Kumpulan Kisah Makanya

bebas lepasMengingat betapa prihatin dan khawatirnya saya, akan apa yang terdapat dibalik informasi yang akan saya tulis dan publikasikan setelah cerita ini, maka selama beberapa tulisan terakhir saya memang sengaja berbagi kisah dengan nuansa yang berbeda dari biasanya.
Biar kita bersenang-senang dulu, berprihatin-prihatin kemudian…

Jika beberapa kisah sebelumnya sebagian besar adalah merupakan kejadian yang baru saja saya alami, atau lebih tepatnya saya lakukan, maka cerita kali ini merupakan sebuah kenangan saat saya masih menjadi mahasiswa. Apakah menjadi mahasiswa teladan atau tidak, maksudnya patut diteladani atau tidak, itu sih saya serahkan pada yang baca saja. Karena urusan saya biasanya cuma berusaha menjalani hidup dengan bahagia, versi saya.

Makanya, kalau jadi bawahan itu…

Siang itu, Ita serta beberapa orang kawan lagi duduk di kantin. Saya juga di situ, bersama mereka. Ita bicara sesuatu yang serius. Saya tekun mendengarkan, tentu dengan wajah serius pula. Karena Ita lagi bicara serius. Semua lagi serius. *halahh…. serius mbuletnya…*. Masalahnya semua memang pada pegang jabatan yang serius. Si Ita misalnya, dia itu Kepala Biro Keuangan. Sementara saya waktu itu jadi Gubernurnya organisasi mahasiswa di fakultas, macam ketua senat atau BEM gitu lah. Jadi, saya adalah atasanya Ita.

Saat tengah serius macam itu, persisnya sih waktu omongannya Ita ada jeda. Saya tiba-tiba saja berdiri. Saya pandang itu si Ita, terus pandang juga beberapa kawan lain. Mereka bingung, saya santai tapi kasih wajah serius. Membukalah kedua tangan saya, macam orang pasrah itu lho… sambil berucap, “maaf Ta… gak bisa, aku sudah punya pacar…”. Jederr… gludakk… Ita shock dan bengong, tak lupa bingung. Teman lain yang faham kalau saya lagi kumat langsung tertelungkup wajahnya. Mungkin menahan mules.

Ita yang sadar baru saja jadi korban, wajahnya memerah, sambil berucap, “kurang ajar… bikin malu aja !”. Lah… bagaimana gak malu, itu orang-orang beberapa meja yang ada di dekat kami pada noleh ke Ita semua, gara-gara mengira Ita memaksa saya untuk jadi pacarnya. Saya sih tetap santai, duduk manis seperti semula. Kembali menyeruput teh yang memang pesanan saya. Terus tinggal bilang, “sampai mana tadi bicaranya?”.

Makanya, bagi para bawahan, sedapat mungkin kenali tabiat atasan. Karena tak tertutup kemungkinan seorang atasan itu memiliki perilaku ganjil.

* Ita, asli Batang, kini ada di Lampung, mengelola sebuah lembaga pendidikan.

Makanya, kalau mau apa-apa itu…

Lain waktu, si Dini minta bantuan. Dini adalah salah satu Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan di fakultas kami. Curhat dia ceritanya sama saya. Bahwa ada Ketua himpunan yang naksir dia. Ketua Himpunan Jurusan yang sama, tapi kampusnya di Surabaya. Dininya gak mau alias nolak. Masalahnya, himpunan itu bakal mengadakan kunjungan ke kampus kami di Malang ke Jurusannya si Dini. Lah, si Dini bingung bagaimana ngatasinya. “Ah…, kalau cuma ngatasi yang macam ini sih gampang Din…”, Gitu saya bilang ke Dini, “biar nanti ngurusnya, beres”.

Hari-H # Rombongan dari Surabaya itu datang. Menggunakan bahasa isyarat, si Dini kasih tau yang mana itu orangnya ke saya. Sebagai tuan rumah, dan tentu saja atasannya Dini, saya tentu ngasih kata sambutan. Di tengah-tengah kata sambutan saya sekaligus memperkenalkan Dini sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, saya juga sisipkan kalimat, “… tentu rekan-rekan dari Surabaya tadi sudah tau nama lengkap kawan Dini, namun demikian, saya memiliki panggilan khusus buat dia, saya biasa memanggil dia Aisyah…”. Gitu saya bilang, sambil saya pandang dan senyum sama Dini dan Dini faham maksud saya, dia pun senyum, pura-pura tersipu.

Ada lagi yang ikut senyum, yakni si itu, ketua himpunan tamu itu, lupa saya namanya. Nekad senyum juga, tapi sangat jelas kikuk terlihat. Ditambah lagi itu beberapa temannya pada berdehem-dehem. Ah, dasar mental dan daya juang si lelaki itu payah, baru kena trik dikit aja sudah menyerah. Kesimpulan ini saya dapat setelah kemudian saya tanya Dini bagaimana perkembangannya, dan Dini tertawa senang, “beres… manjur…”, katanya.

Makanya, kalau mau apa-apa itu, mental harus siap dulu. Jangan baru dapat rintangan dikit dan kendala kecil saja sudah KO.

* Dini, asli Malang, masih di Malang, jadi guru pada sebuah SMA ngetop.

Makanya, kalau pacaran itu…

Dulu itu, hampir ada semacam wanti-wanti ajaib. Hati-hati kalau para mahasiswa bawa pacarnya dan ketemu sama saya, apalagi kalau saya belum kenal sama itu perempuan, bisa gawat akibatnya. Kok bisa? ya bisalah… sebab saya itu sedapat mungkin bikin orang bahagia, itu kalau bisa.

Misalnya, ada seorang lelaki, mahasiswa, datang ke kampus. Ia datang bersama seorang teman perempuan, pacarnya. Saya paling ramah kalau sudah urusannya begini. Setelah saya tegur sapa itu lelaki, tanpa diminta saya langsung sodor tangan, salaman sama itu perempuan.

“Duuh… akhirnya bisa ketemu juga sama mba Santi. Sering banget dia cerita soal mba Santi lho mba…”, saya bilang begitu sambil pandang itu lelaki, “macam-macam ceritanya, terlihat sangat bahagia dari ceritanya lho mba…”. Akibat umum dari hal ini adalah, si lelaki tiba-tiba pucat dan tampak khawatir, sementara si perempuan terlihat kaget dan bingung, lantas memandang si lelaki. Sementara saya tetap santai dan kalem, sebagaimana semula.

Bagaimana tidak khawatir, kaget dan bingung?
lha… saya kan cuma asal nyebut nama perempuan saja, sembarang. Kalau bener yaa syukur, bisa bikin bahagia. Kalau salah ya mau bagaimana lagi, kan saya sudah usaha… iya kan?

Makanya, kalau cuma baru pacaran, gak usah merasa pasti, dunia milik berdua. Soalnya nanti bakal mubazir sisa dunia yang luas itu…

* Mereka, banyak korbannya, asli mana-mana dan sudah kemana-mana.

pakacil serius

untuk: 28 Oktober 2009
sejumlah kejadian yang membuat seorang pemuda
bisa disumpahi oleh banyak pemuda dan pemudi

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

36 komentar pada Kumpulan Kisah Makanya

  • ada bagian yang disembunyikan:

    Makanya bagi para gadis, kalau dekat pakacil hati-hati.. soalnya nanti kena pelet, susah cari penawarnya.

    * W seorang wanita cantik, asli tidak malang.. sekarang menjadi Buacil

    waaaaah… bundo hebaaaat, tau kalau dia asli tidak malang, alias asli beruntung
    memang dia benar-benar beruntung bundo… ckckck.. bundo memang hebat.
    :tepuk:

  • kau punya hobi adu domba pasangan ternyata. he2.
    .-= • haris nulis ini lho… Pemuda dan Simplifikasi =-.

    sekedar mencoba membahagiakan orang lain mas haris. hehehe…

  • soal cerita yang ketiga ada juga versi lain…
    pas dikenalin…, lansung ngasih komentar kok rambutnya cepet banget panjangnya… perasaan kemarin waktu ketemu masih pendek dech…
    halaaahhh… :bakbuk:

    hehehehe… boleh juga begitu. kalau begitu cari cara lain lagi aaahh….

  • hobby kita sama ternyata…
    kalau gak ngejahilin orang, badan rasanya pegel-pegel… :lol:

    yang harus dipastikan, setelah pegel pijet gak? kalo saya gak suka pijet masalahnya. whuihiihi…

  • mulai sekarang kalau saya punya atasan, saya mau nanya sama dia.., “kenal pakacil gak?” :dance:

    duuuh.., mau nyari atasan yang mirip saya maksudnya? :siul:

  • wahahaha…musti berhati-hati dekat pakacil ini. bisa bikin orang kelimpungan mendadak. ada yang samapi marah nggak tuh? :D

    marah? duh, saya sudah lupa kalau soal itu, mungkin gara-gara banyak yang tak berani marah… whuahahaha…

  • parah…… hahahahha pakacil kenalkan saya blue heheh….
    salam hangat selalu

    lhaaa… whuihihihi… memangnya khawatir saya sebut siapa?.. whuihiihi

  • lama-lama ini blog dijadikan ajang pengakuan “dosa” :bakbuk:

    jangan-jangan saking banyaknya “dosa” yang dibikin akibat hobi atau takdir (?) musti bikin blog khusus pengakuandosapakacil.com :kabur:

    ah, mba novia gitu ah… mau ngasih domain dan hosting gratis untuk pengakuandosapakacil.com aja pake bahasa isyarat… :siul:

  • Wahhh………bahaya nih kalau mau pakacil, apalagi bawa istri atau selingkuhan, bisa2 di sikat ama pakacil. :)

    ya tidaklaaah… selama ‘bicara’nya cocok rahasia akan saya jamin :siul:

  • aap

    Makanya pakacil suka ngerjain orang.. :siul:

    hehehe… mungkin takdir :D

  • makanya….. hehehe….. kebiasaan yang keterusan ni yeee…

    tapi kalau ada ‘tikungan’ ya memang harus belok. hehehe…

  • doh, untung banget saya untuungg .. untung saya pacaran kuliah ndak ketemu pakacil. Saya kemana-mana selalu bergadengan dengan si dia, ndak perduli siang malam hehehe.
    Dulu memang sering cuci mata, parkir motor trus nongkrong di portal godain anak-anak FIA lewat. Tempat nongkrong di cafet atau gazebo dengan berbekal kamera membidik yang lewat secara candid.

    Untung sekali saya ndak pernah ketanggor pakacil :lol:
    (ternyata kampus kita sama)

    heh?!? suka godain anak-anak FIA? whuhihihii… sepertinya saya tau persis titik nongkrong pak mandor ini di kampus kita itu. whuahaha.. menyesal sekali kita tak bersua waktu itu…

  • Makanya semua harus dipikir dulu bagaimana sebaiknya, hehehe… dan harus tau keadaan.
    semua memang harus mengikuti aturan ya?
    kayaknya ketat banget nih.. hehe,..
    Cara Membuat Blog

    kalau dibilang ketat sih mungkin nggak ya, tapi ya gak tau juga sih. whuihihihi…

  • :lol:
    bener. ternyata dari dulu pakacil ini suka ngerjain orang.
    gyahahahahaha!!!

    lebih tepatnya berusaha membahagiakan… whuihiihi

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com