Jangan Main Futsal !

Futsal, ada yang belum tau? itu lho.. permainan yang mirip sepak bola itu, lebih detil tentang futsal bisa di lihat di Wikicil atau Media Wiki Pakacil yang menjadi salah satu bagian di blog ini. Cerita kali ini memang merupakan sedikit hikmah menyakitkan dibalik permainan futsal kemarin.

main futsalSetelah membaca undangan tanding futsal antara anggota Komunitas Blogger Kalimantan Selatan, Kayuh Baimbai dengan rekan-rekan Kaskuser Regional Kalsel, entah kenapa saya tergerak untuk mencoba peruntungan baru sebagai pemain futsal dadakan. Walaupun saya tidak memiliki niat dan motivasi setinggi bocah kecil di pelem Garuda di Dadaku, yang ingin jadi pemain sepak bola nasional itu, tapi saya tetap bersemangat.

Jadilah saya kemudian berangkat dari Banjarbaru menuju tempat pertempuran dengan gagah berani dan penuh persiapan.

Tiba di rumah Manusiasuper, sembari menunggu beberapa rekan yang janjian untuk kumpul terlebih dahulu di tempat itu, nampaknya saat yang tepat untuk mengisi perut dengan sedikit cemilan dan minuman. Lumayaan…

Berangkat menuju lokasi, dan ternyata di lapangan yang telah dijanjikan akan menjadi ajang pertarungan kali ini, ternyata sejumlah rekan-rekan Kaskuser sudah ada di lokasi, demikian pula dengan sejumlah anggota Kayuh Baimbai. Hemm… nampaknya akan menjadi sesuatu yang menarik…

Singkat kata, permainan dimulai dan kemudian berjalan. Walaupun sampai akhir permainan tidak ada akumulasi skor yang dicatat, namun saya yakin bahwa permainan berimbang dalam hal kegembiraan. *2 hal yang berbeda ya? ya memang…*

Karena belum pernah main futsal sebelumnya, saya ya duduk mengamati dulu bagaimana permainan itu berjalan. Sedikit observasi ceritanya. Pada akhirnya, saya juga berganti pakaian dan melakukan pemanasan. Saya masih ingat beberapa pemanasan yang dulu diajarkan oleh Om Basuki, pelatih sepak bola saya di PS. Rajawali Muda, waktu saya masih SD. Bagaimana peregangan yang harus dilakukan. Lagi pula saya sangat meyakini, bahwa futsal akan sangat berbeda dengan renang.

Selesai pemanasan, saya sudah berkeringat. Keringat biasa saja, wajar, bukan keringat dingin atau keringat buntet.  Rasanya otot-otot saya sudah mulai lemas dan siap bermain. Dan akhirnya, tibalah waktu yang menyakitkan itu… saya memasuki lapangan sebagai pemain pengganti, tapi saya lupa siapa yang saya gantikan. Maklum, demi kegembiraan, gonta-ganti pemain bisa dilakukan tanpa birokrasi,  bahkan cenderung selonong boi…

Saya sudah berada di lapangan dan saya akan bermain, wah… luar biasa… saya teringat Uki alias Kulilo Tyas Kumolo, seorang kawan waktu di kampus dulu, yang lebih suka main tik-tak kalau main bola, dan saya memang juga suka begitu.

Menit demi menit berlalu… permainan terus berlangsung…

“nafas saya juga bisa sangat tik-tak dan cepat”Saya tidak sempat menghitung berapa lama total saya berada di lapangan, namun yang saya rasakan saya sudah tidak dapat mengontrol lajunya lari, alias tidak bisa berhenti kalau sudah lari, entah karena momentum atau karena saking lemasnya, kalau sudah lari saya tak bisa berhenti untuk kemudian terjatuh secara alami, sangat natural.

Dikejatuhan terakhir, di antara nafas yang tersengal-sengal, saya cuma berteriak, “ganti… ganti…”, dan akibatnya masuklah salah seorang rekan untuk menggantikan posisi saya. Pandangan rasanya berkunang-kunang, saya tak mampu mengindentifikasi siapa yang menggantikan saya itu.

Saya bergegas keluar lapangan dan kemudian rebah di pinggir lapangan, di lantai. Teringat Om Basuki yang berkata kalau seorang pemain bola itu bisa terlihat dari caranya lari. Saya yakin, bahwa lari saya tak memiliki ciri itu. Teringat pada Uki, bahwa bukan cuma main yang bisa tik-tak dan cepat, tapi nafas saya juga sangat bisa tik-tak dan cepat.

