Tawar Menawar Harga Pas

2 orang itu, yang satu pembeli, yang satu lagi penjual. Tempat kejadian perkaranya adalah sebuah kios. Saya juga ada di situ. Posisi saya juga jadi pembeli, sehingga total pembeli jadi ada 2. Sementara satu orang lagi asyik tertidur. Itu sodaranya yang sedang jadi penjual, jadi total penjual sebenarnya ada 2. Tapi sudahlah, ini soal antara penjual yang sedang bangun dan pembeli yang bukan saya.

Tangannya memegang roti, tangan itu pembeli maksudnya. Bertanyalah ia, tentu kepada penjual, “berapa ini harganya?”. Lalu itu penjual menyahut dengan santai, “itu ada harganya, di bungkusnya”. Lantas saya interupsi-lah itu penjual dengan pesanan 2 kotak minuman dingin dan 2 pak barang yang selalu disertai peringatan pemerintah minus peringatan DPR-RI itu. Interaksi mereka berlanjut. 2 orang itu. Bukan saya. saya cuma mendengar dan memperhatikan.

Jika Memang Harus Memilih

menunjuk pakacil

Sebelumnya, berikut pernyataan sebelum membaca sampai tuntas:

Saya mengerti dan memahami bahwa:

  1. Tulisan ini tidak merujuk atau ditujukan untuk calon kepala daerah tertentu untuk tingkat apapun dan daerah manapun di Kalimatan Selatan.
  2. Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulisnya (Pakacil) dan tidak mewakili pendapat instusi atau lembaga apapun.
  3. Segala akibat yang timbul dari tulisan ini adalah tanggung jawab penulisnya sendiri.
  4. Tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan tingkat kegantengan atau kerapian penulisnya.

Klik Next untuk melanjutkan atau Cancel untuk membatalkan :
next     cancel

Mari Bernyanyi, Ououo ...

Semoga kita semua tetap memiliki mimpi, tetap bisa bermimpi. Mimpi menjadi lebih baik lagi, atau mimpi menjadi pemilik bank sekelas century, mimpi menjadi pegawai negeri, mimpi menjadi penyanyi, mimpi selalu dekat dengan sang kekasih hati, mimpi memperoleh pendapatan lebih di esok hari, mimpi untuk tak lagi merasa sepi, dan berjuta mimpi lainnya lagi. Sebab konon, mimpi yang bagus itu pertanda tidurnya enak, tiada beban tiada kesedihan. Percayalah, sekalipun beli kasur dan sprei berharga jutaan, tetap tidak tertera “bebas mimpi buruk” sebagai jaminan, yang ada cuma garansi pegas spring bed saja. …

Istilah Titik-Titik di bawah Ini

Istilah bisa jadi hanya sekedar sebuah istilah, namun bisa jadi pula jauh lebih dalam dan luas dari pada dirinya sendiri. Istilah, bisa jadi begitu sederhana bisa jadi pula begitu rumit, begitu tinggi. Ada yang memposisikan istilah sebagai ciri sebuah kasta intelektualitas, ada pula yang suka-suka saja, mengalir apa adanya. Istilah bisa begitu lugas, bisa begitu mumet. Bahkan ada yang sampai menjadi tren. Istilah bisa juga dipakai untuk menggiring opini, bisa dipakai untuk pencitraan, bisa dipakai menutupi sesuatu, pendek kata, bisa dipakai untuk macam-macam keperluan. Dari era ’salah prosedur’ sampai ke era ‘dampak sistemik’ saja sudah banyak istilah yang beredar dari telinga ke telinga. Tapi yang pasti, mau istilahnya hitam, hirang, black, ireng, hideung, schwarz atau zwart, tetap saja kode warnanya #000000. …

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain