RT Terkotor di Kota Banjarbaru

25/06/2009 @ 00:05 wita
Mengitari Banjarbaru
Bagi saya bukan persoalan adipura atau tidaknya, tapi persoalan budaya akan kebersihan lingkungannya yang sangat penting. Adipura itu cuma sekedar bonus, door prize. Tapi jika budaya itu sudah terbangun, maka yang akan diuntungkan bukan orang lain, tapi masyarakat sendiri. Apalagi saya termasuk orang yang meyakini bahwa 2 hal utama dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia adalah pendidikan dan kesehatan. Karena itulah, saya merasa perlu adanya sebuah sistem yang secara sistemik perlahan-lahan mampu membangun kultur peduli akan kebersihan lingkungan. Bukan berarti Banjarbaru tidak bersih. Justru karena bagi saya Banjarbaru ini bersih, karenanya perlu terus di jaga dan ditingkatkan. ...
RT Terkotor di Kota Banjarbaru

al falah rigat jua.
Ass.
Ide sederhana, biaya terjangkau, dan dapat langsung dilaksanakan …. jangan seperti anggaran Dis kebersihan, pertamanan, dan tata kota Banjarbaru dengan anggaran milyaran hanya untuk kebersihan dan keindahan tempat2 tertentu saja untuk penilaian Adipura.
Dan, budaya itu yang jelas menjadi aset yang masih terpendam dalam masyarakat (seperti harta karun), yang sepertinya tidak pernah dicarikan kuncinya untuk menjadi modal menggerakkan masyarakat kepada lingkungan yang bersih dan lebih sehat.
Padahal, Banjarbaru ini sudah tertata (sebelum ada walikota), tinggal merawat dan membersihkannya, sudah masuk calon penerima adipura.
salut. Jangan pernah remehkan satu orang rajin membersihkan halaman rumahnya….. Mudahan Semakin Sadar kita untuk Jadi Pasukan Kuning pada tiap rumah masing2.
busettt, sepengetahuan saya kota banjarbaru itu bersih banget………