Yang… kamu tau itu, laut?
benar Yang… lautan itu air, basah. Banyak ikan di sana, terumbu karang yang katanya indah juga ada. Bahkan ada yang bilang, kalau Deni manusia ikan juga tinggal di situ. Sebagaimana laut, sungai, danau, bahkan comberan juga ada airnya, yang…
Sebuah kabar mengatakan, Yang… kalau air sungai, danau dan lautan itu sebenarnya adalah air mata yang terkumpul. Air mata itu menjadi satu, air mata duka lara kecewa itu. Namun, pada saat kian banyak yang menangis, maka air mata itu juga akan kian banyak, Yang… terus terkumpul dan terus menyatu. Sampai pada suatu saat, ia tak lagi tertahankan. Menjadilah ia banjir yang menerjang ke sana kemari, murka dan mengancurkan.
***
Yang… kamu tau itu, awan?
tepat sekali yang… awan itu lembut, jauh lebih lembut dari pada kapas yang juga putih. bahkan katanya, kemampuannya menyimpan air melebihi pembalut terhebat sekalipun. Ada desas desus bilang, kalau di balik awan itulah kadang kala Gatot Kaca dan Superman mengadakan konferensi untuk perdamaian dunia, yang…
tapi Yang… katanya pula awan itu adalah kumpulan kekecewaan yang menguap. Rasa kecewa yang keluar dari ubun-ubun manusia itu berkumpul sedikit demi sedikit. Pada tingkat tertentu ia akan membentuk awan, nampak indah dan mampu melindungi kita dari panasnya matahari. Tapi Yang…, kalau kekecewaan itu sudah sedemikian menggumpal, maka ia akan bertumpuk-tumpuk, sehingga membuat awan itu menghitam, gelap dan pekat.
Pada saatnya nanti, ia akan berontak mengeluarkan amarahnya. Kekecewaan itu tidak lagi indah dan menjadi hiasan, Yang… ia mewujud dalam amarah, ia turut dalam hujan, dalam badai, dalam petir, bahkan dalam gerimis.
***
Yang, kamu tau itu, bukit dan gunung?
Tepat sekali, Yang… itu semacam tanda kekuatan alam, paku bumi katanya. Ragam tumbuhan dan hewan ada di sana, saling memerlukan satu sama lain. Mereka adalah istana sesungguhnya di bumi ini. Katanya pula, tinggal di situ seorang pemuda yang menjadi raja, bernama Tarzan si Raja Rimba.
Gunung-gunung itu katanya terbentuk dari tekad dan semangat juang manusia. Kobaran semangat yang menjulang itu mengkristal, perlahan-lahan seiring waktu. Kokoh dan siap menghadapi segala mara bahaya. Namun, jika segala kekuatan itu tak diacuhkan, bahkan dilecehkan, maka semangat itu akan mengendor, pecah ia menjadi batu-batuan kecil. Gemeretaknyapun bergemuruh, sangat mengerikan, dan membinasakan.
***
Air, Awan dan Gunung di negeri ini tinggal menunggu waktu saja. Perlahan-lahan kehancuran itu mengejawantah dalam apa yang disebut dengan ketidakpercayaan pada sistem. Demi Dia, yang memiliki segala Cahaya, air mata saya telah kembali tumpah beriringan dengan apa yang akhir-akhir ini terjadi.
Karenanya, bagi kalian yang telah mempermainkan keadilan dan RASA KEADILAN demi kepuasan perut dan kelamin kalian, saya hanya sanggup menyampaikan satu pertanyaan untuk kalian: KAPANKAH KALIAN AKAN PUAS ???
suatu malam di Banjarbaru, untuk 31 Oktober 2009
disertai harapan agar seluruh institusi hukum terus saling ‘berperang’
agar saling bongkar, saling buka, saling sibak dan saling sikat
asal jangan saling sepakat untuk mengkhianati rakyat…















Pertanyaan KAPANKAH KALIAN AKAN PUAS? untuk mereka yang mendasarkan pada perut dan kelamin, tak akan terjawab karena mereka tidak mengenal batasan waktu dan tidak tahu arti puas.
