SD saya panggil, dan saya ajari sebentar untuk mengoperasikan kamera ponsel saya. dan hufhh&#8230; meloncatlah saia ke atas gajah untuk diambil gambarnya sebagai kenangan. Lumayan, walau belum pernah naik gajah beneran, paling tidak pernah naik patung gajah. Ceritanya saia lagi naik gajah untuk berburu bangau.  *kok bisa?!?* Sudahlah&#8230; yang penting saia senang.</p>
<p>Seluruh persiapan teknis selesai Sabtu malam. Namun, saia sendiri termasuk pulang paling akhir di malam itu, setelah beberapa kali melakukan re-check dan memastikan semuanya fix pada tempatnya dan sebagaimana yang diinginkan. Minggu, sekitar pukul 03.00 dini hari saya pejamkan mata untuk persiapan pagi harinya. Sekitar pukul 05.30 wita, saia dan sejumlah kerabat kembali ke lokasi, melakukan pengecekan akhir sekaligus dropping sejumlah persiapan lainnya.</p>
<h3>Minggu, 13 Desember 2009</h3>
<p>Hari H kedua. Adik saia yang laki-laki dan seorang Guru SMA itu, bersanding bersama isterinya dan juga kedua orang tua mempelai dalam balutan busana dan tempat nuansa adat Banjar. Sekitar pukul 09.00 wita, prosesi resepsi dimulai.</p>
<p><div id="attachment_832" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img src="http://pakacil.com/file/2009/12/kawinan.jpg" alt="13 Desember 2009" title="kawinan" width="150" height="113" class="size-full wp-image-832" /><p class="wp-caption-text">13 Desember 2009</p></div>Acara hari itu membuat saia sadar, ternyata selama ini saya tak memiliki kemeja untuk setelan formal. Isi lemari saya sebagian besar adalah kaos, dan saya lebih suka pakai celana pendek sedikit dibawah lutut. Beruntung dua hari sebelumnya sempat beli kemeja, karena saia satu-satunya yang tak dapat batik seragam untuk keluarga dan diminta orang tua untuk mengenakan pakaian lain yang bentuknya ada deh&#8230; </p>
<p>Meski terasa capai, namun puas. Semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Seluruh keluarga bekerja sama dalam sebuah kerja tim yang luar biasa. Sungguh luar biasa.</p>
<p>Termasuk pula tim yang dibentuk khusus, semacam pansus itu. Kalau Pansus di DPR-RI untuk mengusut aliran dana Century, dll. Maka pansus yang saia bentuk itu khusus untuk mengusut dan mengawasi aliran piring kotor untuk kemudian dicuci dan dibersihkan. Kalau pansus di DPR itu saia tak tau akhirnya macam apa, apakah juga akan ada pembersihan atau tidak, saya tak mengerti dan tak tau.</p>
<p>Rasanya kami semua bahagia sekali bisa menyambut dan menjamu tamu dan keluarga, baik dari Kalsel maupun dari luar Kalsel.</p>
<h3>Setelah itu semua &#8230;</h3>
<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/12/pilkada_kalsel.png" alt="cerdas memilih - pilkada kalsel" title="cerdas memilih - pilkada kalsel" width="200" height="189" class="alignright size-full wp-image-837" />Rumah masih tetap ramai, hampir tiap hari keluarga besar ngumpul di rumah. Sebagaimana biasa, kalau orang tua saia datang. Sampai dengan Sabtu, 19 Desember 2009, satu minggu kemudian hitungannya, pasnya sekitar pukul 4 sore, orang tua harus kembali meninggalkan Banjarbaru. </p>
<p>Tak lama setelah itu, rumah akan kembali ke suasana sebagaimana biasanya. Sangat biasa.</p>
<p>Seluruh kesibukan itu telah berlalu dan semuanya akan kembali terus berjalan. Sayapun akan kembali menjalani hari-hari sebagaimana biasa, yang mungkin penuh dengan ketidakteraturan. Sebab ketidakpastian bisa jadi adalah sebuah kepastian.</p>
<blockquote class="note"><p>Terima kasih dan penghargaan yang luar biasa kepada mereka yang turut membantu kelancaran pelaksanaan seluruh acara. Juga tak lupa kepada mereka yang berhadir dan memberikan doanya, agar kedua mempelai mendapatkan yang terbaik.<br />
• Kepada adikku, yang laki-laki dan seorang guru itu, selamat untukmu &#8230;</p></blockquote>
<p><img src="http://pakacil.com/file/emo_cool.gif" alt="" title="kuuuul" width="44" height="42" class="alignnone size-full wp-image-389" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2009/sebelum-saat-dan-sesudah-hari-h/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macam-Macam Saja Isinya</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2009/macam-macam-saja-isinya</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2009/macam-macam-saja-isinya#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 17:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[jumpa]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=828</guid>
		<description><![CDATA[Posisi saya dimana? oh, saia itu tetap dirumah. Kalau orang banyak lagi bicara serius saya menyimpang. Kalau orang-orang lagi menyimpang, saya tetap saja menyimpang. Apalagi nampaknya usaha saya untuk mengembalikan selera makan cukup berhasil setelah sekian lama terganggu. Kalau ibu lagi pimpin ‘rapat’ keluarga buat ngembil sebuah keputusan, saya interupsi sebentar, mohon ijin, terus ngeloyor ngambil palu lalu kasih ke ibu sambil bilang, “ma… itu kalau sudah sepakat, ketuknya 1 kali saja. kalau mau pending atau skor ketuk 2 kali, dan kalau selesai, ketuknya 3 kali…”. ah… sudah ah… toh ini sekedar tulisan pemanasan, setelah sekian waktu beristirahat dengan beberapa kali tepar. Semoga kawan-kawan diluar sana selalu dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan. Hal yang sangat murah namun bisa jadi teramat mahal. Murah kalau dijaga dengan baik, dan mahal kalau tak dijaga. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/12/ngawur.jpg" alt="ngawur" title="ngawur" width="81" height="100" class="alignleft size-full wp-image-829" />Demi mempersiapkan sebuah acara keluarga akhir minggu ini, rumah saia sekarang ramai, hampir tiap hari keluarga besar ngumpul sampai malam. Ada agenda macam-macam persiapan teknis dan macam-macam pembicaraan. Tapi, yang paling banyak itu ya acara tertawa, dari skala tertiwi sampai dengan terbahak-bahak.</p>
<p>Posisi saya dimana? oh, saia itu tetap dirumah. Kalau orang banyak lagi bicara serius saya menyimpang. Kalau orang-orang lagi menyimpang, saya tetap saja menyimpang. Apalagi nampaknya usaha saya untuk mengembalikan selera makan cukup berhasil setelah sekian lama terganggu. Kalau ibu lagi pimpin &#8216;rapat&#8217; keluarga buat ngembil sebuah keputusan, saya interupsi sebentar, mohon ijin, terus ngeloyor ngambil palu lalu kasih ke ibu sambil bilang, &#8220;ma&#8230; itu kalau sudah sepakat, ketuknya 1 kali saja. kalau mau pending atau skor ketuk 2 kali, dan kalau selesai, ketuknya 3 kali&#8230;&#8221;.<br />
<span id="more-828"></span><br />
Lain lagi kelakukan seorang paman, yang sebenarnya sih sudah dipanggil kakek, tapi konon karena alasan tertentu lebih memilih untuk dipanggil Abang oleh si cucu. Pada suatu sore, masih dalam minggu ini, si paman bertanya dengan lagak heran, &#8220;kenapa orang-orang itu kalau buka rumah makan, selalu namanya rumah makan. kenapa gak ada yang buka rumah minum?&#8221;.</p>
<p>Lain lagi dengan tadi malam, sewaktu ada yang sibuk bikin camilan berupa pisang goreng bernama &#8216;gaguduh&#8217;  (<em>itu pisang dipotong-potong kecil dan dimasak dengan adonan layaknya pisang goreng</em>). Saya duduk manis di dekat adonan. Karena tidak ada yang bisa dibantu, akhirnya saya bantu dengan cara lain saja. Saia ambil ambil bawang putih kecil seukuran potongan pisang dan sukses dicemplungkan ke dalam adonan tanpa sepengetahuan yang goreng. whuihihihihi&#8230;. sepertinya saya harus nyari siapa yang beruntung yang mendapatkan pisang goreng ekstra garlic tersebut.</p>
<blockquote class="jawab"><p>ah&#8230; sudah ah&#8230; toh ini sekedar tulisan pemanasan, setelah sekian waktu beristirahat dengan beberapa kali tepar. Semoga kawan-kawan diluar sana selalu dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan. Hal yang sangat murah namun bisa jadi teramat mahal.<br />
Murah kalau dijaga dengan baik, dan mahal kalau tak dijaga.</p></blockquote>
<p>Dari hati saya yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas doa yang disampaikan, juga kepada beberapa kawan yang kadang tetap <del datetime="2009-12-07T17:18:07+00:00">nekad</del> datang ke rumah seperti <a href="http://aap.adacerita.com">Aap</a>, <a href="http://auk.web.id">Warmorning</a>, <a href="http://yulianbjm.com">Yulian</a>, <a href="http://ebeautifulday.com/">Amed</a>, <a href="http://blog.ichal.web.id">Ichal</a>, <a href="http://manusiasuper.wordpress.com">Manusiasuper</a>, <a href="http://satusisi.com">Soulharmony</a>. Ada saat yang beruntung dimana saya bisa menemani, dan ada pula saat yang membuat saya kurang enak hati karena hanya sanggup membukakan pintu, menyuruh masuk, lantas saya harus rebahan dan istirahat lagi. Ada waktu dimana saya bisa keluar rumah, namun ternyata seringkali masih tak kuat lama. Namun, hidup harus terus berjalan bukan? </p>
