Perjanjian Kambing

Sebelum lebar dan panjang saya beberkan sebuah perjanjian menyangkut kambing, baik adanya bagi saya atas nama mereka yang terlibat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran kambing, baik induk maupun anak cucunya. Sekali-kali tidak ada niat untuk melakukan pelecehan spesies ataupun pelecehan lainnya. Hanya saja, kali itu kambinglah yang langsung terbayang dan disepakati menjadi obyek ...

Perjanjian Kambing

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

34 komentar pada Perjanjian Kambing

  • wa ha ha ha ha…saya ngakak baca postingan ini. masa remaja mas wahyu unik juga. urusan nikah sampe berlaku denda-denda segala.

    cuma koq kambing gitu loh. pantasnya yang nikah harus dikado kambing yang banyak. yang muda juga. biar greng!!
    :lol:

    note ” “kok gak pernah cerita soal keluarga di blog?”
    apa ga diartikan istri lagi jel mas? ;)

    waaah, kalau kado kita buat yang nikah pertama sih mantap niat, satu kardus besar dengan berisi banyak benda. whuihihihi…

  • Wah ternyata udah punya temen tidur ya? duh.. giliran saya kapan ya.. kayaknya perlu bikin perjanjian kambing juga nih biar termotivasi.

  • Untung istrinya waktu itu segera dinikahi. Kalau kelamaan, ia keburu sadar dan nggak mau nikah sama Pakacil. He…he…

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain