Bertahun-lalu, seorang kawan, mahasiswa yang tinggi cita-citanya, memiliki rencana membuat sebuah lembaga pendidikan komputer. Puluhan juta diperlukannya, sangat sedikit yang dimilikinya. Namun mimpi harus digapainya. Berbekal selebaran hasil foto copy-an, dibukanya jasa private komputer untuk anak-anak SMP. Bulan pertama ia langsung menuai hasil. Lembaganya berdiri, walau dalam bentuk yang berbeda dan masih belum sebagaimana yang diidamkan, namun ia sudah melakukan sesuatu. Ya… stop dreaming dan start action !

Beberapa tahun lalu, seorang kawan, lelaki muda, ingin membangun sebuah keluarga yang bahagia demikian keinginannya. Tak sampai 300 ribu rupiah penghasilan perbulan yang diterimanya. Membayangkan bagaimana menghidupi keluarganya kelak, isteri dan anak dengan dengan penghasilan yang ada, tentu dapat menggoyahkan semangat sebagian orang. Tapi tidak baginya. Penuh keyakinan, dilamarnya gadis pujaan hati dan merekapun menikah sebagaiimana yang dicitakan. Jangan lihat keadaannya saat ini yang jelas jauh lebih bagus, tapi bagaimana mengawalinya, berani membuat keputusan dan yakin. Tak hanya bermimpi namun memulainya. Yaa… Stop dreaming and start an action …
Seorang kawan, masih beberapa tahun lalu, hanya memiliki niat untuk berwirausaha, sama sekali tak ada keinginan untuk menjadi PNS atau karyawan perusahaan swasta apapun. Tak ingin bergantung pada orang dan pihak lain, demikian urainya sederhana. Kalau bisa membantu kawan-kawan lain, demikian salah satu niatnya. Indah citanya. Tak sekedar berharap, dengan berbekal uang pinjaman, didirikannya sebuah usaha. Betapa gembira saat pekerjaan pertama datang berhasil diraih dan dilaksanakannya. Bukan masalah berapa hasilnya, tapi sebuah langkah besar telah diambilnya. Tidak berhenti pada sekedar mimpi, tapi berusaha mewujukannya. Yaaa… stop dreaming and start action …
Tiga kisah ringkas di atas hanyalah secuil dari sekian banyak kisah yang mungkin kita hadapi sehari-hari dengan tema yang sama, yakni mereka yang berusaha menggapai apa yang diinginkan, sesuatu yang dicitakan. Kisah-kisah yang didasari semangat berhenti bermimpi dan berani memulai, semangat stop dreaming start action yang kalau disingkat jadi SDSA. Mirip SDSB ya? yang kepanjangannya kurang lebih Stop Dreaming Start Berbuat *sepertinya maksa banget ya? soalnya saia merasa begitu…*
“Stop Dreaming, jangan cuma mimpi…“
Sama sekali tak ada niat untuk menggurui, namun kiranya pada suatu waktu kita harus berhenti untuk bermimpi. Kata orang, mimpi itu “bunga tidur”. Untung kalau mimpi indah, bagaimana kalau mimpi buruk? Tentu tidurpun tak akan tenang dan nyenyak. Mimpi memang hanya akan didapatkan manakala seseorang tidur, saat bangun tentu ia akan bermetamorfosa menjadi khayalan. Jika kemudian terus bermimpi, itu artinya ya tidur terus, gak bangun-bangun.
“Start Action, jangan cuma akan…“
“…bangun tidur ke terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi kutolong ibu, membersihkan tempat tidurku…” demikian syair lagu anak-anak yang nampaknya kian ke sini kian tak populer itu. Yaa, kalau sudah bangun dari tidur, bengong sebentar tentu masih dapat dimaafkan, atau duduk dulu sejenak menghabiskan segelas teh atau kopi panaspun *nah, kalau yang satu ini bagian saia* tak masalah. Namun jika bengong berkepanjangan, itu baru bisa jadi masalah. Lagu anak-anak saja mengajarkan untuk melakukan sesuatu setelah bangun tidur. Karena saat kita sudah bangun dari tidur, terputuslah dari dunia mimpi dan menghadapi realita.
“Stop Dreaming Start Action“Tidur memang kebutuhan manusiawi, namun bangun dari tidur jauh lebih perlu. *Ada yang mau coba tidur dan gak bangun-bangun?* Bermimpi memang sah-sah saja, malah apa enaknya jadi orang yang tak pernah mimpi, namun hidup dalam mimpi tentu tak bikin kenyang. Memiliki cita-cita, keinginan, harapan, atau apapun istilahnya tentu sangat boleh dan tak ada yang melarang. Namun kalau sekedar dan sebatas cita-cita, tanpa adanya usaha, tentu pertanyaannya adalah, mau jadi apa?
Tak ada salahnya belajar dari semangat para pemuda yang sedang dilanda asmara. Coba menggunakan segala daya upaya. Tak hanya mempersembahkan rangkaian kata bak pujangga atau karangan bunga demi pujaan yang didamba. *metode jadul banget ya?*. Sekali di tolak, coba lagi. Masih di tolak, coba lagi dengan teknik baru, mungkin mendekati orang tua atau adik bungsunya. Kalau segala macam usaha telah dikerahkan namun tetap di tolak, yaa tinggal cari yang lain, gampang. Asal jangan cinta ditolak dukun bertindak. Namanya saja usaha, tentu ada kemungkinan gagal dan/atau berhasil.