<p>Termasuk kini saya sudah bisa mulai duduk lama di depan pisi (baca: PC) sebagaimana biasa. Menghadapi dashboard blog ini lagi untuk menulis ngawur, setelah sebelumnya saya baru sadar, ternyata stok tulisan untuk posting otomatis di <a href="http://pakacil.blogspot.com">blog saya yang di blogspot</a> ternyata sudah habis, sehingga tak muncul tulisan baru juga. Karena sebelumnya di situ terkoleksi tulisan yang tampil terjadwal dalam masa istirahat saya.</p>
<p>Lama dan banyak komentar yang tak sempat saya jawab atau tanggapi, termasuk <a href="http://pakacil.com/personal/2009/kumpulan-kisah-makanya/comment-page-3/#comment-2618">omelannya Ita</a> atau <a href="http://pakacil.com/personal/2009/kumpulan-kisah-makanya/comment-page-3/#comment-2624">cuapannya Dini</a>.  hmmm&#8230; kalian memang juga teman-teman yang baik. Nanti kalau suatu waktu kita ketemuan lagi, minta ijin sama suami kalian buat kasih kita ijin dan waktu buat makan malam ya&#8230;  <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_siul.gif' alt=':siul:' class='wp-smiley' />  </p>
<p>mmm&#8230; apa lagi ya ?  maklum, lama gak nulis dan blogwalking kadang membuat otak menjadi sedikit beku, macam mengalami penurunan kecerdasan, walaupun tingkat kecerdasan awal masih perlu dipertanyakan. Oh ya&#8230; kalau begitu, saya mau menyapa kawan-kawan dulu.. haloooo&#8230;. jumpa lagi&#8230;.<br />
<img src="http://pakacil.com/file/emo_mawar.gif" alt="mawar" title="mawar" width="49" height="35" class="alignnone size-full wp-image-403" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2009/macam-macam-saja-isinya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Kisah Makanya</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2009/kumpulan-kisah-makanya</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2009/kumpulan-kisah-makanya#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 12:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[kumpulan kisah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Mengingat betapa prihatin dan khawatirnya saya, akan apa yang terdapat dibalik informasi yang akan saya tulis dan publikasikan setelah cerita ini, maka selama beberapa tulisan terakhir saya memang sengaja berbagi kisah dengan nuansa yang berbeda dari biasanya. Biar kita bersenang-senang dulu, berprihatin-prihatin kemudian… Jika beberapa kisah sebelumnya sebagian besar adalah merupakan kejadian yang baru saja saya alami, atau lebih tepatnya saya lakukan, maka cerita kali ini merupakan sebuah kenangan saat saya masih menjadi mahasiswa. Apakah menjadi mahasiswa teladan atau tidak, maksudnya patut diteladani atau tidak, itu sih saya serahkan pada yang baca saja. Karena urusan saya biasanya cuma berusaha menjalani hidup dengan bahagia. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/10/bebas_lepas.jpg" alt="bebas lepas" title="bebas lepas" width="79" height="85" class="alignleft size-full wp-image-815" />Mengingat betapa prihatin dan khawatirnya saya, akan apa yang terdapat dibalik informasi yang akan saya tulis dan publikasikan setelah cerita ini, maka selama beberapa tulisan terakhir saya memang sengaja berbagi kisah dengan nuansa yang berbeda dari biasanya.<br />Biar kita bersenang-senang dulu, berprihatin-prihatin kemudian&#8230;</p>
<p>Jika beberapa kisah sebelumnya sebagian besar adalah merupakan kejadian yang baru saja saya alami, atau lebih tepatnya saya lakukan, maka cerita kali ini merupakan sebuah kenangan saat saya masih menjadi <abbr title="I miss U, Brawijaya...">mahasiswa</abbr>. Apakah menjadi mahasiswa teladan atau tidak, maksudnya patut diteladani atau tidak, itu sih saya serahkan pada yang baca saja. Karena urusan saya biasanya cuma berusaha menjalani hidup dengan bahagia, <del datetime="2009-10-28T10:12:06+00:00">versi saya</del>.<br />
