“Kok sekarang kurusan?” ucap si bapak itu, menjelang pukul 2 dini hari di sebuah hotel di Banjarmasin beberapa hari lalu. Saya jawab, “lho… bukannya bapak yang sekarang jadi lebih gendut?”. Jelas sebuah jawaban yang tidak menjawab. Cukup, tidak usah dikaitkan dengan persfektif relativitas, saat memandang dari sebuah sudut akan memberikan hasil yang berbeda dari sudut lainnya, pusing nantinya. Tapi pasti, pertanyaan itu membuat saya nangkring di atas timbangan keesokan harinya.
Benar saja, hampir 3 (tiga) kilo bobot tubuh saya susut dalam waktu tak berapa lama. ckckckck… Pertanyaan dari Pak Khamdan, mantan GM Telkom Kalimantan Selatan yang kini dinas di DIVRE VI Kalimantan saat menjelang sahur bersama beliau itu, adalah salah satu yang ‘mengenai’ saya akhir-akhir ini.
Namun itu masih amat sangat ringan, baru pada tataran yang amat sangat sederhana, masih pada tataran fisik. Masih banyak ‘tamparan’ lain yang jauh lebih keras melalui berbagai hal dan cara, dan mungkin kesemuanya membuat saya harus segera melakukan reorientasi atas kehidupan personal. Karenanya, saya mengucapkan terima kasih untuk semua itu, apapun dan dimanapun. Dan kemudian, biarlah itu menjadi bagian dari satu-satu tarikan nafas saya. Sudahlah… kita bicara hal lain saja ya…

hmm.. apa ya… bagaimana kalau soal mencret saja dulu? ya… mencret akibat sahur.
Akibat menikmati sambal, pagi harinya saya harus bolak-balik toilet hanya untuk setor dalam jumlah yang tak seberapa. Namun bukan jumlahnya, tapi soal seringnya dan bikin lemes itu.
Ini sambal bukan sembarang sambal, tapi sambal yang sudah agak rusak (basi). Itu sambal sisa buka puasa yang memang sengaja tak saya buang, berharap masih bagus pas waktu sahur. Pertama kali mempertemukan pepes ikan patin dan sambal disahur itu, lidah saya sudah curiga, kok rasanya ‘agak berubah’. Pada colekan kedua, lidah saya masih bilang hal yang sama, “bener ini, sambalnya sudah basi”.
Namun apa daya, sisi lain dari selera makan saya mengatakan bahwa makan pepes patin itu pasti tidak enak kalau tanpa sambal. Sementara salah satu sudut diotak yang biasanya memberikan solusi, kali ini rupanya memberikan jawaban yang bukan jawaban, yakni, “masih bisa disiasati kok, makan sambalnya dicampur sambal pecel saja, jadi rasa anehnya tak terasa”.

