“Program itu cukup bagus untuk membantu warga kurang mampu. Tapi akan diupayakan menggunakan nama yang baik. Masak sudah 60 tahun lebih merdeka, masih ada Raskin. Akan kita upayakan agar di Banjarbaru menggunakan nama lain“, ujar Ketua DPRD Kota Banjarbaru yang kurang setuju dengan istilah beras miskin dan akan mengusulkan agar di Kota Banjarbaru tidak mengunakan nama Raskin.
- maaf, kali ini saia no komen -
Saia lagi bingung memikirkan, mana yang lebih penting …
soal istilah atau distribusinya agar jangan sampai tersendat lagi !!!![]()
Informasi terkait :
Soal penyaluran raskin di Banjarbaru yang terganjal masalah dana dan aturan. (Clickable)
Sumber : Pemko Banjarbaru dan Banjarmasin Post















saya juga no komen mas…
Namanya memang tidak enak didengar, masa raskin, mending rascil (beras orang kecil)
saya juga
no woman no cryno komen..au deh..
saya ikut ngga koment, deh…. tapi berasnya tolong dikirim ke rumah saya aja
eh malah koment,
…gimana kalo yg diganti itu adalah nama & kepanjangan dari DPRD-nya , berikut orang-orangnya yg punya ide aneh-aneh saja
hmmm … kok masih saja banyak orang yang suka menutup-nutupi keadaan dg menggunakan bahasa topeng, ya, pakacil, hehe …. apa pun istilah yang digunakan, yang penting beras harus sampai kepada yang berhak menerimanya.
Good pakacil…
Jalankan kontrol sosialnya yah..
Salam sukses buat kawan2 di Pinus…
Made
Kata-kata yang sangat diplomatis, sebuah singkatan yang bagus untuk menutupi kinerja dibelakangnya.
Terserah aja istilahnya.. tapi kenyataannya tetap ada bantuan itu ya.. apalagi ini bentar lagi pilpres…!
wakakakakkaaa… postingan yang pendek tapi bikin geli. koq bisanya seorang ketua DPRD bicara tanpa mutu. jadi usulan pula
seperti era soeharto. jago produksi nama-nama berbobot. mulai PJPT, Tinggal Landas, dst
Ass.
Hahahaha … setidaknya masih ada kesadaran, walaupun (masa) sudah lebih dari 60 tahun merdeka masih tetap saja berpikirannya seperti itu.