Sebagian Kebun itu Berganti Wujud

pergi ke kebun

pergi ke kebun

Ingat lagu anak-anak berikut “lihat kebunku / penuh dengan bunga / ada yang merah / dan ada yang putih / setiap hari kusiram semua / mawar melati / semuanya indah” ?
Akhir pekan ini memang mau cerita soal kebun. Kebun yang cukup lama saya tak ikut nengok dan tempo hari kami tengok dengan mengajak serta beberapa rekan. Aap beserta puteranya, Najmy, yang sudah jadi macam ponakan saya sendiri, serta bapak² lain yang tak punya blog.

Tempo hari, beruntung hujan yang dikhawatirkan akan mengganggu agenda ternyata tak turun menuju salah satu sudut Kabupaten Banjar, daerah tetangga Kota Banjarbaru. Kebun yang dituju memang terletak di wilayah administratif Kab. Banjar, namun secara geografis jaraknya jauh lebih dekat dari Banjarbaru dari pada dari Martapura, ibu kota Kab. Banjar. Paling cuma sekitar 10 menit dari pusat kota Banjarbaru.

Kebun tersebut bukanlah yang berisi beragam bunga sebagai mana lirik lagu lihat kebunku itu, walau tempo hari juga terdapat tanaman bunga melati. Tanaman jati dan buah-buahan justru yang terdapat di kebun ini. Bagaimanapun, suasana di kebun sangat menyenangkan. Begitu tenang serta nikmat rasanya diterpa hembusan angin.

Pada suatu waktu, kebun tersebut banyak berisi tanaman jeruk, namun kini sudah umurnya sudah lewat, akhirnya jeruk-jeruk itu sudah tidak ada lagi, berganti menjadi tanaman lain. Jati Emas, durian bangkok, cempedak, rambutan, sukun, sawo, mangga, kasturi, alpukat, karet, dll. kini yang mengisi kebun tersebut.

Kebun itu terletak di tempat yang lebih tinggi dari pada wilayah lain di sekitarnya. Tepat di sampingnya terlihat semacam lembah kecil. Tak jauh dari kebun itu, juga sudah mulai berkembang perumahan (lihat arah foto kanan bawah). Karena memang di daerah tersebut mengalami perkembangan yang pesat, khususnya wilayah yang cenderung mengarah ke Banjarbaru.

kebun

Suasana di Kebun dan Sekitar Kebun

Sebagian akan Berganti Wujud

Namun, sekitar 5 – 6 tahun yang akan datang, mungkin sebagian dari kebun tersebut akan berganti menjadi wujud lain. Lokasi yang menarik, akses yang mudah, wilayah sekitar yang terus berkembang, belum lagi faktor sejarah dan kenangan, serta tak ketinggalan nikmatnya suasana di kebun, membuat kian sulit mengambil keputusan perubahan.

Tapi jelas,tak seluruhnya akan berubah, hanya sebagian yang akan dirubah. Sekitar 2ha. dari seluruh luasan kebun akan kami lepas kepada masyarakat yang menginginkan dalam bentuk kapling-kapling tanah. Namun sebagian lainnya pada wilayah yang sama akan tetap dipertahankan sebagai kebun. Sebuah pilihan yang sulit, namun terpaksa…
:cry:

Saya sendiri nampaknya memang sudah harus mulai melirik lokasi lain, yang tak begitu jauh dari Banjarbaru, melirik kebun atau sawah yang mungkin menjadi pengganti.

Nah, jika ada rekan-rekan yang dari Banjarbaru atau Martapura ataupun Banjarmasin yang tertarik untuk ikut memiliki tanah di wilayah tersebut, atau mau ikut numpang liat sebelum memutuskan, bisa kok hubungi saya via email. Atau yang dekat, mau ikut besok, Minggu (11/10) sore? rencananya sih akan dilakukan proses awal. Sekedar liat-liat juga boleh, yaaahh.. sembari gatbun-lah, gathering di kebun.
;)

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

27 komentar pada Sebagian Kebun itu Berganti Wujud

  • salam kenal ya, blognya bagus. mampir di blog kami ya

    salam kenal pula…

  • Wah kebunnya … kebayang suasananya, apalagi ada buah-buahannya.