Yang aku tahu bumi semakin tercemar dan manusia semakin tak peduli
Yang…
Kamu tau TANAH kan…
Nah di situ itu ada cacing, jangkrik dan semut.
Tapi tanah itu dikuasai oleh seorang Tuan.
Namanya TUAN TANAH, MAFIA TANAH…
ah.. .andai saja mereka tahu… artikel ini… kemudian membacanya… mungkin akan sedikit menge rem langkah mereka…untuk…?
hmm…memang kebanyakan manusia merasa tak pernah puas… sudah dapat itu pengen ini, pengen itu dan banyak pengen-pengen yang lain …. hehe..
..dan malaikat sedari awal sudah mengkhawatirkan kehadiran manusia, makhluk perusak yang tak pernah puas.. tapi Sang Pencipta tetap pada pilihanNYA, karena DIA yakin akan ada sebagian kecil diantara kerumunan perusak itu manusia pilihan, yang menumpahkan air mata demi menegakkan keadilanNYA
Yang… nama na juga manusia… tidak pernah puas..
“bagi kalian yang telah mempermainkan keadilan dan RASA KEADILAN demi kepuasan perut dan kelamin kalian”
jgn mpe lupa akan kuasa Tuhan yaa…
KAPANKAH KALIAN AKAN PUAS ??? Hmm….mungkin mereka tidak pernah puas ! dan hukum sekarang semakin membingungkan..yang mana benar yang mana salah…pusing ..! apa lagi kalo nanton tv..seandainya ada film Deni si manusia ikan lebih baik nonton itu aja dah…lho..!???
ungkapan dan hikmah yg bagus dari sebuah artikel ini, pak. sangat dalam pesannya.
.-= • fadhilatul muharram nulis ini lho… Lho, Dila Mau Kabur Kemana?? =-.
rasanya yang namanya kepuasan itu tak ada batasnya
Seandainya laut, awan dan gunung disuruh memakanpun mereka belum akan PUAS…..
Puyeng mencari nalar yg tepat untuk mendeskripsikan polah mereka
.-= • masnur nulis ini lho… Sosialisasi UU no. 22 tahun 2009 tentang LLAJ =-.
Yang, kamu tahu kan. Jadi penguasa itu “enak”. Bisa membalikkan hitam jadi putih, dan putih jadi hitam. Keadilan? Adil itu adalah apa yang menurut penguasa menguntungkan.
yang, bumi dgn segala isinya sekarang sudah begitu menderitanya, mari berharap yang…… agar bumi jangan memuntahkan murkanya pada kita……….. yang katanya tdk pernah mau peduli pd sekitar, hanya peduli pd kepentingan sendiri………….
Salam.
mungkin mereka akan merasa puas jika raga tak lagi bisa digerakkan, sedangkan roh belum dicabut oleh malaikat .. kelaut aje buat mereka yang seperti itu !!!!!
Yang… Entah apa aku bisa membedakan antara penguasa dengan pengusaha… Nampaknya sekarang menjadi penguasa selalu hitung-hitungan untung dan rugi. Tak ubahnya pedagang pasar kembang
Parahnya, apa yang telah keluar dalam meniti tangga menuju tahta penguasa harus mencapai BEP segera setelah pelantikan… Lebih bagus lagi kalau bisa melesat jauh di atas BEP…
Yang… Apakah ini saatnya aku turun tangan untuk menjadi penguasa…? Lumayan gajinya, apalagi tunjangan-tunjangannya… Tak usah perdulilah dengan rakyat yang tengah menderita dilanda bencana… Tak usah perdulilah dengan rakyat yang tengah marah merasa penindasan modern… yang penting Yang… Perut kita kenyang… Biarpun isinya berupa nanah, darah dan hasil keringat rakyat…
Yang kau tau keadilan.., keadilan adalah sebuah perlakuan sama dengan tak tekecuali dirimu.
Saya cuma mampu menyampaikan satu pertanyaan buaty kamu yang sok suci ini: SUDAH ADILKAH DIRIMU????