Pandangan saya nanar, rasanya pusing, sekali dua saya meneguk minuman segar yang saya bawa dari Banjarbaru. Sementara permainan tetap berlangsung dan rekan-rekan tetap tertawa, saya pun tetap terbaring, khusyuk sekali.

Hari ini, beberapa jam setelah saya terbangun dari tidur nyenyak karena lelah, rasa pegal dan sakit di beberapa bagian tubuh saya masih tersisa. Karenanya, sempat terpikir untuk jangan lagi main futsal kalau cuma modal nekad.

Namun yang benar-benar saya pikirkan adalah, kapan main lagi? ikuuuut … soal pingsan adalah soal belakangan, toh kemarin juga saya tak sempat pingsan kan? cuma sekedar mendekati saja…
hore

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

18 komentar pada Jangan Main Futsal !

  • jadi joki semlam bulik sapa om… :lol:

    *komen sambil merasakan anggota tubuh yang sakit*

    hehehe… terpaksa meminta bantuan Carbone, dari pada celaka di jalan

  • untung foto “itu” kd eby upload… :lol:

    waduhhh By… makan malam yuk ?
    *berusaha nyogok biar aman*

  • :lol:
    banyak yg Lucu kemaren … Bang Ichal juga lucu kemren …

    dan banyak juga yang knocked out ehuihihihi

  • wuakakakakakakaa…. engselku copot kabeh ini…

    Eby>>kirimkan kesana ya :mrgreen:

    lhah… sudah dikasih pelumas atau belum sih?
    gak ada urusan soal dokumentasi di Eby ya… saia juga masih punya ‘senjata’ soalnya
    whuahahaha…

  • May lah, raminya. Ulun kada kawa umpat nah.

    mungkin lain kali bisa om… :)

  • Mana dokumentasinya ?? mau dong liat, seperti apa sih mendekati pingsan itu?? :lol:

    anuuu… eeee… itu sebagian dari pada aib
    jadi tak bisa dipublikasikan
    whuihihihihi…

  • sampai komentar ini diterbitkan, badan saya masih terasa sakit.. dari pundak, lengan, turun ke paha sampai dengan betis terasa sakit… posisi yang dipercayakan ke saya ternyata memang sangat vital dan berakibat fatal.. :cry: tapi senang rasanya bisa bermain lepas.. hehee. ditunggu undangan berikutnya..
    :oot:

    walahh.. saia kira tadi nyanyi …
    kepala, pundak, lutut, kakiii ….

    :siul:

  • Pinggang ke bawah saya mati rasa.. Sepatu kets tua saya jebol.. Perut masih kram rasanya kaya datang bulan.. Tapi sumpah, puas ketawa melihat Ichal pertama masuk lapangan sudah dapat peringatan dari Carbone; “Chal.. Ingat pelawak basuki, Chal..”. Atau pas liat Rolly menggiring bola pakai baju kaos. Atau PAKACIL MAINNYA 5 MENIT TEPARNYA 55 MENIT… *kada wani tetawa nyaring, masih sakit paparutan..*

    hah?!? cuma 5 menit?!!?
    kok ya rasanya saya tak percaya ya … :think:

  • Batis auk singkal, pinggang rengkot…bah kdd kisah tu :cry: punk…

    lhoh… sudah mahasiswa kok masih nangis mas ?
    hihihihi…

  • ck ck ck kalian ini, pertandingan seru gak ngajak-ngajak saya, kan lumayan buat mengganjal waktu barang semenit dua menit, sebelum pingsan beneran hihihi. soal lari-lari saya serahkan saja pada ahlinya.
    *angkat bendera putih*
    :kabur:

    dan yang ahli itu jelas bukan saya

  • Sumpah, seluruh otot bereaksi, alias mogok kerja

    waduhh… jangan-jangan sebentar lagi tuh om…
    whuihihiihhi….

  • Mesti sering2 latihan nih.. :D

    tapi bukan latihan pingsan kan ? :D

  • Dengar cerita teman sampai mau pingsan katanya ;) ;) ;) ;) ;) ;) ;) ;) ;) hehehe

    siapa itu yang cerita ? :think:

  • hahaha, pakacil keren, biasanya, 30 sampai 60 menit baru tepar, pakacil cuma 5 menit, memang lebih cepat lebih baik.. :D

    walahh.. kok implementasinya ke arah ini ya ? hihiihihi…

  • setelah satu hari terlewati…dan barusan jalan udah kaya robot…asa rengkotan nah, tapi seru kok….kapan lagi nih kita futsal..yang ini antara BBM vs BSS, gimana?? :ok:

    setelah puas mengeluarkan keringat :mamam: deh…bangrut yg ultah semalam jar….(tesandak hp lawan acil warung :lol: )

    BBM vs BSS ? hemmm… :think:

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com