Istilah Titik-Titik di bawah Ini

salto bingungAda 2 (dua) kategori tema yang biasa saya pegang kalau mengisi program-program semacam diklat keorganisasian. Pertama adalah Leadership dan yang kedua adalah Humanisme. Kalau kemudian mendapatkan jatah mengisi materi yang berbeda, maka biasanya itu karena kepepet. Sekalipun kedua materi itu berbeda dalam substansi, namun perbedaan itu sama sekali tidak berada pada substansi lain yang bernama honor.
:ogah:

Sebelum terlanjur khilaf menulis panjang lebar soal honor, perlu saya tegaskan, bahwa tulisan ini sama sekali bukan masalah honorarium, bukan, sama sekali bukan! Cuma entah kenapa tiba-tiba saya teringat soal istilah. Padahal sebelumnya saya sudah mulai asik ngetik tulisan yang berjudul ‘Andai Saya jadi Hobnur’ yang kemudian cuma saya simpan sebagai draft dan buka tulisan baru, ya soal istilah ini.

Menurut KBBI, atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah itu adalah:

  1. kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu;
  2. sebutan; nama;
  3. kata atau ungkapan khusus.

Sementara, menurut saya, istilah itu adalah, ya… nurut saja sama KBBI. Apa susahnya sih ngikut yang sudah ada, tinggal pakai, tak perlu pusing. Lagi pula, itu sudah resmi.

Masalahnya adalah… Saya kadang kala suka mengobrak-abrik istilah resmi, menjadi setengah resmi, atau malah bisa jadi amburadul. Contoh :

Kalau bicara soal leadership, saya seringkali bilang, bahwa sebenarnya itu adalah campuran dari bahasa inggris dan indonesia, yakni leader dan sip. Sehingga ‘leadership’ itu berarti sebuah proses dimana seorang leader atau pemimpin dapat menjadi sip atau oke. Itu saja.

Kalau bicara soal humanisme, maka secara ngawur kerap saya katakan, kalau itu juga terdiri dari bahasa inggris dan indonesia, yakni human dan manis. Sehingga, humanisme adalah bagaimana caranya agar seorang human atau manusia itu menjadi manis, tentu saja tidak dalam artian fisik.

***
Pada suatu waktu, seorang kawan bertanya, “apa itu kemerdekaan, apa itu kebebasan?”
Saya jawab, “kebebasan adalah turunan pertama kemerdekaan terhadap aktivitas dan kehidupan sosial”. *mungkin habis mabuk gara-gara kalkulus*

“referensimu apa?”, itu kawan bertanya lagi.
“kau tanya pendapatku, atau kau tanya pendapat orang lain?”, saya jawab sambil tanya.
:bakbuk:

***
Istilah bisa jadi hanya sekedar sebuah istilah, namun bisa jadi pula jauh lebih dalam dan luas dari pada dirinya sendiri. Istilah, bisa jadi begitu sederhana bisa jadi pula begitu rumit, begitu tinggi. Ada yang memposisikan istilah sebagai ciri sebuah kasta intelektualitas, ada pula yang suka-suka saja, mengalir apa adanya. Istilah bisa begitu lugas, bisa begitu mumet. Bahkan ada yang sampai menjadi tren.

Istilah bisa juga dipakai untuk menggiring opini, bisa dipakai untuk pencitraan, bisa dipakai menutupi sesuatu, pendek kata, bisa dipakai untuk macam-macam keperluan. Dari era ‘salah prosedur’ sampai ke era ‘dampak sistemik’ saja sudah banyak istilah yang beredar dari telinga ke telinga.

Tapi yang pasti, mau istilahnya hitam, hirang, black, ireng, hideung, schwarz atau zwart, tetap saja kode warnanya #000000.

Lantas, apa maksudnya Istilah Titik-Titik di bawah Ini pada judul itu?
Oh, tidak ada maksud apa-apa, sekedar judul, dari pada berjudul isilah titik-titik di bawah ini? nanti malah dikira UN. Hemmm… punya istilah favorit?
:roll:

Banjarbaru, pada suatu dini hari
dari isi kepala yang lagi tidak jelas mau apa
istilah tepatnya, bingung …

Pakacil Banjarbaru © www.pakacil.com

30 komentar pada Istilah Titik-Titik di bawah Ini

  • Menurutku sih, judulnya nurut pakacil aja, bukankah mengikut nyang sudah ada itu enak pak? Sayangnya belum tentu resmi ya? :lol:

    lha iya.. enak tho… hehehe….

  • Pakacil, kumat lagi deh ngaconya.

    justru tandanya saya masih waras pak :D

  • ha..ha…., ngakak aku bacanya Mas kedua istilah itu.
    Sponsorship terdiri dari dua kata; sponsor dan sip. sponsor yang sip. he..he…
    salam.

    hehehe… bisa juga itu, sponsor yang sip, ngasih dana yg gede :dance:

  • banyak istilah di sekitar kita yg sebenarnya harus dikritisi oleh ahli bahasa, apalagi semenjak era reformasi bergulir. setiap hari muncul istilah baru.
    - orang katanya disuruh bijak sana, lha yg di sini bijak juga nggak?
    - anggota dpr punya hak angket. sekarang lagi rame. pdhl ada hak lain yg nggak pernah disorot publik : hak angkut. apanya yg diangkut? banyak lah… bermilyar2 kok jumlahnya.
    - yg terbaru dimakzulkan, loh emang emaknya si zul ada di mana sih?

    contohnya 3 saja ya he..he..

    whuihihihi… saya paling suka hak angkut itu :lol:
    kalau soal emaknya zul, walah…. saia juga ndak tau gus lagi kemana :D

  • Maaf Mas, saya kirim email ke Panjenengan. tanks.

    sudah dibalas :)

  • mau ngisi titiknya… kok gag ada yah…, kalo honornya mau dong

    nah, kalau soal yang satu itu sepertinya memang banyak yang mau :D

  • yaelah, pagi-pagi dapat tugas mengisi titik-titik dari pakacil.

    pokoknya pak acil itu klo bikin postingan, nge-pas!
    utak atik katanya, pas banget!
    usil dan jailnya juga pas!

    kesimpulan bundo: pak acil pas-pasan.

    :lol:
    memang bundo, saya kadang senang pas²an
    pas lapar, pas ada nasi dan lauk pauk
    pas pingin belanja, pas ada duitnya
    pas pingin ke sumbar, pas ada yang kasih ongkos dan penginapan gratis
    :D

  • itu mas Badrus pasti mau nanyain tentang batu cincin, minta pakacil liatin khasiatnya.

    hemmm… ternyata bundo ada bakat jadi paranormal. ckckckck… luar biasa….

  • dasar judul gak nyambung.
    mendingan ngomongin honor aja deh, bang.
    biar kita tau berapa sih bayarannya buat ngomongin pemimpin yang sip dan manusia yang manis? hihi…

    nah … kalau nyambung ntar malah sambung menyambung, apalagi menjadi satu dan berjejer pulau-pulau, itulah indonesia *lhoh?!?*
    mmm… anuuu.. kalau soal yang satu itu konon katanya tidak boleh, nanti melanggar kode etik perhonoran. whuihihihi… kalau ngomongin manusia yang manis sih… itu saya juga mauuuuu…

  • saya mau isi titik-titik di bawah ini, kayak jaman ulangan di sekolahan SD atau SMP pakacil, :lol:

    hehehe…. kan masih mending isilah titik-titik
    dari pada isilah itik-itik ? bukannya malah tambah repot harus nangkap itik dulu

    :D

  • klo kegiatan nguping bisa ngak dikasih kode, masak warna doang

    kebetulan saya belum pernah kasih materi tentang kuping … whuihihiihi

  • Bah, kukira kisah ujian.

    dan memang bukan :)

  • ngekekk dulu… :lol:

    kalau sudah ngekek-nya kasih tau lgho ya…

  • itulah Istilah titik2 di atas … terserah yang bikin istilahnya, yang penting ada penjelasannya, dan jika merasa kurang tepat penjelasannya buat saja istilah baru.

    Honor saja tergantung dengan istilah2, bisa rendah atau tinggi gara2 istilah, tergantung bisa meyakinkan istilah yang dilekatkan untuk tingkatan honornya.

    Oh ya … Pakacil udah dapat honornya kan?

    makna istilah memang kadang tergantung yang bawa, tapi yang bisa bikin celaka itu sepertinya adalah makna yang maksa. hehehe… kalau soal honor, nah saya belum berani cek atm, takut disadap
    :D

  • Kalau ternyata kata, istilah itu diartikan bermacam-macam mungkin perlu dikembalikan lagi arti kata sebenarnya. Kata yang ada sekarang banyak yang mempunyai arti konotasi dan denotasi, maka boleh dong dicetuskan “Bebaskan kata dari makna.”

    waduh… sepertinya bakal repot kalau harus membebaskan kata dari makna
    bisa susyah nanti, pas bilang suka sama perempuan,ternyata maksudnya adalah pingin makan
    :D

Sampaikan komentar? silakan...

 

 

 

:lol: :ogah: :siul: :dance: :peluk: :cry: :tepuk: :think: :semuk: :hehh: :weee: :wink: :nono: ;) more »

Pastikan semua form telah terisi dengan benar & jika komentar tak langsung muncul, biasanya karena akismet dan masuk daftar pending • Maaf, komentar yang sama sekali tak terkait konten (OOT) akan dipindahkan ke buku tamu yang sudah tersedia

Pakacil Banjarbaru

 

Tulisan terbaru di pakacil.com

atau silakan pilih salah satu kategori tulisan berikut:
Asal Jepret | Cerita Sekitar | Cerpen | Event | Usul Asal Usil | Kisah Bahasa Banjar | Mengitari Banjarbaru | Personal | Sudut Lain

 

Pakacil - Banjarbaru, Kalimantan Selatan © www.pakacil.com