Tempat Bertanya

Ada seseorang yang memandang dengan gimana yaa… pokoknya pandangannya begitu deh, yang kira-kira saya tafsirkan begini, “Makanya mas, sudah tau di sini cuma jualan tahu goreng, malah nanya soto sama nasi sop. Tampang imut-imut kok pas nanya gak pada tempatnya…” “eits…. nanti dulu !”, nah yang ini saya yang lagi membantah tafsiran itu. Nanya gak pada tempatnya? Siapa bilang? Itu tempat jualan makanan, makanya saya nanya makanan. Masih bagus saya gak nanya apa ada jual majalah komputer terbaru, atau bertanya bisa tidaknya rental dipidi pelem terbaru di situ. Lagi pula, kalau memang saya bertanya gak pada tempatnya, memangnya di situ ada tulisan ‘tempat bertanya’, sebagai tanda layanan khusus bagi yang mereka ingin bertanya. Gak ada kan? ya? ya? ya? *iyaaaaa… gak adaaaaa…* …

3 Profesi Terlarang Versi Kakek

Tiga profesi tersebut nampaknya dilarang keras olah kakek untuk menjadi pekerjaan dan ladang penghidupan bagi anak cucunya. Benar saja, anak cucu kakek kini umumnya menjalani 2 profesi yakni menjadi tenaga pendidik dan kesehatan. Ibarat data, saya mungkin adalah pencilan, yang tak berada di dunia pendidikan dan kesehatan itu. Tapi saya jelas selalu hormat pada pendidik yang memiliki dedikasi, serta tak mungkin menjadi petugas kesehatan, mengingat betapa mudah ‘tersentuhnya’ hati dan lutut saya oleh darah dan alkes. Jelas, seluruh anak cucu kakek sampai saat ini secara langsung atau tidak, telah menuruti pesan beliau tersebut, untuk tak menjadi polisi, jaksa atau hakim. Jika saja waktu kakek masih hidup KPK itu sudah berdiri, saya tidak bisa dan tak berani menebak-nebak, apakah berkarir di KPK juga termasuk profesi terlarang menurut kakek. …

Jerit Guru Sekolah Berlabel Agama

Sebuah lembaga pendidikan berlabel agama tidaklah dengan serta merta berarti suci dan bersih. Pihak-pihak yang terkaitpun seyogyanya tidak memiliki rasa sungkan untuk mengusut apa yang sebenarnya terjadi. Tak sebagaimana pertanyaan iseng yang saya ajukan pada salah seorang jaksa di Kalimantan Selatan ini tahun lalu, “Pak, misalnya saja di pondok pesantren anu ada indikasi korupsi, berani ngusut gak?”. Pak Jaksa tersebut tersenyum, dan berkata, “susah mas…”. Hmmm… entah takut kualat atau apa, saya juga pura-pura tak mengerti kompleksitas permasalahan yang mungkin timbul. Lagi pula, hal yang paling penting adalah kapasitas saya yang mungkin hanya sekedar diminta menyediakan kuping untuk mendengarkan keluh kesah mereka. Sebagaimana saya juga menyediakan kuping yang sama untuk orang-orang yang berbeda yang selama ini datang atau saya datangi. …

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain