Bukannya Abang Pesimis, Neng...

abang ini gimana sih? katanya kita harus optimis !!! konsisten dong bang !!! iya neng, abang ngerti, dan bukannya abang gak konsisten. abang pun bukannya sok kasih nasihat, sama sekali bukan begitu, cuma abang mau bilang kalau tak usah banyak berharap. memang dalam soal ini optimisme bisa menjadi bumerang.

jadi bumerang bagaimana? optimis itu ...

Bukannya Abang Pesimis, Neng…

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

50 komentar pada Bukannya Abang Pesimis, Neng…

  • mandor : kalau masih dalam proses, kita tidak bisa begitu saja menghakimi mbok. Biarkan prosesnya berjalan, kita lihat dulu jangan dikomentari. Ibarat tempe itu masih mentah, bumbunya masih disiapkan, peralatan masih disiapkan, masak tempenya mau dimakan mentah-mentah. ya pasti ndak enak dimakan.

    Mbok Djum : masih dalam proses, begitu yah. Semua orang juga tahu kalau tempe mentah itu tidak enak dimakan. Namun semua orang juga bisa melihat bahan-bahannya, kalau tempenya bosok, bawangnya dah kering, brambangnya dah kempes semua, garamnya bercampur tanah, cabenya bosok, wajannya bekas nggoreng sambel belum dicuci, minyaknya bekas, ya wajar kalau orang masih bertanya bagaimana hasilnya nanti. Hanya koki yang haibad nian (hebat-red) yang bisa membuat tempe goreng atau orek yang enak dengan bahan seperti itu. Masih untung kokinya mbikin mendol
    mandor : mendol … ?!

    .-= • mador tempe nulis ini lho… 5S =-.

    naaah, itu dia pak mandor, saya kok ya sepakat dengan mbok djum, material input jelas akan mempengaruhi out-put. tapi kebetulan saya jarang banget makan mendol. soalnya di sini jarang. hehehe….

  • setuju sama si eneng pakacil, toh mereka sudah menduduki bangku panas itu. jadi semoga aja mereka bisa memberikan yang terbaik.. :) :kudaee:

    semoga saja demikian adanya, amiiin
    *hanya bisa berharap*

  • mel

    buaknnya pesimis .neng, tp ga yakin, heheh sama aja kale,,

    hehehehe….

  • kok kayaknya bunda mempunyai perasaan yg sama ya dengan ” abang ” .
    bukan hanya pesimis saja, namun benar2 meragukan dan sudah kasat mata sangat, melihat mereka yg duduk disana sekarang, tdk lebih baik kualitasnya dr yg sebelumnya.
    maaf, bukan meragukan, tapi track record kan ada dimana2 dan dpt diyakini kebenarannya.
    nasib……………negeri ini………. :( :( :(

    Salam.

    kalau untuk tingkat lokal, memang sangat-sangat mudah untuk membayangkannya bunda, karena bisa jadi mereka adalah salah satu yang sangat dekat dengan lingkungan kita dan sejenisnya, jadi tentu bisa dengan mudah pula membayangkannya, sebagaimana bunda bayangkan.

  • Kita tunggu saja bang kinerjanya, kalau asal-asalan ya memang nasib kita milih wakil yang tidak kredibel

    dan jangan lupa siapa yang kemarin kita pilih, kalau terlihat gak bener, ya tinggal datengi terus jitak * lhoh?!? * whuihihihii…

  • ceuceusovi

    hmm.. optimisme harus.. disamping tentu saja kita tidak boleh lepas melakukan fungsi kontrol.. bagaimanapun caranya.. ! mungkin blog bisa juga menjadi wadah untuk melakukan fungsi itu..mendengar suara saudara kita, menampungnya, dan menuliskannya di sini… atau memuat tulisan yg isinya ‘warning’ jika ada ulah para anggota dewan yang ‘nyeleneh’..

    saya pribadi cenderung realistis dan sambil terus celingak-celinguk nonton. dan saya sepakat untuk menggunakan ragam media yang memungkinkan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial

  • wakil rakyat seharusnya merakyat.. jreng jreeeeng.. kata bang Iwan Fals :evil:

    jangaaaaaaaaan tidur waktu sidang soal rakyat… *melanjutkan*

  • hihihihihihihi.. capeeee deeeehhh.. :ok: :bakbuk:

    kalo cape ya pijet dong Kang… :D

  • Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    damai pula kang, damai….

  • udah nggak bisa juga menyesali dan merubah apa yang sudah dilakukan. siapa yang terpilih sudah nggak bisa diganggu gugat lagi. tinggal waktu yang akan menjawabnya :ok:

    iya mas, waktu dan sejarah yang akan membuktikannya…

  • pas lagi sidang kursi kosong…
    pas lagi dilantik kursinya kurang…
    wkwkwkwkwkwk…. :bakbuk:

    nasiiib, nasiiib… :(

  • Suka atau tidak suka, itulah hasil pilihan rakyat, mari kita hormati, kita dukung, kita kawal demi kemajuan daerah… jangan pesimis dulu dong Pakacil? :wink:

    mungkin lebih pas-nya saya realistis. hehehe….

  • Saya orang politik tapi jarang komentar di tulisan tentang politik.

    Doh, lha ini namanya apa kalo nggak komentar? :bakbuk:

    lhah.. yang ngetik aja gak tau, bagaimana saya bisa tau :D

  • saya merasa turut bertanggung jawab karena saya merupakan salah satu pemilih waktu itu. untuk itu saya sebaiknya berbaik sangka saja, walaupun agak berat rasanya. belum-belum mereka sudah begitu, memperlihatkan wujud aslinya.

    jadi, pesimis atau optimis, bang?

    yang penting kemarin jangan asal pilih, terus ingat siapa yang kita pilih. kalau sudah gak bener, kan gampang, tinggal datengi terus diapain kek… :D mmm… sepertinya saya realistis saja mbak… whuihihihii..

  • bang bang…ngajakinnya jangan nyari gorengan dunk, nyari wangsit aja hi hi hi…

    tuh kan, malah si neng yang pesimis. bingung kan di tanya balik…

    yah, mudah2an orang2 baru itu bisa mempertanggungjawabkan kedudukannya untuk menjawab pesimisme dari masyarakat. oh ya, bukan pesimis yah, tapi apa yah, bingung juga mau ngomong apan hi hi hi…

    berhubung sekarang sudah bukan jaman SDSB lagi, makanya gak diajak cari wangsit :D
    kalau bingung juga, mungkin realistis saja itu cukup pas rasanya. rasanya lho ya…

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com