Sebelum lebar dan panjang saya beberkan sebuah perjanjian menyangkut kambing, baik adanya bagi saya atas nama mereka yang terlibat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kambing, baik induk maupun anak cucunya. Sekali-kali tidak ada niat untuk melakukan pelecehan spesies ataupun pelecehan lainnya. Hanya saja, kali itu kambinglah yang langsung terbayang dan disepakati menjadi obyek ...















wa ha ha ha ha…saya ngakak baca postingan ini. masa remaja mas wahyu unik juga. urusan nikah sampe berlaku denda-denda segala.
cuma koq kambing gitu loh. pantasnya yang nikah harus dikado kambing yang banyak. yang muda juga. biar greng!!
note ” “kok gak pernah cerita soal keluarga di blog?”
apa ga diartikan istri lagi jel mas?
Wah ternyata udah punya temen tidur ya? duh.. giliran saya kapan ya.. kayaknya perlu bikin perjanjian kambing juga nih biar termotivasi.
Untung istrinya waktu itu segera dinikahi. Kalau kelamaan, ia keburu sadar dan nggak mau nikah sama Pakacil. He…he…