Kembali ke soal lidah dan perut ahh… setelah beberapa hari ini hanyut dalam euphoria Pemilihan Presiden (pilpres) Indonesia 2009 yang hasilnya sudah ketahuan itu. Walau ada sebagian yang mengatakan kalau soal politik dan kekuasaan itu sebenarnya sih soal perut, tapi saya tak tertarik untuk bicara soal itu. Cukup bicara soal bagian perut saja, bercerita tentang salah satu menu dan tempat kuliner di Banjarbaru.

Menikmati Steak di Banjarbaru
Tapi saya juga tak ingin bercerita tentang bagaimana cara membuat atau resep membuat beef steak atau chicken steak yang maknyus. Kali ini soal dimana mendapatkannya di Banjarbaru. Tentu saja dengan harga yang terjangkau oleh orang kebanyakan. Karena tempat yang satu ini memang tidak termasuk jaringan waralaba nasional atau internasional.
Nah, jika Anda berkunjung ke Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan, lebih tepatnya agak ke dalam, memasuki wilayah Mentaos (Jl, Terusan Pangeran Suriansyah), tepatnya di Jalan Lombok, Mentaos – Banjarbaru, mungkin akan melihat sebuah papan petunjuk yang bernama Yogya Steak.
Kok Yogya sih? katanya Banjarbaru? begini… begini ceritanya…
Om Irin, demikian biasanya sang pemilik dipanggil, sebenarnya adalah urang Banjar aseli, gak pakai sepuhan. Setelah gempa di Yogya beberapa waktu kemarin itu, beliau memutuskan untuk pulang kampung ke Banjarbaru. Sebelum di Yogya sendiri beliau sudah bekerja di beberapa hotel di Jakarta dan Batam. Bahkan sempat pula bekerja di kapal pesiar. Karena itulah dinamakan demikian. Kira-kira mengenang salah satu era perantauan beliau.
Kembali ke soal tempatnya …

tempat enak menikmati steak di Banjarbaru
Bagi saya, menikmati steak di tempat ini sangat tenang, jauh dari keramaian dan kebisingan. Dengan lokasi yang terletak di Jalan Lombok, Mentaos Banjarbaru, tentu saja jauh dari kebisingan, sehingga saya benar-benar bisa khusyuk menikmati makanan. Kalau malam, suasana bisa tambah tenang. Bukan sepi lho ya.. tapi tenang… Sering sekali saya menyaksikan para muda yang berpasangan atau keluarga makan ditempat ini. Kalau dipikir-pikir yaa pantas saja, tempatnya nyaman. Kalau bawa anak kecil pun tak perlu khawatir ia akan bermain kesana-kemari.

Soal harga? owhh… jangan dikira mahal, jangan dibayangkan menikmati chicken steak atau beef steak di tempat ini harus mengeluarkan puluhan ribu rupiah. Buktikan saja sendiri kalau tak percaya.
“saosnya pun bikinan sendiri dan bukan saos instan atau beli jadi”Sebenarnya, di tempat ini tidak hanya chicken steak atau beef steak yang tersedia, masih banyak pilihan menu lain yang kesemuanya disuguhkan fresh from kompor alias baru dimasak jika ada pesanan. Menu lain semisal nasi goreng dengan beberapa variasi atau pilihan, ada juga cap cay, ada chicken drum steak, ada itu ada ini… banyaklah pokoknya… Kalau soal minuman, juga tersedia ragam pilihan, tapi saya yaa gak hafal semua. Karena dimana-mana, minuman saya kalo makan hampir tak berubah dari air putih, tes panas, es teh, jeruk panas atau es jeruk. Walaupun tersedia banyak pilihan minuman.

hemm.. nampaknya kali ini itu dulu lah yang saya bagi. Lumayan, mendinginkan kepala sejenak setelah berita dan informasi banyak tersita oleh pilpres 2009 serta kematian Michael Jackson. Tentu tidak ada salahnya bagi Anda yang ingin mencoba salah satu menu dan tempat kuliner di Banjarbaru ini.
Peta menuju lokasi dapat dilihat disini (klik)
![]()















info menarik … (seandainya ada peta tentu lebih mudah ditemukannya). Jadi berminat mencobanya
, kapan2 akan manjadi pilihan jika makan di luar.
Untuk saya, cukuplah ikan asin di pondok. Hiks..
sip .. salah satu tempat makan langganan saya nih
kapan ya Pakacil akan mentraktir saya makan disana????
ck ck ck makin bertambah saja asset pakacul ini,
pasti nama joja steak itu hanya untuk kamuflase semata
saya mau kesana gak jadi-jadi euy,
padahal mau nyoba daging ayam eh sapi yang di belah rapi trus di bakar itu. syadhapp
Setuju dengan nia..saya tunggu juga nih…(Atau….!)
Biasanya..habis ini Pakacil membawai tu manaraktir.
pernah dua kali makan minum disini.
lokasinya oke bgt, asri, sejuk, tenang, gak polusi, desain cafe nya sederhana dan sedikit tradisional, jus alpukat nya lumayan, tp kentang goreng nya gak enak alias biasa aja menurut saya.
yg jelas aku suka ama suasana cafe nya.enak buat santai2.
Ngajakin supir pribadi makan di sana aaaaah..
steaknya sih sip, sikonnya sip, tapi ada hotspotnya nggak buat internetan???
Ahem… ngomongin daging ya? Emang yang nulis ini makan gitu?
*Kabur setelah ad hominem kelas kambing… eh, kambing kan daging juga…*
Bismillah…
naguk liur pang pinanya nie….
nyamannya lah nang disana… :D:D
assiiiiekkkk,,,,
tar ditraktir disana juga kan Om????
hehehee…..
secara kita bukan penyuka daging,, tapi masi ada double chicken steak ato fish steak kan???
ah, subuh2 mampir sini, jadi laper bgt dah
keren bgt euy, sampe saosnya bikinan sendiri
klo ga salah bersebelahan dgn subur group pakacil !