    Tepatnya, lokasinya di mana? Jika mau dikaplingkan, ukuran kaplingnya berapa dan kira2 harganya berapa? Apa sudah ada perumahan lainnya di sekitar itu, namanya apa? *Lho, banyak tanya, emang mau beli!*

    lokasinya di Sei. Sipai dan proses penentuan semua detil. rencananya dimulai besok Pak Ben, karena semua terkait dengan lay-out lokasi dulu. siapa tau pak ben berminat? kita gak nolak kok….
    ;)

  • Sebenarnya pengen ikut bang… tapi jauh, lha kita di jatim
    hehe…
    Smoga sukses ya bang….

    yaaaa… masalahnya saya gak punya kebun di jatim. hehehe…
    sukses sama-sama mas…

  • wih…..mantab

    makasiiiih…

  • Wah mau … tapi jauh ….

    deket kok Pak… dari Banjarbaru tapi… :)

  • jadi teringat kebun kakekku yang dulu berada di sebuah bukit beberapa kilometer dari rumah …
    sekarang bukit itu bukan lagi kebun yang berisi pepohonan, sekarang ditumbuhi beton2 apartemen, cafe, restoran dan vila2 …
    .-= • Abula nulis ini lho… Fokus pada Tujuan =-.

    jaman memang bergerak, tapi yg jelas tetap kita pertahankan sebagian buat kebun :)

  • aku jauh di jawa tengah sini bang….

    yah, masalahnya lokasi tak bisa digeser sih… :)

  • nice post,..
    salam kenal..

    dwi n

    salam kenal pula Pak Dwi

  • kebunnya mangstaff banget tuh, isa dipake untuk “leyeh-leyeh penak tenan”
    .-= • gajah_pesing nulis ini lho… Jerit Hati =-.

    bener bos, tiduran di pondoknya memang tedap…

  • ntar bundo tanya KD, apa punya niat pindah ke banjar tanah kelahirannya..
    hmm, menyenangkan pasti tetanggaan sama pakacil :roll:

    atau malah gak bisa tidur, soalnya kadang tengah malam saya ribut sendiri. whuihihihi…
    Bundo berminat pindah ke banjar juga?
    ;)

  • sawah dan kebun di sekitar tempat tinggal saya, sekarang sdh menjadi kavling2 rumah/ruko/komersial.
    dulu sebelum industri berkembang pesat di sini, tanah2 tsb sangat produktif menghasilkan padi dan hasil pertanian lain..

    sepertinya memang terjadi di merata tempat Gus… entahlah…

  • dan mau tak mua semuanya akan menjadi berubah wujudnya ya kan, bang?
    ironis namun tak pernah ada bisa mencari solusinya
    salam hangat selalu
    met berakhir pekan ya

    sepertinya demikian blue, saya juga tak bisa berkata apa-apa…

  • saya ingat sekitar th 2006 yang lalu selagi ada kerjaan di banjarmasin, saya sempat lihat lokasi lahan untuk pusat perkantoran di banjarbaru, klo ngga salah saat itu banjarbaru baru saja menjadi wilayah pemekaran.
    Kita sempat jalan2 melewati areal perkebunan, namun kemaren saat tanya adik yang kebetulan dinas di banjarbaru,.. hampir seluruh areal perkatoran pemda sudah dibangun, dan perkebunan yang saya maksud juga sudah jadi lahan kosong yang siap bangun.

    Rasanya bakal seperti kota2 dijawa yang makin sempit dan jarang kebun… saya berharap suatu saat bisa maen lagi kesana sekedar bernostalgia.. kangen haruan bakarnya.. hehe

    good luck buat perkebunan yang baru ya…
    salam

    Banjarbaru berdiri sendiri pada tahun 1999, terpisah dari Kabupaten Banjar, daerah induknya. Namun perkembangannya sangat pesat jika dibandingkan daerah induknya. Sepertinya perubahan selalu memintah harga, termasuk lahan-lahan yang berubah. Karena itu, sebisa mungkin kami masih mempertahankan sebagian, sembari berusaha mencari lahan lain sebagai pengganti. Bahkan nanti, pusat perkantoran provinsi Kalsel akan dipindahkan ke Banjarbaru, tak lagi di Banjarmasin, dapat dibayangkan bagaimana perubahan yang akan dialami Banjarbaru.

    dan, kalau ke Banjarbaru lagi, kasih info ya mas… biar menikmati haruan bakar atau haruan babanam lagi.. hehehe…

  • kalau didaerah saya lahan kosong bakalan jadi mall atau ruko hehe
    salam,

    kalau ruko sepertinya jadi demam nasional mas andif. hehehe….

  • ini bagian (ekses) dari proses pembangunan ya.. semoga saja pembangunan itu tetap menjaga keseimbangan alam… tetap menjaga harmony …

    kalo punya doku..pengen juga beli tanah disana..jadi tetangganya pakacil.. heheh..

    ayoooo… kan mba ceuceu sudah pula keliling toh? Sudah pernah keliling ke tanah Banjar?

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain