Prahara? memang sesangar itukah? Oh, tidak. Itu hanya sedikit mendramatisasi keadaan saja, biar lebih menarik, karena toh mungkin kita teramat sering mendramatisir sesuatu. Bukan pula Prahara albumnya Gong 2000 itu. Namun, setelah prahara listrik di wilayah ini sudah berhenti, terima kasih PLN yang telah menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari jadwal semula. Setelah prahara pengurangan jatah BBM untuk Kalsel sebesar 14% guna mengantisipasi PON yang baru lalu sehingga mengakibatkan antrian panjang di merata SPBU sampai-sampai ada yang curhat dengan presiden, ternyata justru sekelompok atlit dan adik-adik siswa SPP/SPMA/SNAKMA di daerah ini berhasil mengukir prestasi.
Setidaknya ada dua hal yang berkesan secara pribadi, great news, dan bukan sekedar GreatNews
Pertama bahwa Kalsel untuk pertama kalinya mendapat mendali pada penyelenggaraan PON di Kalimantan Timur kemarin. Cuma medali perunggu? Tidak, sama sekali tidak cuma. Sekalipun itu medali perunggu, namun itu adalah yang pertama kalinya bagi olah raga beregu di Kalimantan Selatan.
Hal lain yang lebih membanggakan adalah, ternyata hasil tersebut lebih mengandalkan atlit lokal. Bukan bertumpu pada atlit import dari propinsi lain. Sekalipun memang ngontrak atlit, tapi pada kenyataannya tidak dipergunakan dan sang atlit tersebut hanya dimainkan pada partai yang tidak menentukan lagi. Partisipan hiburan. Lagi pula, tim Baseball Kalsel bahkan berhasil mengalahkan salah satu tim favorit dan juga tim tuan rumah. Yahh… walau mungkin ini adalah sebuah blunder bagi yang nekad ngontrak, tapi setidaknya memberikan pelajaran berharga lainnya
Ternyata para atlit daerah sendiri mampu, kenapa harus tidak percaya diri? Sungguh, hal ini harusnya dapat membangkitkan motivasi, dapat mengeluarkan energi positif yang selama ini tersedot oleh antrian BBM dan gelapnya pemadaman listrik.
Pada kesempatan lain yang tidak terlalu lama berselang,
Temu Karya Siswa SPP dan Taruna Tani Tingkat Nasional (Tekarsistanas) X memang telah berakhir, namun juga menyisakan rasa bangga dan salut. Bangga karena kontingen Kalimantan Selatan memperoleh gelar juara umum.
Hal yang membuat lebih bangga adalah bahwa pelaksana mampu menjadi tuan rumah yang baik, dan ini tidak hanya disampaikan oleh satu dua peserta. Bahkan dinilai sebagai pelaksana Tekarsistanas terbaik selama ini. Keberhasilan menjadi tuan rumah yang baik ini menjadi sebuah prestasi yang sangat membanggakan, karena memang sungguh tidak mudah menjadi tuan rumah yang baik.
Memang berat untuk mempertahankan hasil yang sudah didapatkan, tapi memang tak ada lagi yang dapat dilakukan kecuali berusaha untuk itu. Terutama selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik.
Pencapaian ini semua memunculkan optimisme baru, bahwa kita memang mampu melakukan sesuatu yang mungkin bagi orang lain sudah dianggap biasa. Keterbatasan dana bukan sebuah kendala utama. Itu adalah alasan klise, sebab banyak pensiasatan yang dapat dilakukan untuk meraih keberhasilan.
Berhasil dan sukses beradaptasi dengan keadaan, mengatasi permasalahan, itulah sebenar tandanya kecerdasan, bukan semata-mata kepintaran.
mungkin ada sesuatunya :
Kecerdasan dapat menuntun kepada kepintaran, tapi kepintaran belum tentu dapat menuntun pada kecerdasan. Namun mereka yang dengan ugal-ugalan merusak alam yang indah ini dan lalu berbangga hati karenanya, sudah pasti tak memiliki kepintaran apalagi kecerdasan. Tapi kok sukses secara ekonomi? iya memang, tapi hanya sebatas itu, tak lebih dan tak kurang, hidupnya memang hanya sebatas itu, tak lebih dan tak kurang.














