Diantara sekian banyak iklan, pesan dukungan atau himbauan politik lainnya yang terkait dengan Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2009 kali ini, saya hanya memiliki sebuah pesan yang paling membuat saya tergetar, dan inilah dia …
Kali ini pun, saya akan menggunakan hak pilih saya, dan saya yakin bahwa Anda sudah dapat menebak apa pilihan saya dengan pemuatan pesan itu.
Ya… secara politik saya mendukung Jusuf Kalla untuk menjadi Presiden Indonesia 2009-2014 dengan banyak sekali alasan yang melatarbelakanginya, yang secara subyektif saya nilai cukup rasional, dan sangat sedikit emosionalitas sebagai penyedap.
Bahwa menggunakan hak pilih atau tidak adalah hak setiap warga negara adalah sebuah keniscayaan. Karena itulah, saya sangat menghargai apapun pilihan Anda. Tidak perlu kita saling mencaci apapun dan siapapun pilihan kita masing-masing.
Namun, jika Jusuf Kalla ternyata kemudian kalah dalam pilpres kali ini, secara tegas saya katakan, bahwa saya secara pribadi menerima apapun hasilnya, dan menghormati siapapun yang nantinya menjadi Presiden republik ini.
Jika ada yang bertanya pada saya, apakah suara saya, Anda dan rakyat ini diperhatikan dan diperhitungkan, maka saya akan menjawab… Bahwa saya adalah salah seorang rakyat di negeri ini, setidaknya saya menghargai suara saya sendiri. Jika saya tak bisa menghargai suara saya sendiri, bahaimana mungkin orang lain akan menghargai suara saya.
Persoalan diperhitungkan dan/atau diperhatikan, itu adalah persoalan lain, ada sistem yang bekerja untuk itu, dan hidup kita di dalam sistem itu. Pada sisi lain, sistem yang ada saat inilah yang tengah kita hadapi, bukan sistem yang lain.
Semua adalah pilihan pribadi. Selamat menggunakan hak pilih Anda.
Sama seperti Sujiwo Tejo, saya pun tidak dibayar sedikitpun untuk pernyataan dukungan ini.


















He… he… akhirnya pakacil bikin pernyataan, pantas nada deringnya JK juga……! Berhubung saya kerja sebagai abdi negara (ceritanya gitu…!) maka maaf saya tidak bisa bikin pernyataan, he..he….!
Jika Pak JK menang, semoga Program MAMPU nya memang terlaksana..
permisi numpang nampang aspirasi pribadi juga : sebaik apapun pemimpinnya tapi kalo yang dibawa tidak diridhoi Alloh, maka liat aja follow upnya pak.
Hanya JK yg bisa, membuat aku ga golput lg *singing* hehehe
@aap: lho? Ga boleh kah?
film yang cukup menyentuh hati saya
selamat memilih peminpin buat negeri kita
saya juga sependapat dengan anda… no doubt!
turut mendukung,.
*
lebih cepat lebih baik
* anu, saya minjem gambar kudanya buat ngejawab komen sampeyan di blog sayah ..
ga tau mo milih siapa.. bingung
Saya malah tertarik komentar Aap.. Jadi PNS tidak boleh mengambil posisi politik secara terbuka ya? *siap-siap menghapus posting bertema politik di blog*
lebih cepat, lebih baik! bener nggak??? hehehe
BTW, tadi di sekolah pak kepsek mengeluarkan pernyataan yang kurang lebih senada dengan postingan ini loh..
@ Mansup
Kalo nggak salah, menyatakan dukungan secara terbuka masih sah-sah aja, cuma memang perlu dilihat implikasinya sesuai dengan jabatan ybs, secara orang macam kita ini kan dituntut untuk bersikap “netral” ho ho ho…
*Ubek-ubek arsip Pra Jabatan*
Yang nggak boleh itu kan kalo terang-terangan jadi tim sukses atau ikut kampanye terbuka, nah…
OOT: Ih, Pak JK waktu muda imut kayak Ihsan Idol…
Tadinya saya kira alumni Idol sudah dikontrak SBY semua.Saya telah menentukan pilihan pada pasangan JK – Wiranto, dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran.
eh Amed & Manusiasuper itu PNS toh ?
knapa jadi takut2 gitu ya, kasian ..
*nggenjot kuda*
Postingan ini kembali meyakinkan hati saya untuk memilih..
saia nunggu serangan fajar aja…