Terpaksa Merubah Rencana

salaman © www.pakacil.comSaya mampir ke kantor polsek yang terdekat dengan rumah target dan melakukan sedikit pembicaraan dengan bapak/ibu polisi yang ada di Polsek tersebut. Melalui sebuah pengaturan dan berbagai alasan, targetnya adalah harus berhasil mendatangkan target ke kantor polsek dengan prinsip ada masalah yang harus diselesaikan. Antara dua saja, kalau tidak saya, maka target yang bermasalah. Soal ini tergantung situasi di lapangan.

Namun, setelah selesai melakukan cross check alamat target, saya jadi pesimis bahwa rencana di atas itu akan berhasil. Analisis tersebut di dasarkan pada salah satu kata pada nama komplek alamat target. Sederhananya, saya sangat tidak yakin kalau pak polisi berani. Terlebih lagi apa yang disampaikan oleh sopir taksi pada saya. Sopir yang mengantarkan saya itu bilang …

Kereta Api Kalimantan Masih Aman

kereta api trans kalimantan

Pemerintah masih mengkaji wacana pembangunan jalur transportasi kereta api lintas Kalimantan hingga 20 tahun ke depan. “Tadinya, paling tidak masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah, namun masih akan terealisasi tahun 2030. Tetapi studi kelayakannya diharapkan jangan terlalu lama,” kata Usman Ja’far, anggota DPR RI, usai rapat dengar pendapat di Komisi IV.
Marah? kesel? merasa ditaruh belakangan? Oww… tidak… tidak perlu.
Saya justru sedikit merasa lega, karena di Kalimantan tidak akan terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api, setidaknya hingga 20 tahun yang akan datang. Lumayan, masih aman.

Piring

burung_terbang

“Bu, Amin mau burung itu, yang di atas pohon itu. Amin suka”.
“Min, kasihan kan kalau dia ditangkap. Apalagi Amin belum punya sangkarnya”.

“Kan bisa di kamar Amin, biar bisa jadi teman Amin”.
“Kau ini Nak, kan dia lebih suka dan bebas seperti itu dari pada dikurung, sama seperti kita, manusia”.

“Bapak artinya juga tidak suka dikurung ya Bu ?”
Sang ibu tertegun sejenak. Sesaat pandangannya menerawang. Jauh menembus dinding papan rumah sewaan ia dan anaknya yang satu-satunya itu. “Sudahlah Min. Kamu lapar kan ? Ibu masak dulu ya”.

Anak kecil yang bernama Amin itu kini berlari menuju lapangan di mana ia biasa berkumpul dengan teman sebaya. Menghabiskan waktu kecil dengan begitu bahagia. Syaifullah Aminuddin, begitu nama lengkapnya. Dengan bangga ia menceritakan arti namanya kepada orang-orang yang ditemuinya, apabila mereka menanyakan nama lengkapnya.

Jika Memang Harus Memilih

menunjuk pakacil

Sebelumnya, berikut pernyataan sebelum membaca sampai tuntas:

Saya mengerti dan memahami bahwa:

  1. Tulisan ini tidak merujuk atau ditujukan untuk calon kepala daerah tertentu untuk tingkat apapun dan daerah manapun di Kalimatan Selatan.
  2. Tulisan ini adalah pendapat pribadi penulisnya (Pakacil) dan tidak mewakili pendapat instusi atau lembaga apapun.
  3. Segala akibat yang timbul dari tulisan ini adalah tanggung jawab penulisnya sendiri.
  4. Tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan tingkat kegantengan atau kerapian penulisnya.

Klik Next untuk melanjutkan atau Cancel untuk membatalkan :
next     cancel

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com