Nostalgila SMA kitaaaa…
Kata orang masa SMA adalah masa yang paling indah, walaupun waktu itu belum jamannya SMS. Kawan-kawan alumni A1 SMA Negeri 2 Banjarbaru atau SMADA Banjarbaru, jurusan A1.

A1 Poetera SMADA Banjarbaru
Para lelaki ini memang payah!!! Tak pernah lengkap kalau foto!!! Tapi foto diataslah yang paling banyak orangnya, mungkin nanti saya edit, biar terkumpul semua. Edisi kumplit.
- Riduan (Dedy) – Juragan petasan waktu SMA, bercita-cita menjadi seorang God Fathernya mercon di Banjarbaru. Pernah memperoleh predikat pembuat petasan terbesar di SMA dan kami ledakkan di samping kelas sebelah dengan menggunakan timer yang terbuat dari obat nyamuk bakar.
- Syaifullah (Iful) – Sering saya tanya, “gak laku ya di luar kelas, gara-gara pacarnya 2 kali berturut-turut siswi yang sama 1 kelas.
- Akh. Zaini Noor (Izai) – Salah satu siswa yang tidak banyak tingkah, tapi tetap jadi korban gosip. Digosipkan menjalin hubungan dengan salah satu siswi di kelas kami juga. Beruntung, dia hanya bisa diam.
- Solichin (Ichin, Alm.) - Semoga kau tenang di alam sana kawan … maaf, aku tak sempat mengantarkanmu karena sudah waktu itu di luar daerah untuk mengejar cita-cita (Meninggal: September 1995)
- Bayu Sumengkar (Bayu) – Ini korban saya dan Auda yang paling parah, kami isukan beliau ini ditangkap polisi waktu razia preman di Landasan Ulin, gara-gara gak bawa KTP. Wali kelas sempat panik, cerita sebenarnya baru saya bocorkan pada wali kelas setelah lebih dari 10 tahun lulus SMA. Wali kelas hanya bisa bilang, “Sialan…”.
- Bambang Purwanto (Bambang) – Teman duduk sebelah saya. Pas mau ulangan matematika, dia menuliskan contekan rumus di mejanya. Sesaat sebelum ulangan dimuali, saya ajak tukar duduk dan ajaibnya dia mau. 10 menit menjelang ulangan berkahir dia baru ingat, kalau punya contekan rumus di mejanya dan ngajak tukar duduk lagi.
- M. Aprian Noor (Aap) – Pernah jadi korban pengucilan yang dimotori Adhy, Auda dan saya, gara-gara asmara kelas tetangga. Tapi beliau ini juga siswa yang paling gak banyak tingkah.
- Adhy Dharmawan (Adhy) – Tukang baca doa dan imam kalau lagi shalat berjamaah satu kelas. Prestasi saya adalah membuat wajahnya merah menahan malu, gara-gara di panggil seorang Siswi, “Apa Dhy…?” dengan lembut, setelah sebelumnya siswi yang duduk depan saya saya kasih tau bahwa dia dipanggil oleh Adhy *padahal tidak*. Suara memang lembut, masalahnya kelas lagi hening dan dia terkenal pemalu dengan wanita. Dulu….
- Aswadirani (Rani) – Salah satu pemain gitas di kelas kami. Kadang saya nekad untuk tampil bersama Rani untuk mewakili kelas.
- Catur Wono Saputro (Catur) – Tidak banyak sejarah tentang Catur yang tercatat, mungkin karena belum pernah menjadi korban saya.
- Auda Putra Jaya (Ood) – Ini motor usil noor wahid di kelas. Saya cuma nomor dua. Kalau kelas lagi kosong, dia pura-pura ke piket, dan begitu balik ke kelas dia jelaskan bahwa ada titipan tugas dari guru. Teman-teman sibuk mengerjakan tugas, dia diam tak melakukan apapun. Karena itulah, setiap ada informasi tugas, saya selalu memperhatikan kelakuan makhluk yang satu ini. Prestasi lainnya adalah membuyarkan shalat berjamaah para pria, gara-gara masuk barisan (shaf) dengan mengenakan MUKENA !!!
- Patmo Suryo W. (Paimo) – Ketua kelas kami terakhir, sebelumnya Bambang. Ketua kelas yang baik, kalem dan tak banyak tingkah. Kehebohan justru terjadi setelah dia lulus dari UGM. Tiba-tiba terlihat naik motor ukuran besar dan helm Perang Dunia II.
- Ikhsan Fachry (Ayieck) - Kalau di kelas sih pendiam, kalau di luar itu rahasia perusahaan, belum terungkap pernah atau tidaknya pacaran waktu SMA, tapi saya tetap pegang kartu trufnya. Dan jago kimia, sebuah pelajaran yang membuat saya dan Aap disetrap pas kelas III SMA.

A1 Poeteri SMADA Banjarbaru
Walau sebenarnya juga banyak catatan tentang para wanita ini, namun hanya beberapa yang saya publikasikan, karena ada beberapa yang tidak lolos sensor dan menyangkut harkat dan martabat para prianya, termasuk namun tidak terbatas pada: ketenangan rumah tangga beberapa pria. whuihihihi…

Sebagian dari rekan-rekan perempuan ini juga menjadi donatur tetap saya pas waktu istirahat, juga kebagian tugas untuk meminjami saya pulpen *saya malas bawa pulpen ke sekolah*. Tiap pagi pinjam, dan biasanya pada hari ke-3 atau ke-4 akan berkata, “sudah, ambil saja pulpennya…”, dan biasanya pula, tak perlu menunggu 1 minggu, saya sudah kehilangan lagi pulpen hibah itu.

Ada juga yang sering saya minta tolong untuk narikin rambut saya, itu lho… yang rambutnya ditarik sampai bunyi itu, saya duduk di lantai, dan dia duduk di kursi, saya di bawah saja.

Banyak lah cerita lain, tapi ya itu tadi.. mengingat beberapa hal…
- Magdalena
- Siti
- Yani Ranan
- Sianah
- Dina Masfiana
- Ani Erminani
- Sugmawati
- Erlindiana Puspita
- Sri Prihatina
- Siwi Yektiningsih
- Sri Nur Wahyuni
- Renny
- Risdiana Sandy
- Prapti
- Meilindawati
- Ermina Sari
- Ellita Rahman
- Gt. Betty Olivia
- Susi Andriani
- Masliana
- Betty M. Sarona
- Zaitun


Nakalnyaaaaaaaaaaaaaaa…. ckckckckckkkk…. tapi klo ga nakal ga ada yang bisa diceritain yak
Cuma, kayaknya ada kecurangan nih, kok pas Pak Acil yang jadi korban ga ada ceritanya
gilaak .
jayuus abiss anag2 smada ,
ampee skarang .
jaya smada !
acil jadi kangen sma 2 dulu baca ini.
Eh…pakacil dimana bisa dapatkan alamat teman2 yang lain ya, trus kapan ngadain acara reuni-an…
Lucu jg bs liat wajah2 culun kita y…Btw aku ko ga punya fotonya…
padahal sering kangen sama temen2
bah..kelakuan baharilah..untung kelas sebelah kd dikisah akan…xixixixixixixi