 03/02/2010 Sudut Lain
Itu dua orang teman saya mendatangi seorang paranormal, orang pintar katanya. Seorang teman bercerita bahwa sewaktu tidur ia bermimpi aneh, ia diberikan oleh seseorang batu dan diminta untuk menjaga. Sesaat setelah bangun tidur, ia menemukan batu di sisi bantalnya, sebagaimana batu yang dilihat dalam mimpinya. Batu itu lantas diserahkan pada si orang pintar atawa paranormal itu. Sang Paranormal memperhatikan batu itu dengan saksama. Lalu ia menjelaskan bahwa batu itu adalah batu sakti, batu ajaib, memiliki pengaruh itu dan ini, serta beruntunglah ia yang dititipi batu itu lewat mimpi yang menjadi nyata. Karenanya ia wajib untuk menjaga batu itu, jangan sampai hilang. Demi mendengar penjelasan sang paranormal, tentu yang lain sakit perut menahan tawa. Kok bisa? …
 31/10/2009 Sudut Lain
Yang… kamu tau itu, laut?
benar Yang… lautan itu air, basah. Banyak ikan di sana, terumbu karang yang katanya indah juga ada. Bahkan ada yang bilang, kalau Deni manusia ikan juga tinggal di situ. Sebagaimana laut, sungai, danau, bahkan comberan juga ada airnya, yang…
Sebuah kabar mengatakan, Yang… kalau air sungai, danau dan lautan itu sebenarnya adalah air mata yang terkumpul. Air mata itu menjadi satu, air mata duka lara kecewa itu. Namun, pada saat kian banyak yang menangis, maka air mata itu juga akan kian banyak, Yang… terus terkumpul dan terus menyatu. Sampai pada suatu saat, ia tak lagi tertahankan. Menjadilah ia banjir yang menerjang ke sana kemari, murka dan mengancurkan.
 27/10/2009 Sudut Lain
Ada seseorang yang memandang dengan gimana yaa… pokoknya pandangannya begitu deh, yang kira-kira saya tafsirkan begini, “Makanya mas, sudah tau di sini cuma jualan tahu goreng, malah nanya soto sama nasi sop. Tampang imut-imut kok pas nanya gak pada tempatnya…” “eits…. nanti dulu !”, nah yang ini saya yang lagi membantah tafsiran itu. Nanya gak pada tempatnya? Siapa bilang? Itu tempat jualan makanan, makanya saya nanya makanan. Masih bagus saya gak nanya apa ada jual majalah komputer terbaru, atau bertanya bisa tidaknya rental dipidi pelem terbaru di situ. Lagi pula, kalau memang saya bertanya gak pada tempatnya, memangnya di situ ada tulisan ‘tempat bertanya’, sebagai tanda layanan khusus bagi yang mereka ingin bertanya. Gak ada kan? ya? ya? ya? *iyaaaaa… gak adaaaaa…* …
 18/10/2009 Sudut Lain
Tiga profesi tersebut nampaknya dilarang keras olah kakek untuk menjadi pekerjaan dan ladang penghidupan bagi anak cucunya. Benar saja, anak cucu kakek kini umumnya menjalani 2 profesi yakni menjadi tenaga pendidik dan kesehatan. Ibarat data, saya mungkin adalah pencilan, yang tak berada di dunia pendidikan dan kesehatan itu. Tapi saya jelas selalu hormat pada pendidik yang memiliki dedikasi, serta tak mungkin menjadi petugas kesehatan, mengingat betapa mudah ‘tersentuhnya’ hati dan lutut saya oleh darah dan alkes. Jelas, seluruh anak cucu kakek sampai saat ini secara langsung atau tidak, telah menuruti pesan beliau tersebut, untuk tak menjadi polisi, jaksa atau hakim. Jika saja waktu kakek masih hidup KPK itu sudah berdiri, saya tidak bisa dan tak berani menebak-nebak, apakah berkarir di KPK juga termasuk profesi terlarang menurut kakek. …
|
|