Demi mempersiapkan sebuah acara keluarga akhir minggu ini, rumah saia sekarang ramai, hampir tiap hari keluarga besar ngumpul sampai malam. Ada agenda macam-macam persiapan teknis dan macam-macam pembicaraan. Tapi, yang paling banyak itu ya acara tertawa, dari skala tertiwi sampai dengan terbahak-bahak.
Posisi saya dimana? oh, saia itu tetap dirumah. Kalau orang banyak lagi bicara serius saya menyimpang. Kalau orang-orang lagi menyimpang, saya tetap saja menyimpang. Apalagi nampaknya usaha saya untuk mengembalikan selera makan cukup berhasil setelah sekian lama terganggu. Kalau ibu lagi pimpin ‘rapat’ keluarga buat ngembil sebuah keputusan, saya interupsi sebentar, mohon ijin, terus ngeloyor ngambil palu lalu kasih ke ibu sambil bilang, “ma… itu kalau sudah sepakat, ketuknya 1 kali saja. kalau mau pending atau skor ketuk 2 kali, dan kalau selesai, ketuknya 3 kali…”.
Lain lagi kelakukan seorang paman, yang sebenarnya sih sudah dipanggil kakek, tapi konon karena alasan tertentu lebih memilih untuk dipanggil Abang oleh si cucu. Pada suatu sore, masih dalam minggu ini, si paman bertanya dengan lagak heran, “kenapa orang-orang itu kalau buka rumah makan, selalu namanya rumah makan. kenapa gak ada yang buka rumah minum?”.
Lain lagi dengan tadi malam, sewaktu ada yang sibuk bikin camilan berupa pisang goreng bernama ‘gaguduh’ (itu pisang dipotong-potong kecil dan dimasak dengan adonan layaknya pisang goreng). Saya duduk manis di dekat adonan. Karena tidak ada yang bisa dibantu, akhirnya saya bantu dengan cara lain saja. Saia ambil ambil bawang putih kecil seukuran potongan pisang dan sukses dicemplungkan ke dalam adonan tanpa sepengetahuan yang goreng. whuihihihihi…. sepertinya saya harus nyari siapa yang beruntung yang mendapatkan pisang goreng ekstra garlic tersebut.
ah… sudah ah… toh ini sekedar tulisan pemanasan, setelah sekian waktu beristirahat dengan beberapa kali tepar. Semoga kawan-kawan diluar sana selalu dikaruniai kesehatan dan kebahagiaan. Hal yang sangat murah namun bisa jadi teramat mahal.
Murah kalau dijaga dengan baik, dan mahal kalau tak dijaga.
Dari hati saya yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas doa yang disampaikan, juga kepada beberapa kawan yang kadang tetap nekad datang ke rumah seperti Aap, Warmorning, Yulian, Amed, Ichal, Manusiasuper, Soulharmony. Ada saat yang beruntung dimana saya bisa menemani, dan ada pula saat yang membuat saya kurang enak hati karena hanya sanggup membukakan pintu, menyuruh masuk, lantas saya harus rebahan dan istirahat lagi. Ada waktu dimana saya bisa keluar rumah, namun ternyata seringkali masih tak kuat lama. Namun, hidup harus terus berjalan bukan?
Termasuk kini saya sudah bisa mulai duduk lama di depan pisi (baca: PC) sebagaimana biasa. Menghadapi dashboard blog ini lagi untuk menulis ngawur, setelah sebelumnya saya baru sadar, ternyata stok tulisan untuk posting otomatis di blog saya yang di blogspot ternyata sudah habis, sehingga tak muncul tulisan baru juga. Karena sebelumnya di situ terkoleksi tulisan yang tampil terjadwal dalam masa istirahat saya.
Lama dan banyak komentar yang tak sempat saya jawab atau tanggapi, termasuk omelannya Ita atau cuapannya Dini. hmmm… kalian memang juga teman-teman yang baik. Nanti kalau suatu waktu kita ketemuan lagi, minta ijin sama suami kalian buat kasih kita ijin dan waktu buat makan malam ya…
mmm… apa lagi ya ? maklum, lama gak nulis dan blogwalking kadang membuat otak menjadi sedikit beku, macam mengalami penurunan kecerdasan, walaupun tingkat kecerdasan awal masih perlu dipertanyakan. Oh ya… kalau begitu, saya mau menyapa kawan-kawan dulu.. haloooo…. jumpa lagi….
![]()


















biar adil, komentar pertama setelah absen selama 37 hari ternyata saya terbitkan pada tulisan sendiri… dan setelah saya baca ulang, ternyata membuat saia sendiri bingung, sepertinya benar-benar tulisan yang tidak jelas…
Ah, bentuk tulisan anda kali ini nampaknya masih kalah banyak macamnya dengan yang satu ini.
Oh, jadi Pakacil sempat sakit? Sakit apa kemaren Pak? Makanya, jaga kesehatan, jangan kebanyakan begadang…
selamat datang kembali ke dunia perblogan pak acil. lumayan lama 37 hari itu. semoga kesehatan dan kesejahteraan selalu ada di pak acil sekeluarga. amiin.
artikel pembukaan ini lumayan bisa mengobati rasa kangen akan sentilan2 pak acil.. yg mau nggak mau selalu menyertakan senyum saya ketika membacanya..
bundo pikir posisi pakacil sudah di lubuk linggau.. jadi aja bundo berdiri terus di depan pintu menunggu kedatanganmu
yo wis, yang penting sehat sehat selalu ya pakacil.. karena kami semua merindukan permainan kata darimu.
welkambek

selamat datang
sugeng rawuh
.-= • mandor tempe nulis ini lho… Sahabat =-.
selamat datang kembali…:D
ha..ha…, bawang di cemplungkan ke gorengan, siapa yang dapet kan enak juga tuh mas….
.-= • Badruz nulis ini lho… Kuda Naik Helikopter =-.
yang penting ide nulis keluar….hehehe..
pisang goreng bonus garlic …. para vampir bisa lihat doang
.-= • HE. Benyamine nulis ini lho… ARUH SASTRA VI BATOLA: MEMANDANG BANJAR SEBAGAI PUSAT KEBUDAYAAN =-.
Oooo… pakacil sakit, pantesan beberapa kali nengok ga ada postingan…
Semoga lekas sembuh pakacil… eh udah sembuh ya?
Welcome back Pakacil……:)
saya sudah rindu membaca sentilan dan permainan kata Pakacil yg selalu menyegarkan.
sehat selalu ya Pakacil.
salam.
Saya malam minggu kemarin sebenarnya sudah sampai di muka rumah, tapi saya melihat banyak sekali orang berkumpul di rumah pakacil, sayapun berbelok arah ke rumah si Carbone..
he..he..
hmm, lagi sibuk utak atik header kayanya.. masih belum menampakkan diri
wohhh apdet ga bilang2
tau gini kan saya bisa menyiapkan komen yg rada cerdas hihihi
oh ya ke 7 orang yang nekat datang itu rasanya tiddak pernah bertabrakan jadwalnya mengganggu sampeyan, kok bisa ya
dan kebetulan tampaknya saya termasuk beruntung bisa ngajak ngobrol gak jelas satu jam lebih, karena saya tau ritme hidup sampeyan