abang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!! iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.
jadi bumerang bagaimana? optimis itu ...















mandor : kalau masih dalam proses, kita tidak bisa begitu saja menghakimi mbok. Biarkan prosesnya berjalan, kita lihat dulu jangan dikomentari. Ibarat tempe itu masih mentah, bumbunya masih disiapkan, peralatan masih disiapkan, masak tempenya mau dimakan mentah-mentah. ya pasti ndak enak dimakan.
Mbok Djum : masih dalam proses, begitu yah. Semua orang juga tahu kalau tempe mentah itu tidak enak dimakan. Namun semua orang juga bisa melihat bahan-bahannya, kalau tempenya bosok, bawangnya dah kering, brambangnya dah kempes semua, garamnya bercampur tanah, cabenya bosok, wajannya bekas nggoreng sambel belum dicuci, minyaknya bekas, ya wajar kalau orang masih bertanya bagaimana hasilnya nanti. Hanya koki yang haibad nian (hebat-red) yang bisa membuat tempe goreng atau orek yang enak dengan bahan seperti itu. Masih untung kokinya mbikin mendol
mandor : mendol … ?!
.-= • mador tempe nulis ini lho… 5S =-.
setuju sama si eneng pakacil, toh mereka sudah menduduki bangku panas itu. jadi semoga aja mereka bisa memberikan yang terbaik..
buaknnya pesimis .neng, tp ga yakin, heheh sama aja kale,,
kok kayaknya bunda mempunyai perasaan yg sama ya dengan ” abang ” .
bukan hanya pesimis saja, namun benar2 meragukan dan sudah kasat mata sangat, melihat mereka yg duduk disana sekarang, tdk lebih baik kualitasnya dr yg sebelumnya.
maaf, bukan meragukan, tapi track record kan ada dimana2 dan dpt diyakini kebenarannya.
nasib……………negeri ini……….
Salam.
Kita tunggu saja bang kinerjanya, kalau asal-asalan ya memang nasib kita milih wakil yang tidak kredibel
hmm.. optimisme harus.. disamping tentu saja kita tidak boleh lepas melakukan fungsi kontrol.. bagaimanapun caranya.. ! mungkin blog bisa juga menjadi wadah untuk melakukan fungsi itu..mendengar suara saudara kita, menampungnya, dan menuliskannya di sini… atau memuat tulisan yg isinya ‘warning’ jika ada ulah para anggota dewan yang ‘nyeleneh’..
wakil rakyat seharusnya merakyat.. jreng jreeeeng.. kata bang Iwan Fals
hihihihihihihi.. capeeee deeeehhh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
udah nggak bisa juga menyesali dan merubah apa yang sudah dilakukan. siapa yang terpilih sudah nggak bisa diganggu gugat lagi. tinggal waktu yang akan menjawabnya
pas lagi sidang kursi kosong…
pas lagi dilantik kursinya kurang…
wkwkwkwkwkwk….
Suka atau tidak suka, itulah hasil pilihan rakyat, mari kita hormati, kita dukung, kita kawal demi kemajuan daerah… jangan pesimis dulu dong Pakacil?
Saya orang politik tapi jarang komentar di tulisan tentang politik.
Doh, lha ini namanya apa kalo nggak komentar?
saya merasa turut bertanggung jawab karena saya merupakan salah satu pemilih waktu itu. untuk itu saya sebaiknya berbaik sangka saja, walaupun agak berat rasanya. belum-belum mereka sudah begitu, memperlihatkan wujud aslinya.
jadi, pesimis atau optimis, bang?
bang bang…ngajakinnya jangan nyari gorengan dunk, nyari wangsit aja hi hi hi…
tuh kan, malah si neng yang pesimis. bingung kan di tanya balik…
yah, mudah2an orang2 baru itu bisa mempertanggungjawabkan kedudukannya untuk menjawab pesimisme dari masyarakat. oh ya, bukan pesimis yah, tapi apa yah, bingung juga mau ngomong apan hi hi hi…