Ajaib, begitu pepes patin saya colek ke sambal pecel, kemudian colek lagi ke sambal terasi, saya makan pepes + sambal dengan lahap sampai sambal terasi itu HABIS. ckckck… rupanya lagi kalap. Walhasil, pagi harinya saya harus bolak-balik toilet dan badan terasa lemas. Untungnya masih sanggup puasa sampai teng pada waktunya. Walau sambil terbaring lemas saya masih sempat merutuki diri sendiri, “kenapa tadi gak bikin atau minta tolong dibikinkan sambal baru sih..”
Beberapa hari sebelumnya …
Setelah melakukan perubahan minor pada tampilan kayuhbaimbai.org, medianya narablog kalsel, kemudian melakukan maintenance pada sistem aggregator kayuhbaimbai.org tersebut, sehingga sistem dapat bekerja maksimal untuk menunjang blog para anggotanya. Ini merupakan proses maintenance terakhir pada media tersebut yang saya lakukan untuk tahun ini dan untuk seterusnya. Karena tinggal satu hal lagi yang harus saya lakukan dan siapkan, sebelum menarik diri sepenuhnya dari masalah teknis media kayuh baimbai. Karena saya sangat percaya, setiap orang ada masanya, setiap jaman ada pelakunya. Tidak mungkin bagi tiap orang untuk terus berada pada tiap waktu dan kurun, regenerasi adalah kata kunci yang sangat saya junjung tinggi dan percayai. Saya sangat memohon maaf, jika selama ini ada salah dan khilaf.
Masih dalam beberapa hari sebelum mencret …
Sebagai bagian dari pengembangan tahap 2 media online dengan merk pakacil, dan utamanya sebagai penghargaan pada rekan-rekan yang kerap berkunjung ke pakacil.com ini, maka salah satu caranya adalah mulai menjalankan fungsi pakacil.org yang kini menjadi BlogRoll ‘n Aggregator menjadi aggregator blog rekan-rekan. Dalam sehari, secara otomatis beberapa kali pakacil.org akan mengunjungi blog rekan-rekan, dan jika terdapat tulisan baru, maka pakacil.org akan menampilkan preview dari tulisan tersebut dan kemudian memberikan link otomatis pada tulisan terkait. Kesamaan utamanya dengan pakacil.com adalah pada gambar utama header, karena bagaimanapun, tempat itulah yang saya rindukan, sebuah tempat yang dulu kerap menjadi tempat saya menyepi sendiri, di bawah rindang pepohonan. Lebih detilnya silakan lihat pakacil.org
Karenanya kawan, terimalah persembahan ini, untuk kalian…
dan hari ini, setelah mencret…
blogwalking lagi, nulis dan posting di pakacil.com lagi, karena posting disini saya harus kadang harus pakai mikir, sementara di pakacil.net gak pakai mikir. Sembari perlahan-lahan mempersiapkan perubahan dan pengembangan apa-apa yang ada di bawah Banjarbaru Online, yang akan direalisasikan mulai selepas ramadhan, sekedar sumbangsih untuk Kota Banjarbaru, walau sekedarnya saja.















mencret jadi titik ikatnya..
keren, pak.
btw saya juga pernah punya masalah dengan menu makan malam beberapa hari yang lalu. saya ke warung dan memesan kwetiau rebus plus es teh. kwetiaunya maknyus, yang jadi masalah es tehnya. lebih tepatnya gelas es tehnya. masih bau sabun cuci. gelas ini menularkan baunya ke es tehnya. yackkk!!!
salah satu asesoris sahur yang bikin saya alergi adalah sambal, pakacil. tobat bener. gara2 makan sambal, paginya jadi lemes karena harus kehilangan banyak cairan. btw, bikin blog agregator juga rupanya, pak. ngintip dulu ke tkp, ah!
ketiga hehe
kalau saya sahur hanya sedikit saja yang banyak itu minumnya, karena kerja di AC terus maka kulit cepat kering.
kalau waktu buka nasi hanya sedikit saja yang paling banyak ngemilnya
saya malah sampe sekarang ga’ bisa sahur banyak-banyak, soalnya perutnya ga’ mau menerima…..
justru minum teh manis panas dan roti saja…
salam kenal Pa’ kacil..
Sekarang udah sembuh belum diarenya, kalau sahur hindari makan sambal pedas walaupun tergoda.
bundo paling senang klo diare, cepat bikin kurus.. hihhhi
makan bubur aja dulu pakacil, ga usah puasa.. saran berikutnya: “cepat menikah!” biar ada yang mengawasi makanan pakacil. para pria tak pernah bisa urus makanan sendiri
Indah kah jadi admin seumur hidup?
eh … apa benar karena sambal atau karena pecel atau makanan yang lain … atau mungkin kombinasi pepes patin, sambal, pecel … yang membuat mencret itu?
Benar, selalu ada yang berkurang atau bertambah, dan tergantung bagaimana cara mensyukurinya untuk merasakan hal itu sesuai dengan harapan.
Untung aku disariki dokter makan sambal, kepadasan kena jar !
Soal admin ya sudah saatnya yang muda berkarya…!
wah masalah kronis yang bikin kurus..ternyata berawal dari ikan patin…klo puasa mendingan jangan makan pedes dulu bro .,..wassalam
Mencret itu kejam jenderal…
hmmm….ternyata tidak baik memaksakan kehendak, ya klo? buktinya setelah itu ketahuan kan?
aduh mas… dampak dari mencretnya hebat nian, bisa sbg ajang refleksi diri, bahkan jd satu artikel yg cukup panjang, nyangkut tema yg macam2…
sip!
Pakaciiiiiiiiiillll…. saran tersebut sudah bundo cabut..!!! anggap tidak pernah ada..
waduh kok puasa2 makan sambel…