Indy, demikian nama kecil yang biasa digunakan oleh ayah maupun rekan-rekannya. Seorang petualang yang kerap terlibat dengan aksi-aksi menegangkan atau menggelikan. Memiliki nyali besar untuk menghadapi tak berbilang rintangan, namun tak cukup keberanian untuk menghadapi ular *kalau soal yang satu ini persis sekali saya* . Yaa… dialah Indiana Jones.

Ada yang tidak tau Indiana Jones? ck.ck.ck… masa’ sih? Soalnya beliau 2008 lalu dikirim lagi untuk melakukan sebuah petualangan baru. Tapi sudahlah, kalau memang masih belum tau. Kalau sudah tau pun tak bikin kenyang kok.
Cuma kali ini saya memang bermaksud untuk ngobrol sedikit soal barang yang ada pada beliau, yang selalu menemani kemanapun beliau itu pergi. Topi. Hanya soal topi saja, bukan cambuk yang juga selalu tergantung dipinggangnya itu.
Namun, jangan pula dibayangkan, bahwa ini akan menyangkut persoalan ideologi, macam sewaktu Mustafa Kemal Attaturk menyarankan para pria di Turki sana untuk menggantikan surban dengan topi vilt demi sekularisasi. Jauuuuh… jauh sekali dari persoalan ideologi.
Mungkin pada awalnya yang memperkenalkan topi itu untuk dikenakannya justru adalah seorang petualang yang kebetulan bekerja untuk mencari salib coronado, atas perintah seorang kolektor. Saat itu Om Indy ini masih muda, dan menjadi seorang anggota Pramuka *naah.. lagi-lagi saya juga begitu, aktif pramuka dan hafal Dasa Dharma dan sumpah pramuka berserta tepuk-tepuknya lho…*
Ada yang menarik dari topi Indiana Jones ini, bagaimanapun Indiana terlempar, seringkali topinya tetap erat berada di kepala. Namun, jika kemudian terlepas, selalu saja dapat ditemukan untuk dikenakannya kembali.
Ada saja caranya topi itu kembali, baik karena ditemukan sendiri, bisa karena bantuan seorang anak kecil yang menemukanya, atau bahkan hanya gara-gara angin yang meniupkan kembali topi itu kepada sang pemiliknya yang sah menurut skenario.
Berulang kali saya nonton seri Indiana Jones, saya selalu berusaha memperhatikan kejadian kembalinya topi ini. Kadang-kadang berasa ajaib juga dan suatu waktu muncul sebersit khayalan.
Entah bagaimana rasanya jika sesuatu yang sangat kita sayangi atau sesuatu yang berharga, penting, apapun itu, yang selalu ada dan dekat dengan kita, berulang kali hilang dan melayang entah kemana, tiba-tiba, ujug-ujug, suddenly, tak dinyana tak diduga muncul dan kembali secara tiba-tiba. Begitu seterusnya tak kenal lelah dan tak kenal bosan. Sebuah repetisi tanpa akhir. Pada sisi lain, saya meyakini, bahwa hidup ini tak seperti topi Indy.
Entah kenapa dalam satu minggu ini saya bolak-balik lagi nonton koleksi film-film Indiana Jones. Sebagaimana saya sering bolak-balik nonton koleksi The GodFather Trilogy. Keterlaluannya lagi, Cinemax malah ikut-ikutan menyiarkan ulang film-film Indiana Jones. Beuh.. lagi-lagi saya masih nonton juga tak bosan-bosan *dari pada nonton berita soal bom yang juga diulang-ulang yang malah menimbulkan efek berbeda itu*.
• Bisa jadi hikmah yang kurang penting …
Keseringan nonton pelem yang sama berulang kali dapat mengakibatkan pening dan kepikiran sesuatu yang mungkin tak penting.















Benar, kalau pelem yang berkesan saat menonton pertama, jika kebetulan atau sengaja nonton lagi, tetap saja terasa menarik, ada banyak hal yang terkadang terlewatkan.
Kalau keseringan …. dulak jua jar urang tu
Saya belum nonton film terbarunya
Stasiun TV jarang sekali menayangkan film2 Indiana Jones, yang paling sering malah Titanic, 007, WarKop DKI
kok saya malah ingat dengan topi seleksi di sekolah Hogwart-nya Harry Potter ya
Saya jadi ingat tpo masa OSPEK dulu
jadi sampeyan sering kehilangan topi, dan lalu balik lagi ?
lalu membayangkan diri sendiri seperti Indy ?
**hmm kok malah saya yang los pokus akibat lama gak nonton**
@guskar:
iyah,saya jg inget topi seleksi harry plus… tongkat sihirnya yg memungkinkan benda apapun bisa tiba” balik ke tuannya;)
wah aku juga seneng tuh film-film nya .bagus bisa jadi bahan pelajaran kok.
jadi ingat topinya si ruffi….hehehe tapi nama si indi keren juga,,,dikirain indi sapa..eh ternyata indiana jones ya…
wah diam2 rupanya pakacil mengagumi indiana jones, sampai2 topi khasnya demikian digandrungi, hehe …. saya suka film ini karena tak pernah lepas mengangkat nilai2 multikultural yang tak hanya jadi penempel cerita, tapi menyatu dg kisah ceritanya yang seru dan mendebarkan.
kalo cerita seperti itu terjadi juga pada Eyangku Pian. beliau memiliki cincin batu (mungkin sakti
). cincin itu sudah beberapa kali hilang namun entah kenapa selalu saja bisa balik. dan pernah suatu kali cincin itu dipinjam sodara untuk dibawa bepergian keluar kota (katanya memakai cincin itu utk keselamatan). sepulangnya dari luar kota, sodara tsb mengadu ke Eyang bahwa cincin itu hilang. …
and tarraaa… besoknya cincin itu sudah ada didalam lemari Eyang…
ngomong2… soal topi yang bisa balik kembali ke empunya, ada ngga yaa uang yang bisa balik lagi ke kantong kita setelah dibelanjain…
apakah topi itu terinspirasi film kabayan, topi kabayan yang bisa membuat pemakainya bisa menghilang. Hanya dengan mantra “jir gobang gojir, jir gobang gojir,jir gobang gojir” taraaa… topi sudah nempel kembali ke kepala kabayan.
benda kepunyaan saya yang setiap hilang selalu kembali adalah dompet.. beruntung sekali.. haha..
hehe… akhirnya berkenalan juga dengan pakacil yang bijaksana. topi indy mungkin sebagai analogi bahwa rezeki pasti tak kemana. dan rezeki indy, menurut sang sutradara, adalah topinya itu. bisa jadi lucky charm bagi yang percaya, walaupun tak sedikit orang yang tersugesti oleh ini.
hati-hati, pakacil. too much movie will kill you.
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku