“Memang ada perjanjian yang ditandatangani bersama. Dalam hal ini PT Sama Sentral Swasembada yang mengelola dan merawat jalan termasuk menyiram jalan,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Banjarbaru terkait informasi warga yang bermukim di sepanjang Jl Trikora Banjarbaru mengeluhkan debu jalanan. Pasalnya, jalan yang diperuntukan khusus buat angkutan batubara ini mulai jarang disiram oleh pengelola, sehingga sangat mengganggu kesehatan masyarakat.
Terus diktum perjanjian lainnya bagaimana Pak?
Kita tunggu 1 Juli 2009 saja ya … soal kemungkinan ganti rugi itu lho Pak… yang banyak masyarakat Banjarbaru tak tau persoalan itu, tapi ‘debu’ nya lebih dahsyat
• Informasi terkait
Debu Jalan Trikora Dikeluhkan (Radar Banjarmasin)
Jika ada kesempatan, akan saya PDF-kan perjanjian Pemko Banjarbaru dengan pihak pembangun jalan tersebut, agar publik mengetahui secara luas isi perjanjian yang lebih detail.















yah begitu lah julak ai..pengusaha batubara itu maun enaknya aja..klo susah aja ga mau ngurusin..pemerintah juga sebgai pengambil kebijakan juga kurang tegas karena alasan ga punya kewenangan hoho,,aneh.. 8O 8O
Padahal banyak Te Te Em saya yang rumahnya disekitar situ,, Apa saya boleh minta ganti rugi juga?
Upload ayoooyaaaa… mereka juga manusia, pasti kelalaian pasti ada, so.. lebih baik ganti pengelola yang lebih bertanggung jawab saja???
Sungguh menggangu jika saya mau bertandang ke bjb, apalagi malam
Masih banyak debu lainnya. Jadi masih banyak? Yang di jl. trikora baru satu debu …. lainnya mana?
Perjanjian yang dibuat hendaknya tidak timpang, setidaknya ada perhatian dari pihak-pihak terkait terhadap keluhan warga. Perlu juga (moga pakacil ada kesempatan) ada PDF perjanjian Pemko Bjb dengan perusahaan, untuk menarik pelajaran.
siapin masker Pian
kalau mulai jarang disiram .. apakah mungkin yg jd tukang siramnya jg mulai jarang mandi Pakacil??? .. he he he,
Haduuuh.. kasian bgtt yg lewat sana..
Mangkanya pakacil jadi anggota dewan jg doonk.. biar bjb gak ancuur. huhu..
debu yang tebal plus lobang yang makin mengerikan,
begitulah kalo mau usaha tapi kurang modal, jalan rakyat yg jadi korban
Kalau batu baranya habis, pergi tanpa pesan..
Rakyat menderita !