Kalau kata Joko Susilo sih, kesuksesan itu ada harganya. Kalau kata saya, hidup itu adalah peluang, sama-sama 50% besarnya. Sukses 50%, gagal juga 50%. Tinggal bagaimana caranya memperbesar probabilitas atau kemungkinan yang akan diambil, sukses atau gagal. Kalau cuma mimpi, tentu artinya memperbesar peluang gagal, dari 50% menjadi 60% atau bahkan limit 100%. Demikian pula sebaliknya.
Saya yakin, perubahan dan perbaikan itu harus diusahakan, bukan sekedar diharapkan. Ketakutan untuk membuat keputusan dan memulai hanya akan menjadi mesin pembunuh secara perlahan. Sementara alam dan dunia ini tak peduli, ia akan terus berubah dengan atau tanpa kita. Stop dreaming only … let’s start actions …
Karenanya,
- Stop Dreaming Start Action itu bisa berarti, gak usah kebanyakan mikir *kok perasaan mirip saya yahh?*, saatnya perbanyak bertindak. Kalau cuma punya niat tanpa usaha cuma bikin susah diri sendiri. Apalagi kalau terus kepikiran niat atau rencana itu, yang ada malah tambah pening. ; atau
- Stop Dreaming Start Action itu bisa berarti, gak usah nunggu macam-macam, kalau memang sudah merasa sreg, langsung lamar. Naah, kalau ini sih soal cinta-cintaan, yang banyak sekali setatus di fesbuk soal ini. Kalau cuma kebanyakan mimpi cuma ngabisin sampo tanpa hasil. *loh.. soal mimpi apapula ini?* ; atau
- Stop Dreaming Start Action itu bisa berarti segera merubah harapan menjadi bentuk kerja nyata. Menurunkannya pada tataran praksis implementatif *sudah keren gak bahasanya?*, tentu saja untuk sesuatu yang lebih baik. *heemmmm… sepertinya yang terakhir ini yang paling cocok untuk kondisi umum neh…*
Hemmm.. nampaknya soal pengertian Stop Dreaming Start Action ini sudah cenderung serius, kalau begitu saya stop sampai di sini saja dulu, dari pada saya pusing sendiri.
Oh ya… jangan anggap ini petuah ya…
Karena gara-gara menulis ini saya jadi sibuk menghitung ulang mimpi-mimpi saya dan apa-apa yang telah saya lakukan. Hanya gara-gara sebuah kalimat, stop dreaming start an action.
![]()
Jika memang ingin baca ulang tulisan kepada bagian khusus, silakan klik pranala berikut :
• Stop dreaming
• Start action
• Stop Dreaming Start Action
kalau linknya gak jalan, kasih tau saya ya ….















like this
[...] yang akan jadi Gubernur Kalsel 2010-2015 nanti tidak akan membawa perubahan. Karena bagi saya, perubahan itu harus diusahakan, bukan [...]
nice post, as always
Setuju sama pakacil,…jangan takut berbuat daripada mimpi terus, dan itu telah kulakukan 7 tahun yang lalu..!
Saya banget! Kebalikannya.. Manusia perencana tanpa realisasi.. Bukan apa-apa, pelupa! Untung saya ga ada niat jadi politisi..
[...] Pada sisi lain, perubahan itu harus diusahakan, tidak sekedar diharapkan. Kalau orang luar bilang mungkin stop dreaming start action. [...]
sebuah motivasi yang inspiratif, pakacil. hanya bermimpi tanpa ada aksi utk menggapainya hanya akan menghasilkan bisul mental dalam jiwa kita, hehe ….
Mungkin saya hidup dr mimpi.. Dan mimpi juga yg mbngun saya untuk mewujudkannya..
kisah ketiga itu bukannya kisah sampeyan sendiri ?
dan kisah kedua mirip kisah saya
dan bagi saya sih peluang hidup itu gak 50 – 50
tapi… 90 – 10
ah ok deh 70 -30 ..
mimpi yang tidak diwujudkan dapatnya ya mimpi … tapi berbuat juga bisa menghasilkan mimpi baru.
dari kecil saya udah bermimpi ingin naik kapal laut, udara, kereta api, dokar, bemo dan bis kota eehhh sekarang diusia 30 malah udah kesampaian semuanya tanpa disangaka2. semuanya berkat kerja keras dan GUSTI ALLAH. salam kenal ya mas mampir ya pak.. saya butuh koment dan semangat karena beberapa hari bener2 ngdrop banget pikiran
kata ibnu batutah, “a thousand mile journey begins with the first step.”
jadi, tunggu apa lagi? *tunggu apa ya?” hehehe..
[...] yang akan jadi Gubernur Kalsel 2010-2015 nanti tidak akan membawa perubahan. Karena bagi saya, perubahan itu harus diusahakan, bukan [...]
[...] tapi kami tetap mencoba berusaha. [...]