Kalau pengemis dan copet jadi pejabat

PakacilSembari menanti realisasi Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru Pemerintah Kota Banjarbaru, mungkin ada baiknya jika sejenak meraba-raba kemampuan birokrasi kita ini. Namun bukan berarti kita meraba-raba kemampuan personal dari setiap birokrat yang ada di Banjarbaru dan nasibnya dalam mutasi yang akan datang. Namun lebih kepada persoalan kapabilitas birokrasi sebagai sebuah sistem pemerintahan, khususnya untuk memberikan pelayanan kepada publik.

SOTK (-mungkin) kini tengah menjadi perhatian serius dari (-mungkin) banyak pejabat di Pemko Banjarbaru dan sangat mungkin tidak akan menjadi perhatian besar pada mayoritas masyarakat Banjarbaru. aku pribadi merasa tidak perlu berharap banyak pada perubahan SOTK nanti., karena bagaimanapun tidak ikut dalam gerbong yang sama.

Karenanya, kali ini aku sudah merasa tidak perlu untuk berharap, karena kalau nantinya perubahan di Pemko Banjabaru ini akan membawa dampak yang signifikan dan sangat menguntungkan publik, ya… memang begitulah seharusnya. Tapi kalau ternyata nanti tidak akan membawa perubahan apapun, maka aku tentu tidak akan kecewa dan tidak heran lagi, tidak perlu sakit hati sebagai anggota masyarakat.

Cuma, bagaimanapun juga aku memiliki sedikit kekhawatiran.

Kekhawatiran yang timbul tidak jauh-jauh dari soal mentalitas para birokrat yang akan menduduki jabatan tertentu. Logika berpikirku mungkin sangat sederhana, kalau mental sudah rusak maka jabatan akan menjadi sebuah kendaraan bagus untuk kerusakan lainnya, yang celakanya hanya akan menguntungkan diri sendiri dan merugikan publik.

Hal yang paling aku takutkan adalah kalau para pengemis dan copet menjadi pejabat. Sebab bagaimanapun aku masih warga Banjarbaru yang kalau mengikuti bahasa P4 dulu, kehidupan berbangsa dan bernegaraku di level daerah akan diatur oleh Pemerintah Kota Banjarbaru.

Bagaimana mungkin pengemis dan copet dapat menjadi pejabat?
Mungkin saja, apa sih yang tidak mungkin di dunia ini, apalagi kalau Tuhan sudah berkehendak. Namun aku tentu tidak akan bicara soal Tuhan dan segala kemampuan-Nya.

Pengemis dan copet adalah sebuah mentalitas. Jadi, pekerjaan mengemis dan mencopet (-dan sejenisnya) lahir dari sebuah mentalitas. Nah, yang aku khawatirkan tentu saja adalah para pejabat dengan mentalitas pengemis dan copet inilah yang akan menduduki posisi penting di Banjarbaru, tentu saja bagiku akan sangat mengerikan.

bjbTentu saja aku tidak menuduh bahwa Si A bermental pengemis dan Pejabat B bermental copet, karena paling tidak aku juga cukup takut kalau harus menghadapi persoalan hukum dengan tuntunan pencemaran nama baik yang kalau tidak salah ada pada pasal 310 KUHP itu. Namun, bukan takut untuk berurusan dengan hukum, yang aku takutkan adalah berurusan dengan logika-logika yang aneh, sebab kadang-kadang seseorang yang tidak memiliki nama baik di tengah-tengah masyarakat, tiba-tiba menuntut seseorang karena dinilai telah mencemarkan nama baiknya. Logika aneh inilah yang aku hindari, dari pada menambah beban pikiran, lha wong memang tidak memiliki nama baik, kok ya dengan percaya diri menuduh orang lain telah mencemarkan nama baiknya.

Karenanya, yang perlu ditegaskan disini adalah mentalitasnya, bukan pada orangnya dan sama sekali tidak merujuk pada satu orang pun. Sebab mentalitas ini bisa dimiliki oleh siapapun, termasuk aku pribadi, mungkin kadarnya saja yang pada tiap-tiap orang akan berbeda-beda.

Mentalitas pengemis adalah mentalitas peminta-minta tanpa mau berusaha dengan baik dan benar. Pada tingkatan tertentu, pengemis juga akan mengalami transformasi kepentingan, sesuai dengan strata sang empunya mentalitas. Pengemis kere dan pengemis berdasi tentu akan meminta hal yang berbeda pula. Saat pengemis kere meminta sejumlah uang untuk makan, maka bisa jadi pengemis berkerah putih akan meminta untuk dihormati dan disegani.

Saat pengemis kere tidak menyadari bahwa menurut hukum sebab akibat, rejeki datang karena usaha, maka pengemis berdasi belum menyadari bahwa kehormatan dan wibawa akan datang dengan sedirinya sebagai gambaran kualitas individu.

Pengemis berdasi ini tentu sangat jauh berbahaya apabila dibandingkan dengan pengemis kere biasa. Sebab pengemis berdasi ini biasanya berada pada sebuah sistem yang mendukung pekerjaannya mengemis. Bentuk pengemis ini bisa bermacam-macam, bisa pejabat yang minta setoran pada anak buah, dan bentuk-bentuk lainnya. Mentalitas pengemis dalam sistem seperti pemerintahan bisa jadi terkadang tidak disadari datangnya.

Sementara mentalitas copet adalah mentalitas untuk memanfaatkan keadaan untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya dari orang lain. Mentalitas copet ini bisa saja termanifestasikan pada seseorang yang berusaha memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Selalu ada cara yang dipikirkan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Apa yang paling membahayakan adalah apabila mentalitas pengemis dan copet ini menjadi satu dalam satu individu. Tentu akan sangat berbahaya. Inilah yang sangat kukhawatirkan, sebab ngeri rasanya kalau harus membayangkan, tiba-tiba saja pengemis dan copet akan menjadi pejabat yang akan mengelola jalannya pemerintahan Kota Banjarbaru.

Kalau saja kemudian mereka yang mungkin bermental pengemis atau copet menjadi pejabat di lingkungan Pemko Banjarbaru, tentu yang paling bingung adalah Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, karena akan sangat bingung untuk melakukan pendataan dan pemberian santunan bagi para pengemis yang ternyata juga merangkap sebagai pejabat.

Akhirnya, aku hanya bisa berdoa, semoga aku dan seluruh keturunan aku tidak akan pernah menjadi pengemis atau copet, apalagi menjadi keduanya. Karena itu adalah bencana. aku juga hanya bisa berdoa, semoga Sang Cahaya itu membuang mentalitas pengemis dan copet yang mungkin ada pada setiap manusia di Banjarbaru ini, kalau bisa sih diseluruh dunia, toss…

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com