|
www.pakacil.com
Sebuah media personal yang bisa
memuat banyak hal, apa saja dan tidak terikat pada tema tertentu.
Pengunjung diperkenankan untuk
memberikan komentar atas tulisan yang ada, namun komentar yang sama
sekali tidak terkait isi akan dipindah ke buku tamu
Maaf, pertamax dan sejenisnya akan
langsung dihapus!
not ads. by Pakacil |
|
 01/03/2010 Sudut Lain
 2 orang itu, yang satu pembeli, yang satu lagi penjual. Tempat kejadian perkaranya adalah sebuah kios. Saya juga ada di situ. Posisi saya juga jadi pembeli, sehingga total pembeli jadi ada 2. Sementara satu orang lagi asyik tertidur. Itu sodaranya yang sedang jadi penjual, jadi total penjual sebenarnya ada 2. Tapi sudahlah, ini soal antara penjual yang sedang bangun dan pembeli yang bukan saya.
Tangannya memegang …
 10/02/2010 Sudut Lain
 Sebelumnya, berikut pernyataan sebelum membaca sampai tuntas:
Saya mengerti dan memahami bahwa:
Tulisan ini tidak merujuk atau ditujukan untuk calon kepala daerah tertentu untuk tingkat apapun dan daerah manapun di Kalimatan Selatan.
Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulisnya (Pakacil) dan tidak mewakili pendapat instusi atau lembaga apapun.
Segala akibat yang timbul dari tulisan ini adalah tanggung jawab penulisnya sendiri.
Tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan tingkat kegantengan atau kerapian …
 09/02/2010 Sudut Lain
Semoga kita semua tetap memiliki mimpi, tetap bisa bermimpi. Mimpi menjadi lebih baik lagi, atau mimpi menjadi pemilik bank sekelas century, mimpi menjadi pegawai negeri, mimpi menjadi penyanyi, mimpi selalu dekat dengan sang kekasih hati, mimpi memperoleh pendapatan lebih di esok hari, mimpi untuk tak lagi merasa sepi, dan berjuta mimpi lainnya lagi.
Sebab konon, mimpi yang bagus itu pertanda tidurnya enak, tiada beban tiada kesedihan. Percayalah, sekalipun beli kasur dan sprei berharga jutaan, tetap tidak tertera “bebas mimpi buruk” sebagai jaminan, yang ada cuma garansi pegas spring bed …
 06/02/2010 Sudut Lain
Istilah bisa jadi hanya sekedar sebuah istilah, namun bisa jadi pula jauh lebih dalam dan luas dari pada dirinya sendiri. Istilah, bisa jadi begitu sederhana bisa jadi pula begitu rumit, begitu tinggi. Ada yang memposisikan istilah sebagai ciri sebuah kasta intelektualitas, ada pula yang suka-suka saja, mengalir apa adanya. Istilah bisa begitu lugas, bisa begitu mumet. Bahkan ada yang sampai menjadi tren.
Istilah bisa juga dipakai untuk menggiring opini, bisa dipakai untuk pencitraan, bisa dipakai menutupi sesuatu, pendek kata, bisa dipakai untuk macam-macam keperluan. Dari era ’salah prosedur’ sampai ke era ‘dampak sistemik’ saja sudah banyak istilah yang beredar dari telinga ke telinga. Tapi yang pasti, mau istilahnya hitam, hirang, black, ireng, hideung, schwarz atau zwart, tetap saja kode warnanya …
|

Iklan Layanan Masyarakat dalam rangka PEMILUKADA Kalimantan Selatan 2010 © www.pakacil.com
|