<span id="more-814"></span></p>
<h3>Makanya, kalau jadi bawahan itu&#8230;</h3>
<p>Siang itu, Ita serta beberapa orang kawan lagi duduk di kantin. Saya juga di situ, bersama mereka. Ita bicara sesuatu yang serius. Saya tekun mendengarkan, tentu dengan wajah serius pula. Karena Ita lagi bicara serius. Semua lagi serius. *halahh&#8230;. serius mbuletnya&#8230;*. Masalahnya semua memang pada pegang jabatan yang serius. Si Ita misalnya, dia itu Kepala Biro Keuangan. Sementara saya waktu itu jadi Gubernurnya organisasi mahasiswa di fakultas, macam ketua senat atau BEM gitu lah. Jadi, saya adalah atasanya Ita.</p>
<p>Saat tengah serius macam itu, persisnya sih waktu omongannya Ita ada jeda. Saya tiba-tiba saja berdiri. Saya pandang itu si Ita, terus pandang juga beberapa kawan lain. Mereka bingung, saya santai tapi kasih wajah serius. Membukalah kedua tangan saya, macam orang pasrah itu lho&#8230; sambil berucap, &#8220;maaf Ta&#8230; gak bisa, aku sudah punya pacar&#8230;&#8221;.  <em>Jederr&#8230; gludakk&#8230;</em> Ita shock dan bengong, tak lupa bingung. Teman lain yang faham kalau saya lagi kumat langsung tertelungkup wajahnya. Mungkin menahan mules.</p>
<p>Ita yang sadar baru saja jadi korban, wajahnya memerah, sambil berucap, &#8220;kurang ajar&#8230; bikin malu aja !&#8221;. Lah&#8230; bagaimana gak malu, itu orang-orang beberapa meja yang ada di dekat kami pada noleh ke Ita semua, gara-gara mengira Ita memaksa saya untuk jadi pacarnya. Saya sih tetap santai, duduk manis seperti semula. Kembali menyeruput teh yang memang pesanan saya. Terus tinggal bilang, &#8220;sampai mana tadi bicaranya?&#8221;.</p>
<blockquote class="jawab"><p>Makanya, bagi para bawahan, sedapat mungkin kenali tabiat atasan. Karena tak tertutup kemungkinan seorang atasan itu memiliki perilaku ganjil.</p>
<p>* Ita, asli Batang, kini ada di Lampung, mengelola sebuah lembaga pendidikan.</p></blockquote>
<h3>Makanya, kalau mau apa-apa itu&#8230;</h3>
<p>Lain waktu, si Dini minta bantuan. Dini adalah salah satu Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan di fakultas kami. Curhat dia ceritanya sama saya. Bahwa ada Ketua himpunan yang naksir dia. Ketua Himpunan Jurusan yang sama, tapi kampusnya di Surabaya. Dininya gak mau alias nolak. Masalahnya, himpunan itu bakal mengadakan kunjungan ke kampus kami di Malang ke Jurusannya si Dini. Lah, si Dini bingung bagaimana ngatasinya. &#8220;Ah&#8230;, kalau cuma ngatasi yang macam ini sih gampang Din&#8230;&#8221;, Gitu saya bilang ke Dini, &#8220;biar nanti ngurusnya, beres&#8221;.</p>
<p>Hari-H <strong>#</strong> Rombongan dari Surabaya itu datang. Menggunakan bahasa isyarat, si Dini kasih tau yang mana itu orangnya ke saya. Sebagai tuan rumah, dan tentu saja atasannya Dini, saya tentu ngasih kata sambutan. Di tengah-tengah kata sambutan saya sekaligus memperkenalkan Dini sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, saya juga sisipkan kalimat, &#8220;&#8230; tentu rekan-rekan dari Surabaya tadi sudah tau nama lengkap kawan Dini, namun demikian, saya memiliki panggilan khusus buat dia, saya biasa memanggil dia Aisyah&#8230;&#8221;. Gitu saya bilang, sambil saya pandang dan senyum sama Dini dan Dini faham maksud saya, dia pun senyum, pura-pura tersipu.</p>
<p>Ada lagi yang ikut senyum, yakni si itu, ketua himpunan tamu itu, lupa saya namanya. Nekad senyum juga, tapi sangat jelas kikuk terlihat. Ditambah lagi itu beberapa temannya pada berdehem-dehem. Ah, dasar mental dan daya juang si lelaki itu payah, baru kena trik dikit aja sudah menyerah. Kesimpulan ini saya dapat setelah kemudian saya tanya Dini bagaimana perkembangannya, dan Dini tertawa senang, &#8220;beres&#8230; manjur&#8230;&#8221;, katanya.</p>
<blockquote class="jawab"><p>Makanya, kalau mau apa-apa itu, mental harus siap dulu. Jangan baru dapat rintangan dikit dan kendala kecil saja sudah KO.</p>
<p>* Dini, asli Malang, masih di Malang, jadi guru pada sebuah SMA ngetop.</p></blockquote>
<h3>Makanya, kalau pacaran itu&#8230;</h3>
<p>Dulu itu, hampir ada semacam wanti-wanti ajaib. Hati-hati kalau para mahasiswa bawa pacarnya dan ketemu sama saya, apalagi kalau saya belum kenal sama itu perempuan, bisa gawat akibatnya. Kok bisa? ya bisalah&#8230; sebab saya itu sedapat mungkin bikin orang bahagia, itu kalau bisa.</p>
<p>Misalnya, ada seorang lelaki, mahasiswa, datang ke kampus. Ia datang bersama seorang teman perempuan, pacarnya. Saya paling ramah kalau sudah urusannya begini. Setelah saya tegur sapa itu lelaki, tanpa diminta saya langsung sodor tangan, salaman sama itu perempuan.</p>
<p>&#8220;Duuh&#8230; akhirnya bisa ketemu juga sama mba Santi. Sering banget dia cerita soal mba Santi lho mba&#8230;&#8221;, saya bilang begitu sambil pandang itu lelaki, &#8220;macam-macam ceritanya, terlihat sangat bahagia dari ceritanya lho mba&#8230;&#8221;. Akibat umum dari hal ini adalah, si lelaki tiba-tiba pucat dan tampak khawatir, sementara si perempuan terlihat kaget dan bingung, lantas memandang si lelaki. Sementara saya tetap santai dan kalem, sebagaimana semula.</p>
<p>Bagaimana tidak khawatir, kaget dan bingung?<br />
lha&#8230; saya kan cuma asal nyebut nama perempuan saja, sembarang. Kalau bener yaa syukur, bisa bikin bahagia. Kalau salah ya mau bagaimana lagi, kan saya sudah usaha&#8230; iya kan?</p>
<blockquote class="jawab"><p>Makanya, kalau cuma baru pacaran, gak usah merasa pasti, dunia milik berdua. Soalnya nanti bakal mubazir sisa dunia yang luas itu&#8230;</p>
<p>* Mereka, banyak korbannya, asli mana-mana dan sudah kemana-mana.</p></blockquote>
<p><img src="http://pakacil.com/file/emo_ngupil.gif" alt="pakacil serius" title="pakacil serius" width="45" height="37" class="alignnone size-full wp-image-409" /></p>
<p align="right">untuk: 28 Oktober 2009<br />
sejumlah kejadian yang membuat seorang pemuda<br />
bisa disumpahi oleh banyak pemuda dan pemudi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2009/kumpulan-kisah-makanya/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perjanjian Kambing</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2009/perjanjian-kambing</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2009/perjanjian-kambing#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 14:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[denda]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=804</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebelum lebar dan panjang saya beberkan sebuah perjanjian menyangkut kambing, baik adanya bagi saya atas nama mereka yang terlibat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kambing, baik induk maupun anak cucunya. Sekali-kali tidak ada niat untuk melakukan pelecehan spesies ataupun pelecehan lainnya. Hanya saja, kali itu kambinglah yang langsung terbayang dan disepakati menjadi obyek ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/10/kambing_agreement.jpg" alt="kambing agreement" title="kambing agreement" width="85" height="100" class="alignleft size-full wp-image-805" />Sebelum lebar dan panjang saya beberkan sebuah perjanjian menyangkut kambing, baik adanya bagi saya atas nama mereka yang terlibat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kambing, baik induk maupun anak cucunya. Sekali-kali tidak ada niat untuk melakukan pelecehan spesies ataupun pelecehan lainnya. Hanya saja, kali itu kambinglah yang langsung terbayang dan disepakati menjadi obyek pelengkap sekaligus inti dari perjanjian 5 orang pemuda, tapi hanya saya satu-satunya yang paling hafal Dasa Dharma Pramuka.</p>
<p>okeh&#8230; saya sudah minta maaf toh? kalau begitu, baik adanya untuk dimulakan saja ini cerita. </p>
<p>Syahdan, pada suatu sore di bulan puasa, di Banjarmasin kota bernama, 5 orang pemuda dari Banjarbaru dan Martapura menunggu waktu berbuka. 4 orang pemuda duduk di teras sebuah masjid. Saya sendiri bersama dengan ke-4 orang pemuda itu, jadi totalnya ada berlima yang duduk di sana. Klop kah sudah dengan jumlah semula? ya, klop&#8230; !!!<br />
<span id="more-804"></span></p>
<h3>Butir-Butir Perjanjian Kambing</h3>
<p>Tanpa disertai tekanan dan/atau paksaan dari mana-mana pihak, kelima pemuda tersebut mengikat diri dalam sebuah perjanjian sebagaimana butir-butir perjanjian sebagai berikut :</p>
<blockquote class="note"><ul>
<li>Barang siapa di antara mereka berlima, dengan sengaja atau tidak sengaja melakukan pernikahan dengan seorang perempuan, dan pernikahan tersebut mendahului keempat rekannya yang lain, maka ia wajib membayar denda kepada keempat rekannya yang lain. Denda tersebut adalah sebanyak 2 (dua) ekor kambing.</li>
<li>Barang siapa diantara mereka berempat yang tersisa belum menikah, maka yang paling akhir melakukan pernikahan, baik dengan sengaja maupun tidak, juga akan dikenai denda dan wajib membayarkan denda tersebut dengan sebanyak 1 (satu) ekor kambing.</li>
</ul>
</blockquote>
<p>• <u>Mengapa yang menikah pertama kali harus denda 2 ekor kambing</u>?<br />
Hal tersebut disebabkan orang pertama akan menimbulkan tekanan batin pada keempat orang lainnya. Walaupun pada sisi lain dapat menumbuhkan motivasi yang kuat pada rekan yang lain. Karena itulah, dengan pertimbangan ada sisi positifnya ini hanya ditetapkan hanya 2 ekor kambing. Sementara jika hanya mempertimbangkan faktor timbulnya tekanan batin saja, maka denda mungkin akan ditetapkan sebanyak 20 (dua puluh) ekor kambing!</p>
<p>• <u>Kenapa yang terakhir juga didenda walau 1 ekor kambing</u>?<br />
Salah sendiri, kenapa mau belakangan. Lagi pula, karena sudah cukup tertekan dengan posisi antrian yang paling belakang, makanya denda yang diberikan cukup 1 ekor kambing saja, tak lebih.</p>
<h3>Ucapan Terima Kasih dan Penghargaan</h3>
<p>Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga pada:</p>
<ul>
<li>orang tua saya, (abah dan mama) yang mengijinkan saya untuk menikah dan telah melamarkan seorang gadis untuk saya. sampai kapanpun saya akan tetap menjadi seorang anak.</li>
<p></p>
<li>mertua saya, (abah dan mama alm.) yang dengan ikhlas dan lapang dada menerima saya sebagai mantu, walau kadang-kadang kumat usilnya buat iseng pada mertua.</li>
<p></p>
<li>anaknya mertua saya atau mantunya orang tua saya atau isteri saya, yang mungkin entah kenapa dulu bersedia menerima saya. Mudah-mudahan keputusan tersebut diambil dalam keadaan sadar. Makasih, makasih dan makasih. Semoga tidak menyesal atas keputusan yang telah dibuat, sebagaimana tidak menyesalnya saya telah memilihmu. Selama masih ada nafas, hidup ini terus berjalan, bumi ini bulat, air itu basah dan api itu panas. Percayalah dan bersiaplah&#8230;</li>
<p></p>
<li>Seluruh kerabat dan sahabat, yang telah memberikan dukungan moril dalam beragam bentuk. Juga sahabat yang ikut dekor, termasuk pemberian diskon khusus untuk <abbr title="musik tradisional banjar">musik panting</abbr> dan diskon khusus MC dan diskon-diskon khusus lainnya. Senang sekali punya banyak teman yang suka kasih diskon.</li>
<p></p>
<li>Penghulu Asra, yang menikahkan saya. Makasih Pak&#8230; dan mohon maaf, kalau dulu itu waktu akad nikah saya sempat ngerjain bapak. Mohon dimengerti, kumatnya usil itu kadang tak kenal tempat dan waktu.</li>
<p></p>
<li>Seluruh jajaran terkait di Pemerintah Kota Banjarbaru dan KUA Banjarbaru, yang telah memungkinkan saya untuk mendapatkan KTP dan Kartu Keluarga, serta urusan administrasi lainnya dengan lancar, sehingga bisa menikah dengan tenang dan dengan konsentrasi lumayan.</li>
<p></p>
<li>Seluruh stasiun tipi nasional, yang kian membuat saya yakin, bahwa sebagian besar tayangan sinetron dan sejumlah program terkait anak-anak itu sama sekali tidak mendidik keluarga. Sehingga kami tak suka nonton sinetron dan program-program tersebut.</li>
<p></p>
<li>Riyani Djangkaru, ya engkau presenter jejak petualang itu, mmm&#8230; bukan ucapan terima kasih sebenarnya, tapi cuma mau bilang, kalau saya suka gayanya waktu jadi host-nya acara petualangan itu, lucu dan natural. *mmmmaafhh&#8230; gak ada hubungannya*</li>
<p></p>
<li>Seluruh undangan yang telah hadir dan memanjatkan doanya untuk kami. Semoga kebaikan Anda semua dibalas oleh yang kuasa.</li>
</ul>
<p>Sebetulnya, masih sangat panjang daftar ucapan terima kasih ini, tak cukup rasanya untuk dibuat pada satu tulisan ini. Ya.. untuk kalian yang terlibat secara langsung maupun tidak dalam pernikahan dan perkawinan kami, terima kasih.</p>
<h3>Pendahuluan</h3>
<p>Tulisan ini dibuat dalam rangka kesekian tahunnya usia pernikahan kami pada 24 Oktober, sekaligus menjawab pertanyaan isteri saya, &#8220;kok gak pernah cerita soal keluarga di blog?&#8221;. Karena memang ada dua hal yang sangat saya batasi untuk tidak ditulis pada blog ini, yakni soal keluarga yang terlalu dalam, dan soal agama. Sisanya bisa jadi bebas saja.</p>
<p>Selain itu, saya juga lagi teringat betapa saya terbebas dari denda kambing itu. Mohon maaf kepada sahabat yang belakangan, pada bertahun-tahun lalu itu saya sempat melemparkan senyum kemenangan dan terbebas dari denda 1 ekor kambing.<br />
 <img src='http://pakacil.com/wp-includes/images/smilies/emo_joged.gif' alt=':dance:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="right"><strong>Banjarbaru, 24 Oktober 2009</strong><br />
diketik dengan menggunakan keyboard Simbadda warna hitam<br />
dibantu oleh mouse Logitech, juga warna hitam<br />
dialasi mousepad yang juga berwarna hitam<br />
ditayangkan di monitor Samsung, masih warna hitam<br />
dikerjakan menggunakan CPU dengan cassing berwarna hitam<br />
ditemani suara lagu yg keluar dari speaker Creative warna hitam<br />
sambil mengenakan celana pendek 3/4 dan kaos hitam</p>
<p align="right">direncanakan dipublish pada 25 Oktober 2009, pukul 22:24 wita,<br /> saat langit sudah terlihat hitam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2009/perjanjian-kambing/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ju Ir Ak dan Dada Kanan</title>
		<link>http://pakacil.com/personal/2009/ju-ir-ak-dan-dada-kanan</link>
		<comments>http://pakacil.com/personal/2009/ju-ir-ak-dan-dada-kanan#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 09:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pakacil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[dada kanan]]></category>
		<category><![CDATA[dokter spesial]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pakacil.com/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Sepulangnya dari dokter spesial itu, perutpun terasa lapar. Maklum hujan dan dingin. Kan sudah saya bilang. Tapi sebenarnya ada sebab lain yang lebih prinsipil, yakni memang dari pagi belum makan, gak selera. Demi memenuhi hasrat hidup orang banyak, maksudnya hasrat sebagaimana orang banyak lainnya, yang kalau lapar yaa makan, maka ke rumah makanlah mampir. Cianjur nama rumah tempat makan itu. Bukan di Jawa Barat, heunteu… tapi di Banjarmasin. Semasuknya di rumah makan, saya mendengar seorang ibu-ibu yang menelpon dengan suara nyaring yang membuat saya yakin seisi lantai 1 rumah makan itu mendengarnya. Saya pun dengan baik hatinya kadang bersuara, “yaa… baik… memang begitu… oh ya?…. ya…”. Suara saya itu sekedar ikut membantu nyahut si ibu yang nelpon nyaring tadi. Dan tolong, tak perlulah puji bahwa saya baik hati dan ramah karena ikut nimbrung pembicaraan beliau. Kalau si ibu memandang saya dengan aneh pun, saya tinggal meanggukkan kepala dan melemparkan senyum nan manis. Selesai perkara. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pakacil.com/file/2009/10/pakacil-bebas.jpg" alt="pakacil bebas" title="pakacil bebas" width="65" height="100" class="alignleft size-full wp-image-803" />Ini cerita tentang sewaktu habis pulang dari dokter. Kemarin kejadiannya, sore hari tepatnya. Hujan dan dingin sebagai hiasannya. Tau kejadian penting pas sore hari yang hujan dan dingin? Ya, tak lain tak bukan, laparlah terasa. Lapar itu letaknya diperut, walaupun katanya lapar itu adalah rasa, tapi jelas lapar adalah fakta.</p>
<p>Sudah saya bilang kah kalau dokternya ada di Banjarmasin yang tempat praktiknya berjarak sekitar lebih dari 40 km dari rumah saya yang ada di Banjarbaru? belum kah? Baiklah, kalau begitu akan saya ceritakan. Dokter spesial itu berpraktik di Banjarmasin. Kalau dihitung-hitung, lokasinya dari rumah saya adalah lebih dari 40km jauhnya. Untuk menuju tempat praktiknya, hanya ada dua belokan, kanan dan kiri. Hanya masalah <em>timing</em> atawa waktu saja, kapan harus belok kanan dan kapan harus belok kiri.<br />
<span id="more-802"></span><br />
Mengapa itu dokter spesial? setidaknya ada dua alasan. Pertama, sekalipun ada dokter sejenis (sama berjenis kelamin lelaki dan sama yang diurusi) di Banjarbaru, tetap saja memeriksakan diri ke Banjarmasin. Kedua, karena dia itu dokter spesialis yang memanglah hanya mengurusi bagian-bagian tertentu saja dari tubuh manusia.</p>
<p>Dokter spesialis itu memang macam-macam nyatanya. Ada spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT), spesialis Penyakit Dalam (SPD), spesialis kulit dan kelamin, spesial gigi. Bahkan, dokter bedah pun bermacam-macam spesialnya, ada yang spesial bedah digestive atau organ pencernaan, ada bedah jantung, ada bedah tulang, kecuali bedah buku. </p>
<p>Sepulangnya dari dokter spesial itu, perutpun terasa lapar. Maklum hujan dan dingin. Kan sudah saya bilang. Tapi sebenarnya ada sebab lain yang lebih prinsipil, yakni memang dari pagi belum makan, gak selera. Demi memenuhi hasrat hidup orang banyak, maksudnya hasrat sebagaimana orang banyak lainnya, yang kalau lapar yaa makan, maka ke rumah makanlah mampir. Cianjur nama rumah tempat makan itu. Bukan di Jawa Barat, <em>heunteu</em>&#8230; tapi di Banjarmasin.</p>
<p>Semasuknya di rumah makan, saya mendengar seorang ibu-ibu yang menelpon dengan suara nyaring yang membuat saya yakin seisi lantai 1 rumah makan itu mendengarnya. Saya pun dengan baik hatinya kadang bersuara, &#8220;yaa&#8230; baik&#8230; memang begitu&#8230; oh ya?&#8230;. ya&#8230;&#8221;. Suara saya itu sekedar ikut membantu nyahut si ibu yang nelpon nyaring tadi. Dan tolong, tak perlulah puji bahwa saya baik hati dan ramah karena ikut nimbrung pembicaraan beliau. Kalau si ibu memandang saya dengan aneh pun, saya tinggal meanggukkan kepala dan melemparkan senyum nan manis. Selesai perkara.</p>
<p>Datanglah seorang pria, berseragam terlihat. Bukanlah seragam tentara atau baju hansip, melainkan seragam bertuliskan nama rumah makan itu. Yaa, ia memanglah pelayan di rumah makan itu, jadi wajar saja. Bayangkan saja jika seragamnya bertuliskan POLRESTA Banjarbaru, tentu saya akan bingung. Setelah menyerahkan daftar menu, lelaki itu bertanya, apakah kiranya yang akan disantap.</p>
<p>Membolak-baliklah saya kepada buku menu itu. Ada Es Cendol terbaca. Saya pesan itu dulu. Akhirnya, setelah sekian lama pingin cendol, saya nikmati pula. Gurami Goreng, Udang Goreng mentega, Karedok, sudah masuk daftar taking order. &#8220;Minumnya mas?&#8221;. Lelaki itu bertanya.</p>
<p>&#8221; Ju Ir Ak &#8220;, saya menjawab.<br />
&#8221; maaf mas, apa minumnya tadi?&#8221; lelaki itu masih bertanya.<br />
&#8221; ju ir ak&#8221;, saya masih rajin menjawab.<br />
&#8221; jus sirsak maksudnya?&#8221;, masih saja dia bertanya.<br />
&#8221; itu kalau pakai es, mas. saya maunya gak pakai es&#8221;, lagi-lagi saya jawab.<br />
&#8221; ooo&#8230; jadi jus sirsak gak pakai es ya Pak?&#8221;, masih nanya lagi.<br />
&#8221; he&#8217;eh&#8230; jus sirsak gak pakai es, ju ir ak&#8230;&#8221;, ucap saya lagi.</p>
<p>Lelaki itu membaca ulang menu yang dipesan, agar tak terjadi kesalahan. Sebagai pembeli yang baik, tentu mendengarkan dengan saksama dan menyimak dengan penuh perhatian. Setelah selesai ia lagi berkata, &#8220;itu tadi daftar pesannya ya Pak. Mohon tunggu sebentar&#8230;&#8221;.</p>
<p>Saya langsung motong, &#8220;mas, ada yang ketinggalan..&#8221;<br />
&#8221; iya Pak ? &#8220;, kata pelayan.<br />
&#8221; ayam goreng. tambah ayam goreng ya&#8230;&#8221;<br />
&#8221; ayam gorengnnya dada atau paha pak ? &#8221;<br />
&#8221; mmm&#8230; dada saja &#8220;.<br />
&#8221; baik Pak, tambah ayam goreng, dada. &#8220;.<br />
&#8221; tapi tolong mas, dadanya yang sebelah kanan saja &#8220;.<br />
&#8221; maaf Pak? kenapa? &#8221;<br />
&#8221; ayam gorengnya, dada sebelah kanan saja&#8230; &#8220;.</p>
<p>Lelaki itu bengong. Saya pasang tampang serius seakan-akan menghadap presiden untuk audisi acara kabinet idol. Pingin rasanya saya bilang, bahwa maklum saja habis dari dokter, tapi masalahnya saya bukan dari dokter spesialis sarap.<br />
<img src="http://pakacil.com/file/emo_ngupil.gif" alt="pakacil serius" title="pakacil serius" width="45" height="37" class="alignnone size-full wp-image-409" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pakacil.com/personal/2009/ju-ir-ak-dan-dada-kanan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
